Sinar5news.com – Jakarta – Hujan lebat disertai angin kencang yang melanda wilayah Jakarta dalam beberapa waktu terakhir mengakibatkan sejumlah pohon tumbang di berbagai titik. Insiden terbaru terjadi di Jalan Metro Pondok Indah dan Jalan Dharmawangsa, Jakarta Selatan, yang bahkan menelan korban jiwa. Kejadian serupa juga dilaporkan di beberapa kecamatan di Jakarta Timur.
Menindaklanjuti peristiwa tersebut, Dinas Pertamanan dan Hutan Kota (Distamhut) DKI Jakarta meningkatkan intensitas peremajaan pohon tua yang berisiko tumbang, mulai 27 Oktober 2025. Kegiatan peremajaan difokuskan pada jalur hijau, tepian dan median jalan, serta area publik lainnya.
Kepala Distamhut DKI Jakarta, Fajar Sauri, menjelaskan bahwa pohon-pohon tua yang dinilai berisiko akan diganti dengan jenis pohon baru yang lebih sesuai dengan kondisi lingkungan perkotaan.
> “Kami memilih pohon dengan akar yang lebih kuat, tajuk yang ringan, serta tahan terhadap terpaan angin kencang. Langkah ini dilakukan untuk menjaga keamanan dan kenyamanan masyarakat, terutama menjelang puncak musim hujan,” ujar Fajar, Jumat (31/10).
Selain peremajaan, Distamhut DKI Jakarta juga memiliki program santunan bagi masyarakat yang menjadi korban akibat pohon tumbang. Nilai klaim maksimal sebesar Rp50 juta diberikan untuk korban meninggal dunia, dan Rp25 juta untuk kerusakan kendaraan atau bangunan.
Masyarakat dapat mengajukan klaim melalui email distama@jakarta.go.id atau langsung ke Kantor Dinas Pertamanan dan Hutan Kota Provinsi DKI Jakarta, dengan batas waktu pengajuan maksimal tujuh hari kerja setelah kejadian.
Guna mempercepat penanganan, posko siaga pohon tumbang juga telah disiapkan di tingkat kecamatan, kota, hingga provinsi. Petugas lapangan dari Satuan Pelaksana Pertamanan dan Hutan Kota disiagakan untuk merespons cepat setiap laporan masyarakat.
Laporan dapat disampaikan ke Posko Distamhut DKI Jakarta di Jalan Aipda KS Tubun, Jakarta Pusat, atau melalui petugas siaga Sdr. Suriadih (0857-7388-5599).
“Distamhut DKI berkomitmen meningkatkan pengawasan, perawatan, dan peremajaan pohon di seluruh wilayah demi keselamatan dan kenyamanan warga Jakarta selama musim hujan,” tegas Fajar.
Sebagai informasi, hingga Oktober 2025, Distamhut DKI Jakarta telah memangkas 62.161 pohon di berbagai titik Ruang Terbuka Hijau (RTH) di lima wilayah kota. Sementara itu, 5.722 pohon telah diperiksa kesehatannya dari aspek perakaran, batang, kemiringan, hingga lebar tajuk.
Sebelumnya, perwakilan Distamhut DKI juga telah melakukan takziah ke rumah duka mendiang Adi Sucipto, korban pohon tumbang di Kebayoran Baru, Jakarta Selatan, pada Jumat (31/10) pagi. Rumah duka beralamat di Kompleks Griya Serua Blok A No.3 RT 001/05, Bojongsari, Kota Depok.




