KHUTBAH JUMAT EDISI 10 JULI 2026 : MERAWAT HARMONI DI TENGAH PERBEDAAN

KHUTBAH JUMAT EDISI 10 JULI 2026 : MERAWAT HARMONI DI TENGAH PERBEDAAN

KHUTBAH JUMAT EDISI 10 JULI 2026 : MERAWAT HARMONI DI TENGAH PERBEDAAN

Khutbah Pertama

اَلْحَمْدُ للهِ، اَلْحَمْدُ للهِ الَّذِيْ جَعَلَ التَّنَوُّعَ وَالاِخْتِلَافَ آيَةً مِنْ آيَاتِهِ، وَأَمَرَنَا بِالتَّقْوَى وَالاِعْتِصَامِ بِحَبْلِهِ الْمَتِيْنِ. أَشْهَدُ أَنْ لَا إِلٰهَ إِلَّا اللهُ وَحْدَهُ لَا شَرِيْكَ لَهُ، وَأَشْهَدُ أَنَّ سَيِّدَنَا مُحَمَّدًا عَبْدُهُ وَرَسُوْلُهُ، اَلْمَبْعُوْثُ رَحْمَةً لِلْعَالَمِيْنَ. اَللّٰهُمَّ صَلِّ وَسَلِّمْ عَلَى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ وَعَلَى آلِهِ وَأَصْحَابِهِ وَمَنْ تَبِعَهُمْ بِإِحْسَانٍ إِلَى يَوْمِ الدِّيْنِ.

أَمَّا بَعْدُ، فَيَا عِبَادَ اللهِ، أُوْصِيْكُمْ وَنَفْسِيْ بِتَقْوَى اللهِ عَزَّ وَجَلَّ، حَيْثُ قَالَ اللهُ تَعَالَى فِيْ كِتَابِهِ الْكَرِيْمِ: يَا أَيُّهَا الَّذِيْنَ آمَنُوا اتَّقُوا اللهَ حَقَّ تُقَاتِهِ وَلَا تَمُوْتُنَّ إِلَّا وَأَنْتُمْ مُسْلِمُوْنَ.

Jamaah shalat Jumat yang berbahagia, rahimakumullah…

Alhamdulillah, kita bersyukur pada Jumat edisi kali ini, akhirnya Allah Subhanahu wa Ta’ala mengizinkan kita semua untuk dapat kembali melangkahkan kaki dan melaksanakan ibadah shalat Jumat secara berjamaah di masjid yang kita cintai ini.

Shalawat serta salam tak lupa kita haturkan kepada figur teladan umat manusia, nabi besar Muhammad Shallallahu ‘alaihi wa sallam. Semoga limpahan rahmat-Nya juga tercurah kepada keluarga, para sahabat, dan semoga kita di akhirat kelak berhak mendapatkan syafaat dari beliau. Aamiin ya Rabbal ‘Alamin.

Pada kesempatan khotbah yang penuh berkah ini, khatib berwasiat, khusus untuk diri saya pribadi dan umumnya kepada jamaah sekalian, mari kita senantiasa meningkatkan ketakwaan kita kepada Allah Subhanahu wa Ta’ala dengan terus istiqamah melaksanakan perintah-Nya dan menjauhi segala larangan-Nya.

Sidang Jumat yang dirahmati Allah…

Siapapun manusia di dunia ini, dari bangsa mana pun, etnis apa pun, agama apa pun, bahkan mereka yang tidak beragama sekalipun, selalu ada perbedaan dalam menyikapi segala hal. Perbedaan-perbedaan ini sesungguhnya adalah hal yang wajar. Ia lahir dari pengalaman hidup, keluasan pengetahuan, pergaulan, apa yang dipikirkan, dibaca, serta direnungkan, yang kemudian mengkristal menjadi sebuah keyakinan dan diwujudkan dalam kehidupan sehari-hari.

Jangan pernah kita berpikir bahwa apa yang kita yakini harus sama persis dengan keyakinan orang lain. Apa yang kita pikirkan dan lakukan, harus sama dengan apa yang dipikirkan dan dilakukan orang lain. Selama perbedaan itu tidak merusak akidah kita, dan tidak menghancurkan hubungan kemanusiaan kita, maka perbedaan tersebut adalah hal yang dapat ditoleransi.

