Pada era sekarang ini, tawuran seolah dijadikan menjadi sebuah tren yang sudah sangat membudaya di sebagian kalangan para remaja yang berada di jenjang pendidikan SMP, SMA dan yang sederajat dengan keduanya. Seolah tawuran tersebut adalah barometer bagi mereka supaya dikatakan sebagai pelajar yang hebat. Kalau tidak tawuran belum keren dan masih tertinggal zaman. Yang paling parah adalah munculnya anggapan bagi laki-laki yang tidak tawuran disebut dengan laki-laki bencong dan lemah.
Anggapan di atas sudah jelas merupakan pemikiran yang salah dan harus diluruskan. Begitu juga dengan tawuran yang dijadikan sebagai trend bagi pelajar, merupakan perilaku dan kebiasaan buruk yang harus segera diberantas supaya tidak menjadi budaya yang mendarah daging bagi para pelajar.
Image bagi remaja yang menjadikan tawuran sebagai trend masa kini bisa teratasi dengan baik dengan adanya kerjasama yang solid antara orang tua dan pihak sekolah yaitu para guru di sekolah.
Kerjasama yang baik antara orang tua dengan guru akan mengurangi bahkan bisa menutup peluang-peluang remaja untuk melakukan tawuran.
Disamping kerjasama antara orang tua dan guru, perlu juga dibuatkan benteng penyangga sebelum para remaja jatuh kepada jurang tauran.
Adapun beberapa model penyangga yang harus dilakukan oleh para remaja sebelum terjerumus kepada lembah tawuran adalah sebagai berikut :
a. Taat kepada Allah dengan berusaha menjalankan perintahnya dan berusaha menjauhi larangannya
b. Berbakti kepada kedua orang tua dan guru.
c. Banyak membaca buku untuk menambahkan pengetahuan dan wawasan.
Tiga langkah di atas merupakan sebuah usaha yang sangat baik untuk antisipasi mencegah terjadinya tauran antar remaja. Untuk lebih jelasnya tiga langkah di atas, ada baiknya untuk kita urai… selengkapnya baca disini 👇
BULETIN JUM’AT HAMZANWADI EDISI 123
Donasi ke Panti Asuhan Nahdlatul Wathan Jakarta melalui rekening resminya di – 32500 1002 159536 Bank BRI- atas nama PA.AS NAHDLATUL CQ SUHAIDI





