Buletin Jum’at HAMZANWADI EDISI 40

Buletin Jum’at HAMZANWADI EDISI 40

Bertafakur Terhadap Sifat Yang Membinasakan dan Menyelamatkan

Bertafakur (berfikir) adalah perilaku terpuji yang sangat dianjurkan dalam agama. Dengan bertafakur berarti kita telah berusaha untuk memanfaatkan nikmat akal yang telah diberikan oleh Allah SWT. kepada kita. Dengan memanfaatkan nikmat tersebut, berarti telah berusaha mensyukuri nikmat pemberian Allah SWT.

Tafakur sangat penting dalam kehidupan. Karena dengannya dapat diungkap beberapa permasalahan, beberapa keadaan yang ada pada diri kita sebagai manusia. Ada banyak hal yang bisa diungkap pada diri manusia, diantaranya adalah memahami beberapa sifat yang bisa membinasakan, menjerumuskan dan menghancurkan manusia. Dengan tafakur juga dapat digali beberapa sifat baik yang seharusnya ada pada diri seorang muslim, sifat tersebut dapat menyelamatkannya dari dunia sampai ke akhirat.

Sifat yang membinasakan dan menyelamatkan adalah dua sifat yang harus senantiasa diberikan perhatian dalam diri manusia. Dengan mengetahui sifat yang membinasakan, akan menjadi rem pengendali bagi manusia untuk berhati-hati dalam mengambil tindakan. Begitu juga dengan memahami sifat-sifat yang menyelamatkan, akan menjadi penunjuk dan pembimbing manusia untuk terus berada dijalan kebenaran, yaitu jalan yang diridhai Allah SWT.

Adapun diantara sifat yang membinasakan tersebut adalah kesalahan dan kejahatan yang ada pada diri sendiri yang menggangu dan merusak nilai dari amal ibadah kita diantaranya :

  1. Hawa nafsu
  2. Ghadhab ( marah )
  3. Kikir
  4. Sombong
  5. Riya
  6. Iri
  7. Dengki
  8. Malas
  9. Gemar menunda-nunda amal kebajikan
  10. Rakus terhadap harta, pujian, nama dan kemegahan diri.

Semua sifat yang membinasakan tersebut adalah rentetan dari sifat tercela yang bisa merusak nilai amal dan menodai sepak terjang dalam menjalani kehidupan sosial di tengah kehidupan masyarakat.

Setelah mengetahui berbagai sifat yang membinasakan, maka tafakur selanjutnya adalah bagaimana mendeteksi sejauh mana pengaruh sifat-sifat tersebut dalam diri kita dan bagaimana cara mengatasinya. Misalnya sudah diketahui bagaimana bahayanya sifat marah dalam kehidupan, maka langkah selanjutnya adalah berikhtiar mengatasinya sedikit demi sedikit untuk berusaha mengurangi marah atau berusaha untuk tidak marah ketika ada permasalahan atau ada sesuatu yang memancing munculnya kemarahan. Selengkapnya baca disini….ūüĎá

http://Buletin Jum’at HAMZANWADI EDISI 40

 

 

BACA JUGA  Buletin Jum'at HAMZANWADI EDISI 42

Baca Selanjutnya

BACA JUGA  "NAJIS ITU ADALAH DIRIMU"

DARI PENULIS

BERITA TERKAIT

IKLAN

TERBANYAK DIBACA

BACA JUGA