Hikmah Pagi : DI SURGA KERAJAANNYA LEBIH DAHYAT 99 X DARI KERAJAAN NA BI SULAIMAN AS.

Hikmah Pagi
banner post atas

Para jin itu membuat untuk Sulaiman apa yang dikehendakiNya dari gedung-gedung yang tinggi dan patung-patung dan piring-piring yang (besarnya) seperti kolam dan periuk yang tetap (berada di atas tungku). Bekerjalah hai keluarga Daud untuk bersyukur (kepada Allah). Dan sedikit sekali dari hamba-hambaKu yang berterima kasih. (QS. Saba: 13)

Bangunan istana Nabi Sulaiman AS. masih bisa dibayangkan karena sekarang banyak bangunan yang besar dan tinggi, akan tetapi kalau kolam yang seperti periuk yang di atas tungku agak sulit dibayangkan. Istana dari mutiara di surga tidak akan bisa dibayangkan atau terlintas di pikiran siapa saja di dunia, karena tidak pernah ada mutiara yang sebesar genggaman tangan orang dewasa, apalagi sebesar rumah tentu sulit dibayangkan. Bagaimana lagi kalau membayangkan istana dari mutiara yang lebarnya enam puluh mil, diperlukan kemampuan menghayal 100 kali lipat mungkin baru bisa membayangkan bangunan di surga tersebut.

عَنْ هَمَّامِ بْنِ مُنَبِّهٍ قَالَ هَذَا مَا حَدَّثَنَا بِهِ أَبُو هُرَيْرَةَ عَنْ رَسُولِ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ فَذَكَرَ أَحَادِيثَ مِنْهَا وَقَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ خَلَقَ اللَّهُ عَزَّ وَجَلَّ آدَمَ عَلَى صُورَتِهِ طُولُهُ سِتُّونَ ذِرَاعًا فَلَمَّا خَلَقَهُ قَالَ اذْهَبْ فَسَلِّمْ عَلَى أُولَئِكَ النَّفَرِ وَهُمْ نَفَرٌ مِنْ الْمَلَائِكَةِ جُلُوسٌ فَاسْتَمِعْ مَا يُجِيبُونَكَ فَإِنَّهَا تَحِيَّتُكَ وَتَحِيَّةُ ذُرِّيَّتِكَ قَالَ فَذَهَبَ فَقَالَ السَّلَامُ عَلَيْكُمْ فَقَالُوا السَّلَامُ عَلَيْكَ وَرَحْمَةُ اللَّهِ قَالَ فَزَادُوهُ وَرَحْمَةُ اللَّهِ قَالَ فَكُلُّ مَنْ يَدْخُلُ الْجَنَّةَ عَلَى صُورَةِ آدَمَ وَطُولُهُ سِتُّونَ ذِرَاعًا فَلَمْ يَزَلْ الْخَلْقُ يَنْقُصُ بَعْدَهُ حَتَّى الْآنَ(رواه مسلم)
Dari Hammam bin Munabbih berkata: Inilah yang diceritakan oleh Abu Hurairah kepada kami dari Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa Salam, ia menyebut beberapa hadits diantaranya: Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa Salam bersabda: Allah ‘azza wajalla menciptakan Adam seperti wujudnya, panjangnya enampuluh dzira’. Setelah menciptakannya, Allah berfirman: ‘Pergilah lalu ucapkan salam pada mereka itu, mereka adalah kelompok malaikat yang tengah duduk lalu dengarkan jawaban mereka, itulah salammu dan salam keturunanmu. Beliaubersabda: Adam pergi lalu mengucapkan: ‘ASSLAAMU’ALAIKUM? ‘ Mereka menjawab: ‘ASSALAAMU ‘ALAIKA WA RAHMATULLAAH’. Beliau bersabda: Mereka menambahi: ‘WA RAHMATULLAAH’. Beliaubersabda: Setiap orang yang masuk surga wujudnya seperti Adam, panjangnya 60 dzira’ dan setelahnya (Adam) postur tubuh (manusia) terus berkurang hingga sekarang. (HR. Muslim)

Iklan

Nabi Adam diciptakan oleh Allah Mengetahui dengan 60 hasta atau 36 meter kalau per hasta 60 Cm, apabila per hasta 50 Cm maka 30 meter dan 24 meter kalau per hasta 40 Cm sesuai dengan kesepakatan maka menjulang ke langit. Keadilan-Nya menciptakan hamba yang berukuran besar, karena di bumi hanya ada beberapa orang, sehingga dengan tubuh yang sangat tinggi dapat mejelajahi bumi yang luas. Makin banyak manusia yang tinggal di bumi, lahan untuk bercocok tanam dan tempat tinggal semakin sempit, sehingga dengan kasih sayang-Nya manusia makin kecil sampai sekarang, disesuaikan dengan jumlahnya yang bertambah banyak.

