Bulan Desember tahun 2019, aku dan keluarga masih berlibur di Cirebon menikmati hari-hari indah bersama kakek tercinta dan keesokan harinya…
Aku bangun dan menguap, setelah ku lihat jam ternyata baru jam 4 pagi. Dengan cepat aku pergi ke kamar mandi untuk pipis dan segera tidur lagi karena masih sangat ngantuk.
“De…k, ayo bangun sholat subuh!” Ayahku berkata sambil membangunkanku saat azan subuh. “Iya ya…h.” Kataku. Setelah sholat, aku bertanya sesuatu kepada ayahku.
“Yah, ada kerbau lagi mandi gak?” Lalu, ayahku menjawab, “Ada. Ada di sungai dekat sini…”
Tak terasa, aku melihat jam lagi ternyata sudah jam 4 sore. Memang, waktu itu berjalan sangat cepat. Selanjutnya, aku, ayah, dan adikku pergi ke sungai. Setelah sampai disana…
“Lidia, ternyata bener kata ayah. Ada kerbau lagi mandi.” Kataku pada Lidia. “Iya A. Bener.”
“Oh ya, sebenernya kerbau itu bisa dimakan tau, Lidia…”Setelah itu, Lidia berkata, “A, kerbau itu ada manfaatnya gak, A?” “Ada Lidia… Setiap 100 gram, terdapat kandungan kalsium 14 mg, kalori 79 kkal, zat besi/iron 3,3 mg, protein 18,7 gram, dan lemak 0,5 gram. Kalau daging kerbau per-kg paling sekitar 60 ribu-an. Ada lagi manfaatnya, kalau kulit sapi yang dibuat bedug suaranya nyaring, tapi kalau kulit kerbau kurang nyaring.” “Oh… gitu ya A. Kenapa kerbau bisa berenang A?” Lalu, aku berkata, “Kerbau bisa renang karena memang secara alami sudah bisa.” Aku berkata, kalau menurut National Research Council 1981, daging kerbau kurang dinikmati karena warna dagingnya kurang merah dan kandungan mioglobin yang tinggi.” Setelah jam 5 sore, kami putuskan untuk membeli rambutan dan pulang ke rumah kakekku dengan selamat…




