Dubes RI : Tidak Perlu Bandingkan Kebijakan Indonesia Dengan Negara Lain Terkait Covid-19.

banner post atas

Sinar5News.com – Jakarta – Duta Besar Republik Indonesia untuk China Djauhari Oratmangun, menyampaikan tentang kondisi pemulihan masyarakat di Negara China dari Virus Corona yang saat ini sudah mencapai 90 persen. Namun, menurutnya hal itu tidak perlu membandingkan penanganan virus Corona yang dilakukan oleh negara lain dengan kebijakan yang tengah diambil pemerintah Indonesia saat ini.

Dilansir dari Detik.com ,Djauhari mengatakan tiap negara memiliki tatanan masyarakat dan orientasi langkah kebijakan yang akan berbeda pula “Mereka seperti diketahui bangun rumah sakit darurat. Lalu COVID-19 menjadi prioritas nasional dan presiden kemudian membentuk tim pengendalian Corona. Saya pikir sama seperti apa yang dilakukan pemerintah kita,” ujar Djauhari dalam diskusi virtual, Selasa 28 April 2020.

“Satu yang mungkin perlu kami sampaikan adalah jangan pernah untuk bandingkan Indonesia dengan negara-negara lain karena Indonesia kondisinya beda, tatanan masyarakatnya juga beda. Keputusan pemerintah sudah keputusan yang tepat, tinggal kita semua melaksanakan secara disiplin. Kalau ini dilakukan secara bersama-sama maka rantai penyebaran itu bisa kita tutup dan kurvanya bisa kita kontrol landai lagi,” ucap Djauhari.

Iklan

Pada momen yang sama, Djauhari juga menyampaikan terkait perkembangan virus Corona di China bahwa kasus Corona di China mengalami penurunan drastis.

“Mengenai kondisi hari ini, per hari ini total kumulatif yang terjangkit virus Corona di Tiongkok sejak awal sampai saat ini ada 84.367 kasus. Lalu yang meninggal itu 4.465 dan yang recover itu 78.667 kasus. Saat ini yang terkonfirmasi tinggal 1.057 kasus,” kata Djauhari.

Bukan hanya itu, Djauhari juga menyampaikan bahwa pada saat terjadinya kasus virus corona di Tiongkok pada bulan Desember lalu, diketahui terdapat 15.000 WNI yang menetap di Tiongkok.

BACA JUGA  Melangitkan Do'a dalam Indonesia Berhizib Serentak Pada Malam Nisfu Sya'ban

Namun, saat ini dia menyebutkan jumlah WNI yang menetap di Tiongkok berkisar 1.700 orang dan dalam keadaan sehat juga tidak ada yang terjangkit virus Corona.

“Saat ini (WNI) tinggal 1.700 yang ada di China dan kita komunikasi terus bersama mereka. Sampai saat ini dan mudah-mudahan mereka belum dan tidak terkena virus Corona ya,” sambungnya.

Dalam hal ini, selama masa lockdown berlangsung di China, pemerintah China menjamin kebutuhan pokok warga Wuhan selama masa lockdown berlangsung.

” untuk masalah logistik sudah dipastikan dipenuhi semua oleh pemerintah sentral dan pemerintah provinsi yang sudah siap. Lalu mobilisasi massa dalam konteks tenaga medis konsentrasi menyelesaikan masalah di provinsi Hubei, kota Wuhan,” lanjutnya.

Ia memfokuskan penanganan medis pada kota Wuhan yang menjadi episentrum awal penyebaran virus.

Saat ini, dapat dikatakan bahwa Pemerintah Indonesia tidak jauh berbeda dalam penanganan virus corona dengan Pemerintah China. Hal itu bisa dilihat dengan dibangunnya rumah sakit darurat khusus penanganan virus Corona di Indonesia, persis apa yang telah dilakukan oleh pemerintah China.