Sinar5news.com – Lombok Timur – Pemerintah Kabupaten Lombok Timur (Lotim) Provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB) menggelar Musyawarah Perencanaan Pembangunan (Musrenbang) Rencana Kerja Pemerintah Daerah (RKPD) Tahun 2027 yang berlangsung di Ballroom Kantor Bupati Lombok Timur, Kamis (09/04/2026).
Kegiatan ini menjadi puncak rangkaian proses perencanaan setelah digelar Musrenbang tingkat desa, kecamatan, forum perangkat daerah, hingga akhirnya dirumuskan kembali pada forum Musrenbang kabupaten.
Musrenbang RKPD Tahun 2027 mengusung tema “Mewujudkan Iklim Investsi yang Mempuni Melalui Peningkatan Added Value Sektor Unggulan Guna Mencapai Titik Awal Kulminasi Pembangunan”. Sebanyak 300 peserta hadir dalam kegiatan tersebut, terdiri dari unsur pemerintah daerah, kecamatan, desa, organisasi kemasyarakatan, tokoh agama, tokoh masyarakat, forum anak, forum jurnalis, serta berbagai mitra pembangunan lainnya.
Kepala Bappeda Lombok Timur Zaidar Rohman dalam laporannya menyampaikan bahwa Musrenbang RKPD merupakan forum strategis antar pemangku kepentingan untuk menyempurnakan pembahasan rencana pembangunan daerah. Forum ini diharapkan mampu menghimpun berbagai Aspirasi masyarakat dan menyatukan kesepahaman dalam penyusunan arah pembangunan. Penyusunan RKPD tahun 2027 juga diarahkan selaras dengan visi RPJMD Lombok Timur SMART (Sejahtera, Maju, Adil, Religius, dan Transparan).
Terkait capaian pembangunan tahun 2025, Zaidar Rohman menyampaikan bahwa berbagai indikator menunjukkan tren positif. Berdasarkan rilis Badan Pusat Statistik, tingkat kemiskinan Lombok Timur menurun dari 14,51 persen pada 2024 menjadi 13,53 persen pada 2025 menunjukkan dampak nyata program penganggulangan kemiskinan. Laju pertumbuhan ekonomi juga mencatat angka tertinggi, yakni 4,93 persen di Tahun 2025 dari 4,20 persen di Tahun 2024, yang ditopang oleh sektor penyediaan akomodasi dan makanan minuman, jasa keuangan dan asuransi, perdagangan, serta meningkatnya aktivitas pariwisata dan konsumsi masyarakat.
Indeks Pembangunan Manusia (IPM) turut mengalami kenaikan dan berada pada angka 72,35 persen, mencerminkan peningkatan pada usia harapan hidup serta sejumlah aspek pembangunan manusia lainnya.
Bupati Lombok Timur H. Haerul Warisin dalam sambutannya sekaligus membuka secara resmi Musrenbang RKPD 2027 menyampaikan bahwa tantangan pembangunan tahun 2027 akan semakin besar. Ia menegaskan bahwa capaian tahun 2025 merupakan prestasi yang harus dijaga.
“Saya tidak meminta peningkatan yang terlalu tinggi, mempertahankan saja capaian tahun 2025 sudah luar biasa. Karena seluruh program di tahun 2027 harus selaras dengan program provinsi dan pusat. Visi misi Lotim SMART, NTB Makmur Mendunia serta Asta Cita harus berjalan searah,” tegasnya.
Bupati juga menekankan pentingnya sinkronisasi RKPD dengan program prioritas pemerintah, termasuk pembangunan Koperasi Merah Putih, Sekolah Rakyat, Sekolah Garuda, Makan Bergizi Gratis serta berbagai program prioritas Presiden lainnya. Ia meminta seluruh perangkat daerah memastikan bahwa rencana pembangunan tahun 2027 disusun secara matang dan mantap, sesuai dengan arah pembangunan daerah, provinsi, dan nasional.
Dalam kesempatan tersebut, Bupati juga turut menyinggung pentingnya menjaga ketahanan pangan dan mengendalikan inflasi daerah. Ia menekankan perlunya upaya serius terutama pada komoditas yang sering memicu inflasi seperti cabai dan bawang merah. Kepala Dinas Pertanian diminta untuk menyiapkan langkah strategis agar stabilitas pangan tetap terjaga.
“Tahun 2027 banyak hal yang harus kita kerjakan, baik melalui APBD maupun APBN. Program pusat harus kita ikuti, terutama dalam bidang pendidikan dan pangan. Namun kita juga harus memastikan inflasi tetap terkendali,” ujarnya.
Musrenbang RKPD 2027 ini diharapkan menjadi pijakan penting dalam merumuskan arah pembangunan Lombok Timur agar semakin tangguh, adaptif terhadap perubahan, dan berkelanjutan dalam mewujudkan visi Lombok Timur SMART.(red)



