Khutbah Jum’at Edisi 8 Oktober 2026 Ujian Kebaikan dan Keburukan Dalam Kehidupan
KHUTBAH PERTAMA
الحَمْدُ لِلّٰهِ، الحَمْدُ لِلّٰهِ الَّذِي بِنِعْمَتِهِ تَتِمُّ الصَّالِحَاتُ، وَبِطَاعَتِهِ تَنَالُ الدَّرَجَاتِ. أَشْهَدُ أَنْ لَا إِلٰهَ إِلَّا اللّٰهُ وَحْدَهُ لَا شَرِيْكَ لَهُ، وَأَشْهَدُ أَنَّ سَيِّدَنَا وَنَبِيَّنَا مُحَمَّدًا عَبْدُهُ وَرَسُوْلُهُ الدَّاعِي إِلَى الرِّضْوَانِ.
اللّٰهُمَّ صَلِّ وَسَلِّمْ وَبَارِكْ عَلَى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ، وَعَلَى آلِهِ وَأَصْحَابِهِ وَمَنْ تَبِعَهُمْ بِإِحْسَانٍ إِلَى يَوْمِ الدِّيْنِ.
أَمَّا بَعْدُ، فَيَا أَيُّهَا الحَاضِرُوْنَ رَحِمَكُمُ اللّٰهُ، أُوْصِيْكُمْ وَنَفْسِي بِتَقْوَى اللّٰهِ فَقَدْ فَازَ المُمَّقُوْنَ. قَالَ اللّٰهُ تَعَالَى فِي كِتَابِهِ الكَرِيْمِ:
يَا أَيُّهَا الَّذِيْنَ آمَنُوا اتَّقُوا اللّٰهَ حَقَّ تُقَاتِهِ وَلَا تَمُوْتُنَّ إِلَّا وَأَنْتُمْ مُسْلِمُوْنَ
Jamaah Shalat Jumat yang Dimuliakan Allah SWT,
Alhamdulillah, mari kita memanjatkan rasa syukur yang mendalam ke hadirat Allah SWT. Pada siang yang penuh keberkahan ini, kita kembali dihimpunkan untuk menunaikan kewajiban shalat Jumat secara berjamaah di masjid yang mulia dan kita cintai ini.
Shalawat beriring salam tak lupa kita curahkan kepada Baginda Nabi Besar Muhammad SAW, beserta segenap keluarga dan para sahabat beliau. Semoga kita yang hadir di rumah Allah ini berhak mendapatkan syafaat beliau kelak di yaumil akhir. Amin ya Rabbal ‘alamin.
Sebelum khatib menyampaikan materi khutbah, dari atas mimbar ini khatib berwasiat khusus untuk diri pribadi dan kepada jamaah sekalian: marilah kita senantiasa meningkatkan kualitas ketakwaan kita kepada Allah SWT, dengan istiqamah melaksanakan seluruh perintah-Nya serta istiqamah menjauhi segala larangan-Nya.
Kaum Muslimin yang Berbahagia Rahimakumullah,
Apabila kita berbicara tentang hakikat kehidupan di atas dunia ini, sesungguhnya dunia adalah medan ujian. Kehidupan tidak pernah statis; ia senantiasa berputar. Ada yang diuji dengan kebaikan, ada yang diuji dengan keburukan. Ada yang diuji dengan kekayaan, ada pula yang diuji dengan kemiskinan. Ada yang diuji dengan kelapangan, dan ada yang diuji dengan kesempitan. Semuanya ditujukan untuk menguji kualitas diri kita di hadapan Sang Maha Pencipta.
Banyak di antara kita menganggap bahwa ujian itu hanyalah kemiskinan, penyakit, atau kekurangan. Padahal, kenikmatan—seperti harta, jabatan, kesehatan, dan kekuatan—juga merupakan bentuk ujian yang sangat nyata. Allah SWT memetakan hakikat ini dalam Al-Qur’an Surat Al-A’raf ayat 168:
وَقَطَّعْنَاهُمْ فِي الْأَرْضِ أُمَمًا ۖ مِنْهُمُ الصَّالِحُونَ وَمِنْهُمْ دُونَ ذٰلِكَ ۖ وَبَلَوْنَاهُمْ بِالْحَسَنَاتِ وَالسَّيِّئَاتِ لَعَلَّهُمْ يَرْجِعُونَ
Artinya: “Dan Kami bagi-bagi mereka di dunia ini menjadi beberapa golongan; di antaranya ada orang-orang yang saleh dan di antaranya ada yang tidak demikian. Dan Kami uji mereka dengan (nikmat) yang baik-baik dan (bencana) yang buruk-buruk, agar mereka kembali (kepada kebenaran).”