Jangan sampai perbedaan ide, pemikiran, maupun budaya, justru memicu perpecahan yang sulit diperbaiki. Biarkanlah perbedaan itu menjadi kekayaan umat manusia untuk melahirkan karya-karya berperadaban tinggi.

Bayangkan sebuah bangunan yang megah, cantik, dan eksotik. Bangunan itu tidak berdiri dari satu unsur saja. Di sana ada semen, batu, pasir, kerikil, paku, cat, dan atap. Semua unsur yang berbeda itu dipadukan dalam satu harmoni yang indah, sehingga lahirlah bangunan yang mengagumkan.

Begitulah sejatinya perbedaan: bukan untuk dipertentangkan, melainkan untuk dipadukan menjadi kekuatan yang membuat hidup kita menjadi lebih lengkap dan lebih indah.

Jamaah shalat Jumat yang berbahagia…

Perbedaan ini bukanlah sebuah kebetulan, melainkan sengaja dirancang oleh Allah Subhanahu wa Ta’ala agar kita bisa saling mengenal dan belajar. Jika kita melihatnya dari kacamata positif, perbedaan adalah sebuah anugerah. Sebagaimana yang Allah tegaskan dalam Al-Qur’an, Surah Al-Hujurat ayat 13:

يَا أَيُّهَا النَّاسُ إِنَّا خَلَقْنَاكُمْ مِنْ ذَكَرٍ وَأُنْثَىٰ وَجَعَلْنَاكُمْ شُعُوبًا وَقَبَائِلَ لِتَعَارَفُوا ۚ إِنَّ أَكْرَمَكُمْ عِنْدَ اللهِ أَتْقَاكُمْ ۚ إِنَّ اللهَ عَلِيمٌ خَبِيرٌ

“Wahai manusia! Sungguh, Kami telah menciptakan kamu dari seorang laki-laki dan seorang perempuan, kemudian Kami jadikan kamu berbangsa-bangsa dan bersuku-suku agar kamu saling mengenal. Sesungguhnya yang paling mulia di antara kamu di sisi Allah ialah orang yang paling bertakwa. Sungguh, Allah Maha Mengetahui, Maha Teliti.”

Ayat ini mengingatkan kita bahwa perbedaan suku, bangsa, warna kulit, maupun keinginan, diciptakan agar kita saling melengkapi. Perbedaan tersebut tidak membuat kita lebih hebat atau lebih mulia dari orang lain. Di hadapan Allah, yang membedakan kita hanyalah ketakwaan—yaitu kepatuhan kita dalam menjalankan perintah-Nya dan menjauhi larangan-Nya.

Siapapun kita, entah rakyat biasa atau pejabat negara, orang miskin ataupun orang kaya, semua itu bukanlah ukuran kemuliaan. Ukuran sejati adalah ketakwaan kita.

Oleh karena itu, ketakwaan inilah yang harus kita perjuangkan. Jangan sampai karena perbedaan yang egois, ketakwaan itu sirna dan berganti menjadi perpecahan. Apalah artinya hidup jika kita berpecah belah, tidak mau hidup rukun, dan kehilangan kedamaian? Hidup akan terasa hambar dan tidak ada gunanya. Namun, dengan bersatu, saling membantu, dan menolong tanpa memandang sekat perbedaan, kedamaian sejati akan terwujud.

Sidang Jumat yang dirahmati Allah…

Ketakwaan yang kita pupuk di tengah perbedaan ini tidak hanya berbuah manis di dunia, tetapi juga menjadi penentu kebahagiaan kita di akhirat kelak. Di akhirat nanti, Allah menjanjikan bahwa orang-orang yang bertakwa akan dimasukkan ke dalam surga secara berombongan atau berkelompok, menikmati keindahan yang abadi. Allah Subhanahu wa Ta’ala berfirman dalam Surah Az-Zumar ayat 73:

وَسِيقَ الَّذِينَ اتَّقَوْا رَبَّهُمْ إِلَى الْجَنَّةِ زُمَرًا ۖ حَتَّىٰ إِذَا جَاءُوهَا وَفُتِحَتْ أَبْوَابُهَا وَقَالَ لَهُمْ خَزَنَتُهَا سَلَامٌ عَلَيْكُمْ طِبْتُمْ فَادْخُلُوهَا خَالِدِينَ

“Dan orang-orang yang bertakwa kepada Tuhannya diantar ke dalam surga secara berombongan. Sehingga apabila mereka sampai kepadanya (surga) dan pintu-pintunya telah dibuka, berkatalah penjaga-penjaganya kepada mereka, ‘Kesejahteraan (dilimpahkan) atasmu, berbahagialah kamu! Maka masuklah, kamu kekal di dalamnya.’”