Setiap orang Islam disunnahkan menyebar salam dan menjawabnya hukumnya wajib, sehingga di surga ucapan salamnya juga sama dengan di dunia. Silaturahmi atau bertamu dengan penduduk surga yang lain, merupakan salah satu kenikmatan surga, karena bertemu dengan sesama orang beriman merupakan kebahagiaan tersendiri. Apalagi bertemu dengan orang yang pernah dicintai di dunia, tentunya kebahagiaan tersendiri, apabila dijumpai sama-sama di dalam surga sangat membahagiakan.

BACA JUGA  Olies Datau : MIO Indonesia, Profesional Dan Kredibel

عَنْ أَنَسِ بْنِ مَالِكٍ أَنَّ رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَ إِنَّ فِي الْجَنَّةِ لَسُوقًا يَأْتُونَهَا كُلَّ جُمُعَةٍ فَتَهُبُّ رِيحُ الشَّمَالِ فَتَحْثُو فِي وُجُوهِهِمْ وَثِيَابِهِمْ فَيَزْدَادُونَ حُسْنًا وَجَمَالًا فَيَرْجِعُونَ إِلَى أَهْلِيهِمْ وَقَدْ ازْدَادُوا حُسْنًا وَجَمَالًا فَيَقُولُ لَهُمْ أَهْلُوهُمْ وَاللَّهِ لَقَدْ ازْدَدْتُمْ بَعْدَنَا حُسْنًا وَجَمَالًا فَيَقُولُونَ وَأَنْتُمْ وَاللَّهِ لَقَدْ ازْدَدْتُمْ بَعْدَنَا حُسْنًا وَجَمَالًا(رواه مسلم)
Dari Anas bin Malik Rasulullah Shallahu ‘alaihi wa Salam bersabda: “Sesungguhnya di surga ada pasar, mereka mendatanginya setiap hari Jum’at, angin dari utara berhembus lalu menerpa wajah-wajah mereka dan pakaian-pakaian mereka hingga mereka semakin indah dan menawan. Mereka kembali ke keluarga mereka dengan penampilan yang lebih indah dan menawan, keluarga-keluarga mereka berkata pada mereka: ‘Demi Allah, kau semakin indah dan menawan setelah kami.’ Mereka berkata: ‘Kalian juga, demi Allah, lebih indah dan menawan setelah kami.” (HR. Muslim)

Sahabat Muhajirin sebagian besar bermatapencaharian sebagai pedagang, yang tentunya menyukai pasar. Hampir semua orang menyukai berbelanja di pasar, cuma karena tidak mempunyai uang yang cukup tidak mau ke pasar. Orang yang banyak uang, dapat melampiaskan nafsunya dengan membeli apa saja yang diinginkannya. Di surga juga disediakan pasar yang sesuai dengan keinginannya, apapun yang dubutuhkan tersedia termasuk pasar wajah setiap hari Jumat yang akan menjadikan wajahnya makin tampan atau cantik.

Setiap manusia menyukai ketampanan dan kecantikan, sehingga kesukaan inilah yang akan diwujudkan di surga, tanpa bersusah payah operasi plastik wajah yang diinginkan langsung tercapai. Ketampanan Nabi Yusuf AS. bukan sekedar mimpi, akan tetapi menjadi milik laki-laki di surga dan bahkan ketampanannya minimal 99 atau 100 kali lipatnya. Dikisahkan di dalam Al-Quran, Nabi Yusuf AS. yang berjalan di depan para perempuan yang sedang memegang pisau, untuk mengupas buah. Ketampanannya yang luar biasa menyebabkan para perempuan mabuk kepayang, tidak terasa beberapa orang perempuan melukai tangannya secara tidak sengaja. Sampai sekarang tidak pernah terjadi lagi, beberapa orang perempuan serentak secara tidak sengaja mengiris tangannya, karena melihat sang idola.

عَنْ أَبِي هُرَيْرَةَ قَالَ قَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ احْتَجَّتْ النَّارُ وَالْجَنَّةُ فَقَالَتْ هَذِهِ يَدْخُلُنِي الْجَبَّارُونَ وَالْمُتَكَبِّرُونَ وَقَالَتْ هَذِهِ يَدْخُلُنِي الضُّعَفَاءُ وَالْمَسَاكِينُ فَقَالَ اللَّهُ عَزَّ وَجَلَّ لِهَذِهِ أَنْتِ عَذَابِي أُعَذِّبُ بِكِ مَنْ أَشَاءُ وَرُبَّمَا قlَالَ أُصِيبُ بِكِ مَنْ أَشَاءُ وَقَالَ لِهَذِهِ أَنْتِ رَحْمَتِي أَرْحَمُ بِكِ مَنْ أَشَاءُ وَلِكُلِّ وَاحِدَةٍ مِنْكُمَا مِلْؤُهَا(رواه مسلم)
Dari Abu Hurairah berkata: Rasulullah Shallahu ‘alaihi wa Salam bersabda: “Surga dan neraka berbantah-bantahan. Neraka berkata: Orang-orang congkak dan sombong memasukiku. Surga berkata: ‘Orang-orang lemah dan orang-orang miskin memasukiku.’ Lalu Allah berfirman kepada neraka: ‘Kau adalah siksaKu, denganmu Aku menyiksa siapa pun yang Aku kehendaki.’ -mungkin Beliau bersabda: ‘Denganmu, Aku menimpakan (azab) pada siapa saja yang Aku kehendaki. Dan Allah berfirman kepada surga: ‘Kau adalah rahmat-Ku, denganmu Aku merahmati siapa saja yang Aku kehendaki dan masing-masing dari kalian berdua berisi penuh.” (HR. Muslim)