Dari ayat ini kita belajar bahwa manusia terbagi menjadi dua kelompok besar: orang shaleh dan orang yang tidak shaleh. Dalam perjalanannya, kedua keadaan—kebaikan dan keburukan—diturunkan agar manusia senantiasa menyadari hakikat dirinya dan kembali ke jalan yang benar.
Jamaah Sekalian yang Rahmatullah Menerpanya,
Ketika kita menerima kebaikan, ingatlah bahwa itu bukan semata-mata karena kepintaran, kehebatan, atau pengalaman kita. Semua itu adalah pemberian Allah untuk menguji apakah kita menjadi hamba yang bersyukur atau justru kufur nikmat. Jika kita bersyukur dan menyalurkan nikmat tersebut pada jalan yang diridhai-Nya, itulah wujud kebenaran yang hakiki.
Jangan sampai kita lupa diri dan sombong. Sejarah telah mencatat betapa banyak penguasa gagah perkasa dan hartawan yang hancur karena kesombongannya:
-
Firaun: Raja yang teramat sombong hingga mengaku sebagai tuhan. Namun saat azab Allah datang, ia mati secara hina di dalam gulungan Laut Merah. Seseorang yang mengaku tuhan ternyata tak berdaya menghadapi beberapa teguk air laut yang menyumbat tenggorokannya.
-
Qarun: Kunci-kunci gudang kekayaannya saja harus dipikul oleh sekelompok orang yang kuat. Namun karena pelit, bakhil, dan enggan mengeluarkan zakat serta merasa kekayaannya adalah hasil kepintarannya sendiri, Allah membenamkan Qarun beserta seluruh hartanya ke dalam perut bumi tanpa tersisa.
Jatuhnya seseorang sering kali bukan terjadi saat berada dalam kesusahan, melainkan saat ia berada di puncak kenikmatan namun lupa mensyukurinya. Sebaliknya, ketika ditimpa kesusahan, banyak orang yang justru sanggup bertahan dan bersabar karena yakin bahwa di balik kesulitan pasti ada kemudahan. Allah SWT menegaskan dalam Surat Al-Insyirah ayat 5-6:
فَإِنَّ مَعَ الْعُسْرِ يُسْرًا – إِنَّ مَعَ الْعُسْرِ يُسْرًا
Artinya: “Maka sesungguhnya bersama kesulitan ada kemudahan. Sesungguhnya bersama kesulitan ada kemudahan.”
Sidang Jumat yang Berbahagia,
Kadang kala, ujian itu tidak datang dari jauh, melainkan dari sekeliling kita: dari anak-anak kita, pasangan hidup kita, atau tetangga di kiri dan kanan kita. Ujian ini menguji apakah kita semakin mendekatkan diri kepada Allah, memohon pertolongan dan berdoa kepada-Nya, atau justru menyelesaikan masalah dengan cara-cara yang dilarang agama—seperti meluapkan emosi tak terkendali, pergi ke dukun, atau membalas dendam.
Rasulullah SAW telah memberikan panduan yang indah dan tuntas bagi orang beriman dalam menghadapi dua roda kehidupan ini, sebagaimana diriwayatkan dalam Hadits Riwayat Muslim (No. 2999) dari Suhaib radhiyallahu ‘anhu:
عَجَبًا لِأَمْرِ الْمُؤْمِنِ إِنَّ أَمْرَهُ كُلَّهُ خَيْرٌ وَلَيْسَ ذَاكَ لِأَحَدٍ إِلَّا لِلْمُؤْمِنِ ، إِنْ أَصَابَتْهُ سَرَّاءُ شَكَرَ فَكَانَ خَيْرًا لَهُ ، وَإِنْ أَصَابَتْهُ ضَرَّاءُ صَبَرَ فَكَانَ خَيْرًا لَهُ
Artinya: “Sungguh menakjubkan urusan seorang mukmin, sungguh semua urusannya adalah baik baginya, dan hal itu tidak dimiliki oleh seorang pun kecuali orang mukmin: Jika ia mendapatkan kesenangan (kebaikan), ia bersyukur, maka itu baik baginya. Dan jika ia ditimpa kesusahan (keburukan), ia bersabar, maka itu pun baik baginya.”
