Sinar5news.com — Lombok Tengah — Peringatan Haul ke-19 Yayasan Pendidikan Nurul Mukhlishin Pondok Pesantren Hubbul Jiron Nahdlatul Wathan Diniyah Islamiyah (NWDI) Pringgarata berlangsung khidmat dan lancar. Ribuan jamaah dari berbagai wilayah di Lombok dan sekitarnya memadati halaman madrasah yayasan setempat, Minggu (25/01/2026).
Menghimpun data melalui NWDI media, Kegiatan haul ini dihadiri langsung oleh dzurriyyah Almagfurulahu Maulanasyaikh TGKH. Muhammad Zainuddin Abdul Majid Pancor. Pengantar pengajian haul disampaikan oleh Almukarrom TGH. Abdul Baasith Asdjazzi, Lc., M.E., sementara pengajian akbar disampaikan langsung oleh Syaikhuna Tuan Guru Bajang (TGB) Dr. H. Muhammad Zainul Majdi, Lc., M.A.

Dalam tausiyahnya, TGB menekankan pentingnya meneladani nilai perjuangan, keikhlasan, dan pengabdian para pendiri Nahdlatul Wathan, khususnya dalam membangun umat dan dunia pendidikan.
“Haul ini menjadi momentum untuk meneladani nilai perjuangan, keikhlasan, dan pengabdian para pendiri dalam membangun umat dan dunia pendidikan,” ujar TGB di hadapan jamaah.

TGB juga mengingatkan jamaah agar senantiasa menyadari hakikat diri sebagai hamba Allah dan tidak melupakan kewajiban beribadah atas segala nikmat yang telah dianugerahkan.
“Jangan menjadi manusia yang tidak tahu diri. Semua nikmat yang kita terima berasal dari Allah, namun jangan sampai lalai dalam beribadah,” tegasnya.

Lebih lanjut, TGB menekankan pentingnya semangat fastabiqul khairat dengan tetap menjaga rasa syukur serta memperkuat nilai kebersamaan. Menurutnya, terdapat tiga poin utama yang harus terus dipertahankan dalam perjuangan dan pengelolaan lembaga pendidikan.

Pertama, menjaga keikhlasan sebagai modal dasar perjuangan. Keikhlasan, kata TGB, merupakan sumber cahaya dalam perjuangan, sejalan dengan nama yayasan Nurul Mukhlishin yang berarti cahaya orang-orang yang ikhlas.
Kedua, menjaga modal dasar perjuangan berupa sikap kompak, utuh, dan bersatu dalam menegakkan iman dan takwa, yang harus dijalankan dengan penuh amanah.
Ketiga, dalam hal akidah wajib dipertahankan dan dijaga secara kokoh, namun dalam hal teknis dan pelaksanaan perjuangan perlu disesuaikan dengan perkembangan zaman. TGB mengutip kaidah:
“Ats-tsawabit fil ‘aqa’id wal mutaghayyirat fil mu’amalat,”
yang berarti hal-hal prinsip dalam agama dan perjuangan harus dipegang teguh, sedangkan dalam muamalah bersifat situasional dan rasional.

Ia juga mendorong agar inovasi di pondok pesantren terus dilakukan selama tidak mengubah modal dasar perjuangan. Salah satu gagasan yang disampaikan adalah perlunya pengembangan lembaga pendidikan persiapan santri tidak hanya ke Timur Tengah, tetapi juga ke Barat seperti Eropa dan wilayah lainnya.
Sementara itu, rangkaian kegiatan haul telah dimulai sejak Malam Ahad, Sabtu (17/01/2026). Keluarga besar santri dan santriwati YPNMPP Hubbul Jiron NWDI Pringgarata menggelar Hiziban Akbar serta ziarah ke makam Almagfurullah TGH. Muhammad Asy’ari QH., sebagai bagian dari rangkaian pra-acara haul.
Peringatan Haul ke-19 ini menjadi momentum refleksi spiritual sekaligus penguatan nilai-nilai perjuangan Nahdlatul Wathan dalam membangun pendidikan dan umat secara berkelanjutan.

