Jakarta, 11 Mei 2026 — Pondok Pesantren Nahdlatul Wathan Jakarta kembali menggelar doa bersama dan pembacaan Wirid Tarekat Hizib Nahdlatul Wathan pada malam Selasa 11 Mei 2026, bertempat di Masjid Hamzanwadi, Pondok Pesantren Nahdlatul Wathan Jakarta dari setelah isya sampai dengan selesai.
Kegiatan yang berlangsung dengan penuh kekhusyukan ini dipimpin langsung oleh Kyai Haji Muhammad Suhaidi, S.Q., Pimpinan Pondok Pesantren Nahdlatul Wathan Jakarta dan Bekasi. Hadir dalam acara tersebut para jamaah dari berbagai wilayah Jabodetabek, para alumni, jamaah majelis taklim, dewan guru, serta para santri Pondok Pesantren Nahdlatul Wathan Jakarta.
Dalam pembukaannya diawal wirid, Kyai Haji Muhammad Suhaidi, S.Q. menyampaikan doa dan harapan agar seluruh perjuangan dalam menegakkan syiar Islam melalui Nahdlatul Wathan senantiasa mendapat pertolongan dan keberkahan dari Allah Swt.
Beliau berdoa agar seluruh pejuang agama, para guru, jamaah, pencinta Nahdlatul Wathan, para donatur, dan santri-santri senantiasa dilimpahi rahmat dan keberkahan.
“Semoga perjuangan kita menjadikan sorban sebagai simbol pemersatu umat selalu mendapatkan pertolongan Allah Subhanahu wa Ta’ala,” ungkap beliau.
Doa juga dipanjatkan untuk para jamaah yang tengah menunaikan ibadah haji di Tanah Suci Makkah dan Madinah agar senantiasa diberi kesehatan, keselamatan, kemudahan dalam menjalankan seluruh rangkaian ibadah, serta kembali ke tanah air dengan predikat haji mabrur.
Selain itu, beliau memohon kepada Allah Swt. agar bangsa dan negara Indonesia senantiasa berada dalam keadaan aman, damai, dan sejahtera. Para pemimpin bangsa juga didoakan agar selalu mendapatkan rida Allah, diberi kesehatan, umur panjang, dan keteguhan iman dalam memimpin negeri.
Pembacaan wirid berlangsung dengan tertib dan khidmat dari awal hingga akhir. Acara kemudian ditutup dengan ramah tamah dan makan bersama, yang menambah erat jalinan ukhuwah Islamiyah di antara para jamaah.
Tarekat Hizib Nahdlatul Wathan merupakan amalan ruhani yang disusun oleh Maulana Syaikh TGKH. Muhammad Zainuddin Abdul Madjid Al-Fansuri, pendiri Nahdlatul Wathan. Hizib ini dikenal luas sebagai “tarekat akhir zaman” karena berisi doa-doa dan zikir yang menjadi benteng spiritual bagi umat Islam di tengah berbagai tantangan kehidupan.
Harapannya, kegiatan wirid bulanan ini terus dilaksanakan secara istiqamah. Selain menjadi sarana mendekatkan diri kepada Allah Swt., kegiatan ini juga diharapkan dapat meningkatkan kualitas keimanan dan ketakwaan kaum muslimin serta mempererat persaudaraan di lingkungan Nahdlatul Wathan.
Dengan terselenggaranya kegiatan ini, Pondok Pesantren Nahdlatul Wathan Jakarta terus menunjukkan komitmennya dalam membina umat melalui pendidikan, dakwah, dan pembinaan spiritual demi melahirkan generasi yang berilmu, berakhlak mulia, dan istiqamah dalam perjuangan Islam.