Jamaah shalat Jumat rahimakumullah…

Sebagai penutup khotbah kali ini, mari kita berkomitmen untuk senantiasa menyelesaikan setiap perbedaan dengan kepala dingin, akal sehat, dan hati nurani yang bersih. Jangan dahulukan emosi dan nafsu yang hanya akan merusak tatanan hidup kita.

Jika ada perbedaan yang perlu diselaraskan, mari kita tempuh jalan musyawarah untuk mufakat. Selesaikan dari hati ke hati. Melalui musyawarah, perbedaan pikiran dan ide dapat dilebur menjadi satu kesepakatan yang indah—menjadi sama dalam niat, sama dalam visi, dan sama dalam cita-cita untuk menjadi umat yang sukses dan bermartabat. Janganlah kita hidup sendiri-sendiri, hanya mengikuti ego pikiran sendiri yang belum tentu baik bagi kita maupun orang lain.

Semoga Allah Subhanahu wa Ta’ala menganugerahkan kita kebijaksanaan dalam menyikapi perbedaan, melembutkan hati kita untuk saling menghargai, dan menjauhkan kita semua dari perpecahan yang merusak. Amin ya Rabbal ‘Alamin.

بَارَكَ اللهُ لِيْ وَلَكُمْ فِي الْقُرْآنِ الْعَظِيْمِ، وَنَفَعَنِيْ وَإِيَّاكُمْ بِمَا فِيْهِ مِنَ الآيَاتِ وَالذِّكْرِ الْحَكِيْمِ. أَقُوْلُ قَوْلِيْ هٰذَا وَأَسْتَغْفِرُ اللهَ الْعَظِيْمَ لِيْ وَلَكُمْ وَلِسَائِرِ الْمُسْلِمِيْنَ وَالْمُسْلِمَاتِ فَاسْتَغْفِرُوْهُ، إِنَّهُ هُوَ الْغَفُوْرُ الرَّحِيْمُ.

Khutbah Kedua

اَلْحَمْدُ للهِ عَلىَ إِحْسَانِهِ وَالشُّكْرُ لَهُ عَلىَ تَوْفِيْقِهِ وَاِمْتِنَانِهِ. وَأَشْهَدُ أَنْ لاَ اِلَهَ إِلاَّ اللهُ وَحْدَهُ لاَ شَرِيْكَ لَهُ وَأَشْهَدُ أنَّ سَيِّدَنَا مُحَمَّدًا عَبْدُهُ وَرَسُوْلُهُ الدَّاعِى إلىَ رِضْوَانِهِ. اللهُمَّ صَلِّ عَلَى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ وِعَلَى اَلِهِ وَأَصْحَابِهِ وَسَلِّمْ تَسْلِيْمًا كِثيْرًا.

