“Ada Dua Nikmat Allah Yang Tidak Dapat Kamu Hindari” Oleh : Prof. Dr. H. Ahmad Thib Raya, M.A

0
99
banner post atas

Ibn Atha’illah berkata dalam untaian kalimat hikmahnya yang ke-98: 

98 أَنعْمََ علَيْكَ أوَّلاً بِالإِيْجَادِ وَثَانِيًا بِتَوَالِي الإِمْدَادِ.
“Mula-mula Dia memberimu nikmat penciptaan, lalu Dia memberimu nikmat pemenuhan semua kebutuhanmu secara terus-menerus.”

Kata kunci kalimat hikmah di atas adalah: “Nikmat pertama adalah menciptakanmu dan nikmat kedua adalah pemnuhan semua kebutuhanmu tanpa henti sampai engkau mati.”

Iklan

Tahukah engkau apa nikmat penciptaan itu? Nikmat penciptaan adalah nikmat yang ada di dalam dirimu.

Begitu banyak nikmat penciptaan yang telah Allah berikan kepadamu. Ada dua nikmat yang paling besar yang diberikan kepadamu, yaitu nikmat fisikmu (jasmanimu) dan nikmat mentalmu (rohanimu). Nikmat fisikmu, berupa badan (jasmani) yang terdiri atas banyak nikmat, seperti nikmat kepala, nikmat rambut, nikmat mata, nikmat hidung, nikmat telinga, nikmat telapak tangan, nikmat lengan, nikmat siku, nikmat kaki, nikmat betis, nikmat lutut, nikmat paha, nikmat jantung, nikmat hati, nikmat ginjal, nikmat usus, nikmat lambung, nikmat dubur, nikmat qubul, dan berbagai nikmat kecil yang memiliki fungsi-fungsi tersendiri di dalam badanmu, yang kita tidak tahu berapa banyak jumlahnya. Tanpa nikmat-nikmat itu engkau tidak akan dapat menjalani kehidupanmu dengan baik dan sempurna.

Nikmat rohanimu, berupa rohmu yang membuat badanmu (fisikmu) hidup. Tanpa nikmat roh badanmu tidak bisa hidup dan engkau pun tidak bisa hidup, dan tidak ada. Allah memberikan kepadamu nikmat akal yang membuat engkau dapat berpikir, nikmat hati yang membuat engkau marasa dan memahami sesuatu, dan nikmat nafsu yang membuat engkau terdorong untuk berbuat dan bekerja. Tanpa nikmat-nikmat itu engkau tidak akan bisa hidup sebagai manusia yang normal.

Tahukah engkau apa nikmat pemenuhan kebutuhan itu? Nikmat pemenuhan kebutuhanmu adalah segala nikmat yang ada di luar dirimu.
Tanpa nikmat-nikmat ini engkau tidak akan bisa hidup, engkau akan mati. Begitu banyak nikmat yang ada di luar dirimu, di antaranya nikmat malam, nikmat siang, nikmat tanah tempat engkau berpijak, nikmat makanan dengan segala macam bentuk dan ragamnya untuk kamu makan, nikmat minuman dengan segala macam bentuk dan ragamnya untuk kamu minum, nikmat air yang kamu gunakan untuk segala kebutuhanmu, nikmat udara yang engkau hirup setiap saat, dan segala nikmat lain yang tidak akan bisa kita hitung jumlahnya. Semua itu sangat dibutuhkan badanmu dan sangat dibutuhkan oleh dirimu. Nikmat-nikmat itu terus-menerus Allah berikan kepadamu tanpa henti sampai engkau mati.

Tanpa nikmat-nikmat itu semua, kamu tidak akan bisa hidup walaupun Allah telah memberikan berbagai macam nikmat penciptaan kepadamu. Kalau engkau diberikan Allah nikmat penciptaan, tetapi Allah tidak memberikan nikmat pemenuhan kebutuhanmu, maka nikmat penciptaan itu tidak akan bisa hidup. Kalau Allah memberikan nikmat pemenuhan kebutuhanmu, tetapi Allah tidak memberikan nikmat penciptaan kepadamu, maka nikmat-nikmat itu tidak akan mungkin dinikmati.

Nikmat penciptaan dan nikmat pemenuhan kebutuhan yang diberikan oleh Allah untuk kita tidak diminta oleh Allah untuk diganti, tidak diminta untuk dibayar, dan tidak diminta untuk ditebus. Allah hanya meminta kepada kita untuk mensyukurinya dengan beriman kepada-Nya, bertakwa kepada-Nya, menaati perintah-Nya dan melaksanakan semua perintah-Nya dan meninggalkan semua larangan-Nya. Hany itu yang Allah minta. Manfaatkan dua nikmat yang besar itu untuk kebaikan dan kebaikan sebagai wujud syukurmu atas nikmat itu.

Semoga renungan ini bermanfaat bagi kita dalam rangka menjalani kehidupan kita.