Jakarta – Mahasiswi Politeknik Kesehatan Kementerian Kesehatan (Poltekkes Kemenkes) Jakarta I, Kak Vebriyani, melaksanakan kegiatan penelitian bertajuk “Edukasi Personal Hygiene dalam Upaya Pencegahan Skabies pada Santri” di Pondok Pesantren Nahdlatul Wathan Jakarta.
Kegiatan penelitian ini berlangsung selama empat minggu dengan total delapan kali pertemuan. Dalam setiap minggu, dilaksanakan dua kali pertemuan secara terjadwal dengan materi yang berbeda dan saling berkesinambungan. Melalui rangkaian kegiatan tersebut, para santri mendapatkan pemahaman yang komprehensif mengenai pentingnya menjaga kebersihan diri dan lingkungan.
Penelitian ini bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan santri tentang pentingnya personal hygiene dalam mencegah skabies, memberikan edukasi kesehatan mengenai cara menjaga kebersihan diri dan lingkungan, menumbuhkan kesadaran serta perilaku hidup bersih dan sehat, serta mengetahui pengaruh edukasi personal hygiene terhadap upaya pencegahan skabies di kalangan santri.

Skabies merupakan penyakit kulit menular yang disebabkan oleh tungau dan sering terjadi di lingkungan dengan interaksi yang padat, seperti pondok pesantren. Oleh sebab itu, kebiasaan menjaga kebersihan tubuh, pakaian, tempat tidur, dan kamar menjadi langkah sederhana namun sangat efektif untuk mencegah penularannya.
Selama pelaksanaan penelitian, kegiatan edukasi berjalan dengan baik. Para santri Ponpes Nahdlatul Wathan Jakarta menunjukkan antusiasme dalam mengikuti setiap sesi yang disampaikan oleh Kak Vebriyani. Mereka menyimak, bertanya, dan berdiskusi mengenai pola hidup bersih dan sehat.

Kak Vebriyani menyampaikan bahwa kegiatan ini memberikan pengalaman berharga dalam menerapkan ilmu keperawatan komunitas dan pendidikan kesehatan secara langsung di lapangan, khususnya di lingkungan pondok pesantren. Melalui penelitian ini, ia memperoleh pemahaman bahwa edukasi kesehatan yang dilakukan secara berulang dan interaktif sangat efektif dalam meningkatkan pengetahuan dan kesadaran santri.
“Semoga ilmu dan edukasi yang telah diberikan dapat diterapkan dalam kehidupan sehari-hari, sehingga para santri dapat membiasakan perilaku hidup bersih dan sehat serta mengurangi risiko penularan skabies di lingkungan pondok pesantren,” ujar Kak Vebriyani.
Kegiatan penelitian ini mendapat sambutan positif dari pihak Pondok Pesantren Nahdlatul Wathan Jakarta. Kehadiran Kak Vebriyani tidak hanya memberikan wawasan kesehatan, tetapi juga memotivasi para santri untuk lebih peduli terhadap kebersihan diri sebagai bagian dari ajaran Islam yang sangat menekankan pentingnya menjaga kesucian dan kesehatan.
Melalui kegiatan ini, diharapkan terbangun budaya hidup bersih dan sehat di lingkungan pesantren, sehingga para santri dapat belajar dan beribadah dengan lebih nyaman, sehat, dan penuh semangat.





