Sinar5new.com – Pengijazahan do’a Nurul Hayat tadi pagi jum’at, 21/2/20 terhadap para siswa dan segenap ibu dan bapak guru dibawah naungan Yayasan Mi’rajush Shibyan Nahdlatain Wathan Jakarta terasa sangat sakral dan khidmat.
Pengijazahan ini dipimpin dan dibimbing langsung oleh ketua Yayasan NW Jakarta Drs. H. M. Suhaidi,SQ di Masjid Hamzanwadi.

Tidak heran, kalau Pengijazahan pagi ini terasa begitu khidmat dan sakral. Pasalnya, sebelum para siswa memasuki masjid untuk menerima ijazah do’a, mereka sudah merasakan terlebih dahulu aura Kekhusyuan.
Begini proses terbentuknya rasa khusu’ dan khidmat pada prosesi Pengijazahan do’a Nurul Hayat. Beberapa hari sebelum pengijazahan, para siswa sudah ditekankan untuk memakai pakaian serba putih dari atas sampai bawah. Hal ini dimaksudkan untuk mengarahkan pandangan bahwa Pengijazahan tersebut adalah hal yang sangat sakral. Selanjutnya ketika hari Pengijazahan, sebelum masuk gerbang madrasah para siswa telah dalam keadaan suci, sudah berwuduk dari rumah. Dan ketika masuk melewati gerbang madrasah mereka tidak boleh ngobrol atau mengeluarkan kata-kata. Dari sini mereka sudah diberikan aura Kekhusyuan.
Ketika masuk pintu masjid, suasana khusyu’ makin terasa, karena disana sudah tidak ada lagi terdengar bisikan-bisikan suara. Para siswa langsung duduk mengambil posisi pada tempat yang sudah disediakan.
Kekhusyu’an dan kehkhidmatan semakin terasa ketika Drs. H. M. Suhaidi memasuki Masjid, terlihat kepala pada menunduk khusu’, suasana terasa hening, mata fokus melihat teks doa Nurul Hayat yang ada di tangan. Tampak dari keheningan tersebut seolah mereka sudah tidak menghiraukan apapun kecuali siap menerima do’a yang akan di ijazahkan.
Sampai selesai Pengijazahan, suasana khidmat masih tetap terasa, hal ini terlihat jelas dari raut muka dan tatapan mata para siswa yang fokus mendengar dan memperhatikan wejangan H. M. Suhaidi terkaik sejarah singkat tentang bagaimana Syaikh M. Zainuddin Abdul Madjid dan beliu sendiri dalam mengamalkan do’a Nurul Hayat. Beliau menceritakan tentang Maulana Syaikh yang lulus dalam mengamalkan do’a Nurul Hayat selama dua puluh tahun dari gurunya Syaikh Hasan Muhammad Al-Masysyath.
Disini juga beliau menjelaskan tentang beberapa keutamaan mengamalkan do’a Nurul Hayat diantaranya supaya dimudahkan segala urusan dan diberikan keberkahan oleh Allah SWT. fath.


