-HIKMAH PAGI- “GENEOLOGI INTELEKTUAL ULAMA BETAWI”

banner post atas

Geneologi berasal dari bahasa Yunani yang terdiri dari dua kata, yaitu genea, yang berarti “keturunan” dan logos yang berarti “pengetahuan”. Pada awalnya kajian geneologi adalah kajian tentang keluarga dan penelusuran jalur keturunan serta sejarahnya atau disebut dengan istilah genealogi biologis. Sementara dalam literature lain disebutkan bahwa geneologi berasal dari bahasa Yunani yang terdiri dari dua kata, yaitu genea yang berarti “keturunan” dan logos yang berarti “ilmu”.

Kajian geneologi intelektual ulama betawi dari abad ke-14 sampai abad ke-21 ini dilakukan secara diakronik (lama-sinambung), tanpa analisis sinkronik yang detil, luas dan mendalam, sehingga tujuan dari kajian ini hanya untuk menarasikan jaringan sislsilah intelektual ulama. Sedangkan analisis lebih jauh dengan berbagai kepentingan akan dibahas secara terpisah pada buku yang lain.

Menganalisis geneologi intelektual ulama Betawi menjadi suatu yang urgen jika dikaitkan dengan persoalan kepemimpinan di etnis Betawi sejak terbentuknya hingga sekarang. Pemimpin etnis Betawi yang disegani dan diikuti kepemimpinannnya adalah Guru dan Mu’allim (kepemimpinan ulama), sedangkan pemimpin Betawi yang disegani saja adalah jagoan. Meskipun ada dualisme kepemimpinan dalam etnis Betawi, namun hubungan mu’allim dan jagoan tidak konfronttif, bahkan ada hubungna fungsional antara keduanya. Jagoan membaca do’a-do’a tertentu untuk peningkatan kemampuannya dalam maen pukulan. Senjata-senjata jagoan seperti golok; baik golok ujung turun atau golok betok atau golok pisau raut, biasanya diberi wifik atau wafak pada bilah logam senjata  tersebut yng diajarkan oleh mu’allim.

Ruang lingkup pembahasan di buku ini dibatasai dari ulama Betawi awal abad ke-19, mulai dari Syekh Junaid Al-Betawi sampai abad ke-21 atau sekarang ini, yaitu kepada ulama Betawi yang sudah wafat. Hal ini bukan tidak adanya data, tetapi data yang ada tentang ulama Betawi dari abad ke-14 sampai akhir abad ke-18 masih sangat minim dan perlu penelitian lanjut yang panjang dan mendalam. Namun tetap akan dibahas mengenai Syekh Quro, sebagai ulama Betawi awal yang menyebarkan Islam di tanah Betawi, khususnya di Karawang.

BACA JUGA  Polsek Sembalun Panen Cabe Untuk Ketahanan Pangan di Era Covid-19.

20 November 2020

Hipzon Putra Azma