Aksi Teroris Terjadi karena Kurangnya Komunikasi Sosial

Aksi Teroris Terjadi karena Kurangnya Komunikasi Sosial

Sinar5news.com- Pakar komunikasi dari Universitas Islam Negeri (UIN) Mataram, Dr. Kadri, M.Si memiliki pandangan berbeda tentang aksi teror seperti bom bunuh diri yang terjadi di depan Gereja Katedral kota Makassar pada Minggu (28/3/2021).

Menurutnya, aksi bom bunuh diri seperti yang terjadi di kota Makassar adalah puncak aksi dari rangkaian proses yang dilakukan oleh sang pelaku. Berdasarkan informasi dari beberapa media diketahui bahwa sebelum melakukan aksi bom bunuh diri, pelaku telah menyiapkannya di rumah, belajar dari berbagai sumber, termasuk secara online.

Fakta ini menurut Kadri, menunjukkan bahwa “pelaku menyiapkan rencana aksi di saat mereka hidup bersama lingkungan sosialnya, namun hal itu tidak diketahui oleh tetangga atau kerabat karena tidak ada komunikasi yang berlangsung di antara mereka”, ungkap Dr. Kadri.

Dalam konteks inilah menurut Kadri pentingnya dihidupkan komunikasi sosial level kelembagaan yang paling bawah seperti Rukun Tetangga (RT). “Setiap masyarakat yang ada di dalam lingkup RT wajib membangun system komunikasi internal sebagai upaya menghidupkan relasi sosial di antara mereka”, demikian Kadri menambahkan.

Secara tegas Doktor Ilmu Komunikasi ini menyebut bahwa ada problem komunikasi yang berkontribusi bagi maraknya aksi teror dan tumbuhkembangnya kelompok radikal di Indonesia.
“kelompok radikal dan pelaku teror selalu tertutup atau menutup akses orang lain untuk mengetahui aktivitasnya, hatta orang tuanya sekalipun”. Kenyatan ini menurut Kadri akan mempermulus rencana aksi yang hendak mereka lakukan.

“Idealnya, setiap apa yang dilakukan oleh seorang anak mesti diketahui oleh orang tuanya. Dan orang tua harus pro aktif untuk mendeteksi setiap aktivitas anak mereka. Mereka ngaji di mana, ngaji tentang apa, gurunya siapa, dan seterusnya. Bila data anak dipahami oleh orang tua maka mereka akan bisa mencegah sejak dini bila terdeteksi sang anak mempelajari hal-hal yang bertentangan dengan nilai-nilai agama dan kemanusiaan”, jelasnya. (MAN)

Baca Selanjutnya

DARI PENULIS

BERITA TERKAIT

IKLAN

TERBANYAK DIBACA

BACA JUGA