Dialog Pemuda dan Kades Tetebatu. Selesaian Kesalah Pahaman Dalam Membangun Desa.

banner post atas

Sinar5news.com – Selong – Kelompok Pemuda Tetabatu Bersatu, melakukan dialog dengan Kepala Desa Tetebatu terkait banyaknya isu yang berkembang dimasyarakat bahwa Kepala Desa dan jajarannya banyak melakukan penyimpangan dalam pekerjaannya. Diaula Kantor Desa setempat. Rabu(08/01/2020).

Juru bicara pemuda tetebatu Sabri menyampaikan bahwa kedatangannya ke kantor desa bukan untuk melakukan demo tetapi ingin mencari kejelasan tentang dugaan banyaknya penyimpangan dalam pelaksanaan roda pemerintahan didesa.

Foto : Drs.Saleh,MM Camat Sikur Kabupaten Lombok Timur NTB

“Kami dating hari ini,bukan demo tapi kami ingin mencari kejelasan tentang isu-isu yang saat ini banyak dibicarakan ditengah-tengah maasyarakat, terutama tentang adanya dugaan permaainan antara kepala desa pada saat rekrutmen atau penjaringan  calon sekdes dan Kepala Pelaksana Kewilayahan(dulu disebut kadus-red). Yang informasinya kades meminta uang sapai Rp.10 juta kepada calon yang jadi,” Ungkap Sabri.

Iklan

Ia juga menambahkan pertanyaannya bahwa masih ada pekerjaan gang atau rabat jalan yang sampai dengan habis tahun anggaran 2019 tetapi pekerjaannya tida selesai, bahkan informasinya meninggalkan hutang pada buruh yang bekerja. “Kenapa proyek tersebut tidak jadi sampai akhir tahun dan kemana uangnya,” tanyanya.

Mendapatkan pertanyaan seperti itu Penjabat Kades Tetebatu Humaidi,S.Ap yang dilantik bulan September 2019 lalu dan akan berakhir masa menjabatnya pada bulan Maret mendatang, menanggapi dan menjawab pertanyaan dari para pemuda tersebut.

“terkait isu saya minta uang Rp.10 juta kepada calon yang lulus jadi Sekdes maupun Kawil itu sama sekali tidak benar, memang pernah saya mengatakan kalau nanti ada yang lulus tidak ada salahnya untuk memberikan sumbangan untuk acara pelantikan sesuai dengan keikhlasannya, tapi kalau tidak mau itu tidak masalah,karena sumbangan itu untuk acara pelantikan mereka,” Jawab Humaidi.

Sedang terkait pertanyaan yang menyangkut pekerjaan yang belum selesai sampai akhir 2019 Humaidi mengatakan itu memang proyek yang dikerjakan dari semenjak saya belum menjadi penjabat Kades. Dan masyarakat tidak perlu hawatir karena kami akan selesaikan awal tahun ini.

BACA JUGA  MDI NW Jakarta Merupakan Salah Satu Madrasah yang Terus Aktif untuk Mendidik dan Membentuk Karakter Generasi Muda Indonesia

“Untuk jalan yang panjangnya 500 meter di dusun kembang sri, yang masih belum selesai dikerjakan sekitar 100 meter, masyarakat tidak perlu khawatir karena desa akan melanjutkan pengerjaannya diawal tahun ini, kalau soal kemana uangnya itu bukan ranah saya, karena saya saat itu belum sebagai penjabat Kades, tapi sekali lagi kita akan  selesaikan bangunan jalan tersebut,”Pungkasnya.

Setelah melakukan dialog akhirnya semua pesoalan jadi jelas, dan tidak ada lagi persoalan yang dicurigai atau dipertanyakan oleh masyarakat, semuanya transparan dan dibuka dalam dialog tersebut.

Camat Sikur Drs.M.Saleh,MM mengapresiasi dialog tersebut kaarena berjalan dengan damai dan semuanya jadi terang benderang dan dilakukan penuh kekluargaan sehingga apa yang dicurigai oleh masyarakat dalam pembangunan di Desa Tetebatu jadi Clear.

“Awalnya pertemuan ini dianggap akan ada demo besar-besaran, tapi kan kenyataannya sangat aman, mereka kan tadi duduk bersila antara perwakilan pemuda dengan perangkat desa. Dari dialog dengan duduk bersila tadi semuanya jadi cair, rupanya perwakilan pemuda hanya sekedar dating untuk klaripikasi isu ada ditengah-tengah masyarakat. Begitu dijelaskan oleh Pak Kades tadi kan mereka paham,” Terang Camat Sikur.(Bul)