Alasan Sederhana Senang Mengikuti Pembacaan Tarekat HIZIB Nahdlatul Wathan.

banner post atas

Ternyata suasana mendung tadi malam (13/1/2020) tidak menyurutkan semangat warga untuk mengikuti doa bersama pembacaan Tarekat HIZIB Nahdlatul Wathan yang bisa dibaca satu kali dalam satu bulan setiap malam selasa.

Pembacaan Tarekat HIZIB ini diikuti oleh sekitar tiga ratusan jamaah yang memenuhi Masjid Hamzanwadi, terdiri dari bapak-bapak dan ibu-ibu dari jamaah pengajian, dan diramaikan oleh anak-anak dan para santri yang mukim di dalam lingkungan Ponpes NW Jakarta.

Iklan

Pembacaan Tarekat yang sangat ramai. Antusias jamaah dalam menghadiri acara ini terlihat jelas ketika mereka berbondong-bondong memasuki masjid Hamzanwadi untuk mengikuti pembacaan Tarekat HIZIB. Mendung tadi malam seolah diyakini tidak menurunkan hujan sehingga tidak menyurutkan niat dan langkahnya untuk mengikuti kegiatan tersebut.

Masjid Hamzanwadi dipenuhi oleh para jamaah yang mengikuti pembacaan Tarekat Hizib. Didalam dan luar masjid bagian belakang dan sebelah kanan, diisi oleh anak-anak, para santri dan bapak-bapak. Sedangkan sebelah kiri bagian luar diisi oleh ibu-ibu. Banyaknya jamaah yang hadir mengeluarkan suara zikir yang sangat ramai memenuhi ruang Masjid Hamzanwadi.

” Saya tertarik dengan kumpulan doa-doa yang ada pada Tarekat HIZIB, serta menyenangi lantunan lagu pembacaannya.” Terang Alawi salah satu jamaah yang mengikuti pembacaan Tarekat HIZIB tadi malam (13/1/2020).

Alasan yang masuk akal kalau antusiasnya mengikuti kegiatan tersebut sebab kumpulan doa-doa yang ada didalamnya. Karena Syaikh Zainuddin Abdul Madjid menyusun Tarekat HIZIB dengan doa-doa pilihan yang diambil dari alqur’an dan hadits serta amalan salafussolihin yang ditulis dalam bentuk sederhana, serta pariasi lagu yang digunakan indah dan mudah diikuti. Hal ini yang meringankan bagi setiap pembacanya untuk mengamalkan atau menghafalnya. Tarekat inilah yang disebut dengan tarekat akhir zaman. Karena cocok diamalkan dalam segala keadaan, tidak terikat dengan waktu dan tempat.

BACA JUGA  Haul Pendiri NW Ribuan Muhibbin memenuhi Ponpes Nuril Aini Banten

Acara tadi malam bukan saja diisi dengan pembacaan tarekat HIZIB, akan tetapi dimeriahkan dengan acara cukur rambut dari salah seorang jamaah.

Usai pembacaan Tarekat HIZIB. Selanjutnya dilanjutkan dengan acara cukur rambut diiringi dengan pembacaan rawi yang dipandu oleh Ust. Zaki, salah seorang pengajar di Ponpes NW Jakarta. Selanjutnya anak yang cukur rambut tersebut dibawa keliling ke depan para jamaah untuk dipotong rambutnya dan diberikan do’a.

Kegiatan cukur rambut adalah termasuk kegiatan yang bisa dilakukan di Pesantren NW Jakarta disetiap momen-momen tertentu seperti dalam acara Pembacaan Tarekat HIZIB yang dilaksanakan satu kali dalam satu bulan, acara haul yang biasa diselenggarakan setiap tahun dan pembacaaan Hizib yang sering dilakukan setiap malam jum’at.

Tidak ketinggalan, Khadroh PONPES NW Jakarta ikut serta memeriahkan dan meramaikan acara cukur rambut tersebut dengan mengiringi lantunan pembacaan rawi sampai acara selesai. Fathi.