Mari kita jadikan pribadi kita seperti yang digambarkan Rasulullah SAW: bersyukur saat menerima kelapangan dan bersabar saat diterpa kesempitan. Semoga Allah SWT senantiasa menguatkan kita dan mengaruniakan keselamatan dalam setiap helai kehidupan kita.
بَارَكَ اللّٰهُ لِي وَلَكُمْ فِي القُرْآنِ العَظِيْمِ، وَنَفَعَنِي وَإِيَّاكُمْ بِمَا فِيْهِ مِنَ الآيَاتِ وَالذِّكْرِ الحَكِيْمِ. أَقُوْلُ قَوْلِي هٰذَا وَأَسْتَغْفِرُ اللّٰهَ العَظِيْمَ لِي وَلَكُمْ وَلِسَائِرِ المُسْلِمِيْنِ وَالمُسْلِمَاتِ، فَاسْتَغْفِرُوْهُ إِنَّهُ هُوَ الغَفُوْرُ الرَّحِيْمُ.
KHUTBAH KEDUA
الْحَمْدُ لِلّٰهِ حَمْدًا كَثِيرًا كَمَا أَمَرَ، وَأَشْهَدُ أَنْ لَا إِلٰهَ إِلَّا اللّٰهُ وَحْدَهُ لَا شَرِيكَ لَهُ إِرْغَامًا لِمَنْ جَحَدَ بِهِ وَكَفَرَ، وَأَشْهَدُ أَنَّ سَيِّدَنَا وَنَبِيَّنَا مُحَمَّدًا عَبْدُهُ وَرَسُولُهُ سَيِّدُ الْإِنْسِ وَالْبَشَرِ.
اللّٰهُمَّ صَلِّ وَسَلِّمْ وَبَارِكْ عَلَى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ وَعَلَى آلِهِ وَأَصْحَابِهِ وَمَنْ تَبِعَهُمْ بِإِحْسَانٍ مَا اتَّصَلَتْ عَيْنٌ بِنَظَرٍ وَأُذُنٌ بِخَبَرٍ.
أَمَّا بَعْدُ، فَيَا أَيُّهَا النَّاسُ، اتَّقُوا اللّٰهَ تَعَالَى فِيمَا أَمَرَ، وَانْتَهُوا عَمَّا نَهَى عَنْهُ وَزَجَرَ. وَاعْلَمُوا أَنَّ اللّٰهَ أَمَرَكُمْ بِأَمْرٍ بَدَأَ فِيهِ بِنَفْسِهِ، وَثَنَّى بِمَلَائِكَتِهِ الْمُسَبِّحَةِ بِقُدْسِهِ، فَقَالَ تَعَالَى فِي كِتَابِهِ الْكَرِيمِ:
إِنَّ اللّٰهَ وَمَلَائِكَتَهُ يُصَلُّونَ عَلَى النَّبِيِّ ۚ يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا صَلُّوا عَلَيْهِ وَسَلِّمُوا تَسْلِيمًا
اللّٰهُمَّ صَلِّ عَلَى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ وَعَلَى آلِ سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ، كَمَا صَلَّيْتَ عَلَى سَيِّدِنَا إِبْرَاهِيمَ وَعَلَى آلِ سَيِّدِنَا إِبْرَاهِيمَ، وَبَارِكْ عَلَى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ وَعَلَى آلِ سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ، كَمَا بَارَكْتَ عَلَى سَيِّدِنَا إِبْرَاهِيمَ وَعَلَى آلِ سَيِّدِنَا إِبْرَاهِيمَ، فِي الْعَالَمِينَ إِنَّكَ حَمِيدٌ مَجِيدٌ.
