Ayooo!! Makan Ubi Jalar Ungu, Mengandung Antosianin Penangkal Covid-19

banner post atas

Sinar5news.com – Jakarta – Dalam menjaga diri dari ancaman virus corona (Covid-19) dan keluarga masyarakat dituntuk untuk memiliki pola hidup bersih dan menjaga diri untuk tidak terlalu banyak berinteraksi dengan orang banyak.
Disamping itu juga masyarakat diharapkan untuk tidak mendatangi tempat-tempat keramaian jika itu tidak terlalu penting, dan diharapkan untuk berdiam diri dirumah. Dalam suasana tinggal dirumah tentu akan membutuhkan makanan sebagai peneman dalam beristirahat dan ternyata mengkomsumsi Ubu Jalar Ungu dapat memberikan kekebalan tubuh kita terhadap serangan Covid-19.

Balai Penelitian Tanaman Aneka Kacang dan Umbi (Balitkabi) Kementerian Pertanian mengajak masyarakat untuk mengonsumsi ubi jalar ungu sebagai asupan untuk meningkatkan imunitas dalam menghadapi wabah COVID-19.

Iklan

Kepala Balitkabi Kementan Yuliantoro Baliadi menjelaskan ubi ungu sangat bagus dikonsumsi karena mengandung antosianin pemecahan senyawa beracun yang dapat menambah kekebalan dan kebugaran tubuh.

Kunci utama dalam memberikan perlindungan daya tahan tubuh terhadap virus adalah mengonsumsi makanan yang mengandung antosianin. Salah satunya lewat ubi ungu, kata Yuliantoro di Jakarta, Minggu (22/03/2020).

Sejak 2014, kata Yuliantoro, Badan Penelitian dan Pengembangan Pertanian melalui Balitkabi telah melepas ubi ungu unggulan dengan nama varietas Antin 3. Varietas tersebut memiliki kadar antosianin tinggi yaitu 150,7 mg atau 100 g (bb).

Ubi ungu varietas Antin 3 adalah varietas unggulan yang mengandung kadar antosianin tinggi, bahkan lebih tinggi dari varietas yang berasal dari Jepang yaitu varietas Ayamurasaki.

Sementara itu, Kepala Pusat Penelitian dan Pengembangan Tanaman Pangan (Puslitbangtan) Kementan, Haris Syahbuddin menjelaskan bahwa ubi ungu adalah panganan fungsional yang kelebihannya sangat bermanfaat untuk kesehatan.

Berdasarkan deskripsinya, selain memiliki kadar antosianin tinggi, ubi ungu juga memiliki potensi hasil yang tinggi yaitu 30,6 ton per hektare dengan umur panen 4 hingga 4,5 bulan.

BACA JUGA  Sepuluh Pasar  Di Lotim Akan Jadi Contoh Penerapan Protokol Kesehatan Menuju New Normal

“Varietas ini juga agak tahan penyakit kudis, tahan hama boleng, toleran kekeringan dan cocok ditanam pada lahan tegalan atau sawah sesudah tanaman padi,” kata Haris.

Covid-19 adalah jenis virus mematikan karena mampu menular secara cepat dari manusia ke manusia lain. Virus ini menular melalui batuk atau bersin orang yang terpapar. Sampai saat ini belum ada vaksin yang bisa mengobati penyakit ini. Namun demikian, banyak juga yang telah pulih karena sistem kekebalan tubuhnya dapat melawan virus tersebut.

“Virus corona adalah virus yang menguji daya tahan tubuh, jadi untuk meningkatkan daya tahan tubuh di saat merebaknya virus corona harus
mengonsumsi makanan yang mengandung antosianin,” Pungkas Haris.(Bul/red)