GURU SEJATI Oleh : Jamaluddin F Hasyim

GURU SEJATI Oleh : Jamaluddin F Hasyim

Hari Guru dianugerahkan kepada guru formal di sekolah dan madrasah. Setelah dewasa pengertian guru justru bergeser menjadi guru taklim dan guru mursyid. Dengan jenis guru semacam ini belajar dan mengaji tidak berbatas waktu dan berlangsung sepanjang hayat.

Guru Sekolah membuka kita kepada kemampuan dasar menjadi manusia. Guru Taklim mengajarkan pelajar (Thalib) pendalaman pemahaman agama (tafaqquh fi ad-din). Lebih dari itu, Guru Mursyid membimbing murid (salik) mengenal Rabbnya, menuju sampai (wushul) kepada-Nya. Kedua guru ini terus mengisi ruang batin tanpa henti hingga pada waktunya sang murid mampu mengajarkan ilmu kepada muridnya lagi. Inilah proses belajar yang sebenarnya, karena tidak ada lagi wisuda, inagurasi apalagi lembar ijasah untuk kepentingan duniawi, melainkan penerimaan sebagai murid untuk kemudian diberikan Ridha dan izin (ijazah) yang dengannya tersambung mata rantai (sanad) hingga ke Sang Nabi Rasulullah SAW, sang penerima Wahyu dari Allah SWT.

Sayyidina Abu bakar Ash-Shiddiq berkata:

لولا المربي ما عرفت ربي
“Tanpa Murabi, aku takkan kenal Rabb-ku”

Selamat Hari Guru, Guru masa lalu, kini dan mendatang..

BACA JUGA  "Presiden Prancis, Emmanuel Macron itu "Abu Jahal Modern", Pendukung Islamafobia".

Baca Selanjutnya

DARI PENULIS

BERITA TERKAIT

IKLAN

TERBANYAK DIBACA

BACA JUGA

BACA JUGA  Dalam Rangka HUT NTB Ke 61, Pemprov NTB Gelar Pameran Karya Masyarakat Di Jakarta. Di Buka Wapres KH.Ma’ruf Amin