Sekitar pukul 12.20 WIB salah seorang yang bernama ibu Khalishah (istri Bapak Yuprizal) tetangga sebelah rumah berteriak membangunkan saya bersama istri untuk segera bangun, karena air sudah mulai menggenang walau hanya baru sebatas mata kaki di depan rumah. Betapa kagetnya saya dan langsung membangunkan istri dan anak saya Muhammad Akromul Fithrah guna segera bersiap-siap untuk meninggalkan rumah karena kondisi banjir yang sudah mulai menyebar di berbagai tempat. Banjir datang begitu cepat dalam waktu singkat bagaikan tsunami, air tiba-tiba memenuhi area perumahan Villa Gading Harapan 2, Sriamur, Tambun Utara, Kabupaten Bekasi yang terdiri dari Blok A, B, C, D dan F.
Sebelum kami meninggalkan rumah, semua barang-barang yang dianggap berharga kami selamatkan dan kami letakkan di tempat yang tinggi dengan harapan tidak terkena oleh banjir yang sangat dahsyat menerpa secara tiba-tiba. Demikian juga keluarga yang lain semuanya menyelamatkan barang-barang berharga mereka, diantaranya kendaraan motor dan mobil untuk segera di amankan di tempat yang tinggi dan diyakini tidak terkena oleh banjir. Ada yang menaruh kendaraannya di pinggir jalan raya, perumahan Suropati, halaman masjid Al-Ikhlas dan tempat-tempat lainnya.

Suasana begitu memprihatinkan mereka banyak yang terjebak oleh banjir sehingga bersusah payah untuk keluar dari genangan banjir yang sudah mencapai perut, dada, bahkan leher. Beruntung tim Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) kabupaten Bekasi dengan sigap mengevakuasi para warga untuk dapat keluar dari hantaman banjir yang sangat membahayakan. Para ketua RT dan tidak ketinggalan RT 006 RW 002 Ibu Kasiah bekerja sama dengan bapak RW ikut serta membantu para warga untuk dapat menyelamatkan diri dari genangan banjir yang sangat besar tersebut.