BACA JUGA  K3S SD Gugus IV Selaparang Gelar Workshop Perangkat Pembelajaran Berbasis Aplikasi

Surga dan neraka sebagai ciptaan Allah Maha Kuasa terhadap segala sesuatu juga tunduk patuh kepada-Nya, dan dapat berbicara dengan izin-Nya. Surga bangga dengan banyaknya orang lemah dan miskin yang memasukinya. Orang lemah yang tidak dipandang oleh manusia, karena sebagai rakyat jelata atau tidak mempunyai kedudukan apa-apa, akan tetapi doanya dikabulkan Allah Maha Mencintai. Orang miskin lebih dahulu masuk suga, karena hartanya yang sedikit, sehingga lebih cepat hisabnya. Kebanyakan isi surga adalah orang miskin atau zuhud yang bersabar dan konaah terhadap rezeki dari-Nya, serta beriman dan bertaqwa kepada Allah Maha Pencipta.

Firman Allah taala:
Dan sesungguhnya Kami telah menguji orang-orang yang sebelum mereka, maka sesungguhnya Allah mengetahui orang-orang yang benar dan sesungguhnya Dia mengetahui orang-orang yang dusta. (QS. Al-Angkabut: 3)

Azab-Nya kepada siapa saja yang dikehendaki, berdasarkan keluasan ilmu dan keadilan-Nya. Allah Maha Adil dan Bijaksana tidak pernah mendzalimi hamba-Nya, akan tetapi hamba-Nya sendiri yang mendzalimi dirinya sendiri. Neraka merupakan tempat tinggalnya orang yang congkak dan sombong, karena surga diharamkan bagi orang yang sombong lagi membanggakan diri dan sangat ingkar kepada Allah Maha Pemberi Rezeki..

أَبُو سَعِيدٍ الْخُدْرِيُّ عَنْ النَّبِيِّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَ إِنَّ فِي الْجَنَّةِ شَجَرَةً يَسِيرُ الرَّاكِبُ الْجَوَادَ الْمُضَمَّرَ السَّرِيعَ مِائَةَ عَامٍ مَا يَقْطَعُهَا (رواه مسلم)
Abu Sa’id Al Khudri dari Nabi Shallallahu ‘alaihi wa Salam bersabda: “Sesungguhnya di dalam surga itu terdapat sebuah pohon yang mana seorang pengendara yang mahir dan penuh persiapan berjalan dengan cepat di bawah naungannya selama 100 tahun, ia tidak juga sampai.” (HR. Muslim)
Ibnu Abidunnya meriwayatkan dari Ali r.a., bahwa Rasulullah, bersabda, Di surga ada pohon yang dari bawahnya keluar kuda dari emas yang berpelana dan bertali kekang. Kuda itu tidak berak ataupun kencing. Ia di tunggangi penghuni surga untuk terbang sesuai dengan keinginannya. Penghuni surga yang menempati tingkat lebih rendah bertanya. Ya. Tuhanku. Mengapa mereka memperoleh keutamaan seperti itu? Allah SWT. menjawab. Mereka dahulu melakukan shalat malam ketika kalian tidur dan melakukan shiam pada saat kalian makan. Mereka berinfak ketika kamu terbelenggu kebakhilan dan mereka berperang ketika kalian menghindarinya.

Bagi penduduk surga pohon tersebut bukan halangan untuk mengelilinginya, karena bagi mereka apabila berkeinginan secepat kilat melaluinya, maka akan terkabul sekerdipan mata. Pohon yang besar tersebut menunjukkan luasnya surga, sehingga pantas saja surga yang paling rendah luasnya 10 kali dunia. Tidak dapat dilogikakan bagaimana besarnya pohon tersebut, dan ahli menghayal atau penulis fiksi sekalipun tidak dapat melukiskannya dalam kata-kata atau tulisan.

Semoga kita termasuk orang beriman yang sungguh-sungguh menyiapkan bekal iman dan amal saleh untuk kehidupan setelah kematian!. Aamiin…