Menjaga Bahtera Rumah Tangga Selama 27 Tahun: Mengubah Gelombang Ujian Menjadi Sumber Keberkahan

Menjaga Bahtera Rumah Tangga Selama 27 Tahun: Mengubah Gelombang Ujian Menjadi Sumber Keberkahan

Menjaga Bahtera Rumah Tangga Selama 27 Tahun: Mengubah Gelombang Ujian Menjadi Sumber Keberkahan

Hari Sabtu, 26 September 2026, menjadi momen yang sangat istimewa dan penuh makna. Tepat 27 tahun yang lalu, penulis bersama istri tercinta, Fakhrunnisa, memulai perjalanan membina rumah tangga. Memasuki usia perak yang kian matang, kami menyadari bahwa setiap bertambahnya usia pernikahan, tantangan dan ujian tak pernah absen menyapa. Namun di sisi lain, limpahan nikmat, anugerah kesehatan, kelapangan hati, serta karunia rezeki dari Allah SWT senantiasa tercurah tanpa henti.

Ujian demi ujian datang silih berganti. Selesai satu masalah, gelombang baru kembali menguji ketahanan kami. Namun atas izin Allah SWT, kami mampu melaluinya dan berkomitmen untuk terus melangkah bersama menghadapi tahun-tahun yang akan datang. Dalam kondisi apa pun, tiada kata yang paling layak terucap selain rasa syukur yang mendalam ke hadirat Allah SWT.

Di antara berbagai cobaan yang ada, dinamika ekonomi menjadi salah satu tantangan paling berat. Di tengah kebutuhan yang terus berjalan, penulis dan istri memikul tanggung jawab besar untuk mengantarkan anak-anak meraih pendidikan terbaik. Putri ketiga kami, Maulidia Fakhma Hayati, saat ini sedang menimba ilmu di Pondok Pesantren Al-Fath sekaligus mengenyam pendidikan di SMP IT Al Fath, Jalen. Perjuangan membiayai pendidikan pesantren ini kerap kali mempertemukan kami dengan batas kemampuan. Namun, rasa hampir tidak sanggup itu sirna oleh keteguhan niat. Kami meyakini bahwa kesabaran dan keikhlasan akan menjadi kunci agar Ananda mampu menyelesaikan pendidikannya hingga tuntas.

Tantangan serupa juga kami jalani untuk putra kami, Abdul Quddus Al Majidi, yang saat ini sedang mondok di Pondok Tahfizh Ad Dayana, Tangerang Selatan, sekaligus menuntut ilmu di bangku perkuliahan di Institut Agama Islam Al Hasyimiyyah Jakarta. Saat ini Ananda telah memasuki semester 5 dan alhamdulillah telah menyelesaikan hafalan Al-Qur’an sebanyak 16 juz. Kebutuhan finansial untuk mendukung studi dan perjuangan tahfiznya tentu tidak sedikit. Namun, doa kami tak pernah putus agar Allah SWT senantiasa melimpahkan kemudahan, melancarkan jalan rezeki, serta melindunginya hingga berhasil meraih cita-cita menjadi seorang hafiz yang sukses dan bermanfaat.

Di tengah perjuangan dan ujian yang kami hadapi, Allah SWT juga mengirimkan kebahagiaan yang sangat luar biasa. Pada bulan Juli tahun 2026, rasa syukur kami membuncah saat Allah SWT mengaruniakan seorang cucu laki-laki dari anak pertama kami, Muhammad Akromul Fithrah, bersama istrinya, Dela Rosita. Cucu tercinta tersebut kami beri nama Muhammad Zhofar Ar Rosyidi. Kehadiran cucu kedua ini menjadi penyejuk hati dan penambah semangat bagi keluarga besar kami. Doa tulus kami panjatkan semoga Allah SWT menjadikan Muhammad Zhofar Ar Rosyidi anak yang saleh, membawa keberkahan dan rezeki yang berlimpah bagi kedua orang tuanya, serta kelak bermanfaat bagi agama, bangsa, dan negara.

Segala dinamika dan himpitan hidup ini menyadarkan kami akan satu hal: ujian adalah bentuk kasih sayang dan perhatian Allah SWT agar hamba-Nya semakin mendekat. Sebab, kepada siapa lagi kita menaruh harapan, mengadukan keluh kesah, serta memohon pertolongan selain kepada Allah SWT? Hanya kepada-Nya tempat bersandar dan memohon jalan keluar atas setiap permasalahan hidup.

Menjalani 27 tahun usia pernikahan mengajarkan kami bahwa rumah tangga bukan sekadar tentang jalan yang mulus, melainkan tentang bagaimana kita merawat komitmen di tengah badai. Penulis berharap Allah SWT mencatat setiap ikhtiar dan pengorbanan ini sebagai pahala. Ke depan, kami akan terus berjuang menjaga, merawat, dan membina rumah tangga ini dengan penuh kasih sayang.

Dari kediaman kami di Perumahan Vila Gading Harapan 2 Blok A, Tambun Utara, Kabupaten Bekasi, Jawa Barat, kami meyakini satu hal: Allah SWT tidak pernah diam. Bersama Allah SWT, tidak ada tantangan yang tidak memiliki solusi, tidak ada kesulitan yang tidak membawa kemudahan, dan semua akan berakhir dengan kebaikan bagi hamba-hamba-Nya yang bersabar dan mendekatkan diri kepada-Nya.

Penulis : Marolah Abu Akrom, S.Ag, MM (Ust. Amrullah)

Baca Selanjutnya

DARI PENULIS

BERITA TERKAIT

IKLAN

TERBANYAK DIBACA

BACA JUGA