Penelitian Erni Budiwanti terhadap Wetu Telu, mencatat setidaknya ada empat konsepsi mengenai Wetu Telu.
Pertama, pandangan yang menyatakan bahwa Wetu Telu berarti tiga sistem reproduksi, dengn asumsi kata Wetu berasal dari kata metu, yang berarti muncul atau datang dari. Sedangkan Telu berarti tiga. Secara simbolis hal ini mengungkapakan bahwa semua makhluk hidup muncul (metu) melalui tiga macam reproduksi yaitu melahirkan (menganak) seperti manusia dan mamalia, bertelur (menteluk) seperti burung, dan berkembang biak dari benih atau buah (mentiuk) seperti biji-bijian, sayur-sayuran buah-buahan, pepohonan dan tetumbuhan lainnya. Tetapi fokus kepercayaan Wetu Telu tidak terbatas hanya pada sistem reproduksi, melainkan juga menunjuk pada kemahakuasaan Tuhan yang memungkinkan makhluk untuk hidup dan mengembangbiakan diri melalui mekanisme reproduksi tersebut.
Kedua, persepsi yang mengatakan bahwa Wetu Telu melambangkan ketergantungan makhluk hidup satu sama lain. Menurut konsep ini, wilayah kosmologi itu terbagi menjadi jagat kecil dan jagat besar. Jagat besar disebut alam raya atau mayapada yang terdiri atas dunia, matahari, bulan, bintang, dan planet lain, sedangkan manusia dan makhluk lainnya merupakan jagat kecil yang selaku makhluk sepenuhnya tergantung pada alam semesta.
Ketiga, konsepsi yang menyatakan bahwa Wetu Telu sebagai sebuah sistem agama termanifestasi dalam kepercayaan bahwa semua mahkluk melewati tiga tahap rangkaian siklus, yaitu dilahirkan, hidup, dan mati. Kegiatan ritual sangat terfokus pada siklus ini.
Keempat, konsepsi yang menyatakan bahwa pusat kepercayaan Wetu Telu adalah iman kepada Allah SWT, Adam dan Hawa. Konsep ini lahir dari sutau pandangan bahwa unsur-unsur penting tertanam dalam ajaran Wetu Telu adalah :
- Rahasia atau asma yang mewujudkan dalam panca indera tubuh mausia.
- Simpanan wujud Allah SWT yang termanifestasikan dalam Adam dan Hawa
- Kodrat Allah SWT dalah kombinasi lima indera (berasal dari Alah) dan delapan organ yang diwarisi dari Adam dan Hawa.
01 Desember 2020
Hipzon Putra Azma