اللّٰهُمَّ اغْفِرْ لِلْمُسْلِمِينَ وَالْمُسْلِمَاتِ، وَالْمُؤْمِنِينَ وَالْمُؤْمِنَاتِ، الْأَحْيَاءِ مِنْهُمْ وَالْأَمْوَاتِ، إِنَّكَ سَمِيعٌ قَرِيبٌ مُجِيبُ الدَّعَوَاتِ، وَيَا قَاضِيَ الْحَاجَاتِ.
اللّٰهُمَّ أَعِزَّ الْإِسْلَامَ وَالْمُسْلِمِينَ، وَأَذِلَّ الشِّرْكَ وَالْمُشْرِكِينَ، وَانْصُرْ عِبَادَكَ الْمُوَحِّدِينَ، وَانْصُرْ مَنْ نَصَرَ الدِّينَ، وَاخْذُلْ مَنْ خَذَلَ الْمُسْلِمِينَ.
اللّٰهُمَّ ادْفَعْ عَنَّا الْبَلَاءَ وَالْوَبَاءَ وَالزَّلاَزِلَ وَالْمِحَنَ وَسُوءَ الْفِتَنِ، مَا ظَهَرَ مِنْهَا وَمَا بَطَنَ، عَنْ بَلَدِنَا هٰذَا خَاصَّةً وَسَائِرِ بُلْدَانِ الْمُسْلِمِينَ عَامَّةً، يَا رَبَّ الْعَالَمِينَ.
اللّٰهُمَّ اجْعَلْنَا مِنَ الشَّاكِرِينَ عِنْدَ النَّعْمَاءِ، وَمِنَ الصَّابِرِينَ عِنْدَ الْبَلَاءِ، وَلَا تَجْعَلْنَا مِنَ الْغَافِلِينَ.
رَبَّنَا آتِنَا فِي الدُّنْيَا حَسَنَةً وَفِي الْآخِرَةِ حَسَنَةً وَقِنَا عَذَابَ النَّارِ.
عِبَادَ اللّٰهِ، إِنَّ اللّٰهَ يَأْمُرُ بِالْعَدْلِ وَالْإِحْسَانِ وَإِيتَاءِ ذِي الْقُرْبَىٰ وَيَنْهَىٰ عَنِ الْفَحْشَاءِ وَالْمُنْكَرِ وَالْبَغْيِ، يَعِظُكُمْ لَعَلَّكُمْ تَذَكَّرُونَ. فَاذْكُرُوا اللّٰهَ الْعَظِيمَ يَذْكُرْكُمْ، وَاشْكُرُوهُ عَلَى نِعَمِهِ يَزِدْكُمْ، وَلَذِكْرُ اللّٰهِ أَكْبَرُ، وَاللّٰهُ يَعْلَمُ مَا تَصْنَعُونَ.
DATA PENULIS
-
Nama: Marolah Abu Akrom, S.Ag, MM (Ust. Amrullah)
-
Profesi: Jurnalis Sinar5News.com & Guru BK (SMP NW/Lab Jakarta)
-
Dakwah: Khatib Jum’at DKI Jakarta & Bekasi, Penulis Naskah Khutbah Nasional.
-
Spesialisasi: Penggagas Metode Al Akrom (5 Jam Bisa Baca Al-Qur’an) & Pengajar Tahsin/Tafsir.
-
Karya: Penulis 32 buku & Pencipta 13 album lagu religi.
-
Media: YouTube: Abu Akrom Channel & SinarLIMA TV
-
Kontak: 0878-8727-0732
بَارَكَ اللّٰهُ لِي وَلَكُمْ فِي القُرْآنِ العَظِيْمِ، وَنَفَعَنِي وَإِيَّاكُمْ بِمَا فِيْهِ مِنَ الآيَاتِ وَالذِّكْرِ الحَكِيْمِ. أَقُوْلُ قَوْلِي هٰذَا وَأَسْتَغْفِرُ ا عَلَى نِعَمِهِ يَزِدْكُمْ، وَلَذِكْرُ اللّٰهِ أَكْبَرُ، وَاللّٰهُ يَعْلَمُ مَا تَصْنَعُونَ.