أَمَّا بَعْدُ فَياَ اَيُّهَا النَّاسُ اِتَّقُوااللهَ فِيْمَا أَمَرَ وَانْتَهُوْا عَمَّا نَهَى وَاعْلَمُوْا أَنَّ اللهَ أَمَرَكُمْ بِأَمْرٍ بَدَأَ فِيْهِ بِنَفْسِهِ وَثَـنَى بِمَلآ ئِكَتِهِ الْمُسَبِّحَةِ بِقُدْسِهِ وَقَالَ تَعاَلَى إِنَّ اللهَ وَمَلآئِكَتَهُ يُصَلُّوْنَ عَلىَ النَّبِى يآ اَيُّهَا الَّذِيْنَ آمَنُوْا صَلُّوْا عَلَيْهِ وَسَلِّمُوْا تَسْلِيْمًا. اللهُمَّ صَلِّ عَلَى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلِّمْ وَعَلَى آلِ سَيِّدِناَ مُحَمَّدٍ وَعَلَى اَنْبِيآئِكَ وَرُسُلِكَ وَمَلآئِكَةِ اْلـمُقَرَّبِيْنَ وَارْضَ اللّهُمَّ عَنِ اْلخُلَفَاءِ الرَّاشِدِيْنَ أَبِى بَكْرٍ وَعُمَر وَعُثْمَان وَعَلي وَعَنْ بَقِيَّةِ الصَّحَابَةِ وَالتَّابِعِيْنَ وَتَابِعِي التَّابِعِيْنَ لَـهُمْ بِاِحْسَانٍ اِلَى يَوْمِ الدِّيْنِ وَارْضَ عَنَّا مَعَهُمْ بِرَحْمَتِكَ يَا أَرْحَمَ الرَّاحِمِيْنَ.

اَللهُمَّ اغْفِرْ لِلْمُؤْمِنِيْنَ وَاْلـمُؤْمِنَاتِ وَاْلـمُسْلِمِيْنَ وَاْلـمُسْلِمَاتِ اَلاَحْيآء مِنْهُمْ وَاْلاَمْوَاتِ اللهُمَّ أَعِزَّ اْلإِسْلاَمَ وَاْلـمُسْلِمِيْنَ وَأَذِلَّ الشِّرْكَ وَاْلـمُشْرِكِيْنَ وَانْصُرْ عِبَادَكَ اْلـمُوَحِّدِيْنَ وَانْصُرْ مَنْ نَصَرَ الدِّيْنَ وَاخْذُلْ مَنْ خَذَلَ اْلـمُسْلِمِيْنَ وَ دَمِّرْ أَعْدَاءَ الدِّيْنِ وَاعْلِ كَلِمَاتِكَ إِلَى يَوْمِ الدِّيْنِ. اللهُمَّ ادْفَعْ عَنَّا اْلبَلاَءَ وَاْلوَبَاءَ وَالزَّلاَزِلَ وَاْلـمِحَنَ وَسُوْءَ اْلفِتْنَةِ وَاْلمِحَنَ مَا ظَهَرَ مِنْهَا وَمَا بَطَنَ عَنْ بَلَدِنَا اِنْدُونِيْسِيَّا خآصَّةً وَسَائِرِ اْلبُلْدَانِ اْلمُسْلِمِيْنَ عآمَّةً يَا رَبَّ اْلعَالَمِيْنَ. رَبَّنَا آتِناَ فِى الدُّنْيَا حَسَنَةً وَفِى اْلآخِرَةِ حَسَنَةً وَقِنَا عَذَابَ النَّارِ. رَبَّنَا ظَلَمْنَا اَنْفُسَنَا وَاإنْ لَمْ تَغْفِرْ لَنَا وَتَرْحَمْنَا لَنَكُوْنَنَّ مِنَ اْلخَاسِرِيْنَ.

عِبَادَاللهِ ! إِنَّ اللهَ يَأْمُرُ بِاْلعَدْلِ وَاْلإِحْسَانِ وَإِيْتآءِ ذِي اْلقُرْبىَ وَيَنْهَى عَنِ اْلفَحْشآءِ وَاْلـمُنْكَرِ وَاْلبَغْي يَعِظُكُمْ لَعَلَّكُمْ تَذَكَّرُوْنَ وَاذْكُرُوا اللهَ اْلعَظِيْمَ يَذْكُرْكُمْ وَاشْكُرُوْهُ عَلىَ نِعَمِهِ يَزِدْكُمْ وَلَذِكْرُ اللهِ أَكْبَر.

Bekasi, 24 Muharram 1448 H/10 Juli 2026 M

Penulis : Marolah Abu Akrom Hp. 087887270732 (Jurnalis media SinarLIMA/Sinar5News.com, guru BK SMP Nahdlatul Wathan Jakarta, guru BK SMP Laboratorium Jakarta dan staf pengajar Pondok Pesantren Nahdlatul Wathan Jakarta

Baca Selanjutnya

DARI PENULIS

BERITA TERKAIT

IKLAN

TERBANYAK DIBACA

BACA JUGA