Cerpen ke-13: Spion yang Mengajarkan Tanggung Jawab

Cerpen ke-13: Spion yang Mengajarkan Tanggung Jawab

Cerpen ke 13: Spion yang Mengajarkan Tanggung Jawab

Siang itu, Kamis, 15 Januari 2026, sekitar pukul 11.15 WIB, kegiatan LDKS SMP Laboratorium Jakarta di Rindam Jaya, Jalan Raya Condet Nomor 45, Gedong, Jakarta Timur, telah berakhir. Para peserta didik, dewan guru, termasuk kepala sekolah, bersiap meninggalkan lokasi. Saya pun demikian—membereskan perlengkapan, memasukkannya ke dalam tas, lalu melangkah keluar dari Barak Cut Nyak Dhien menuju area parkir motor yang tidak jauh dari Barak Cut Mutiah.

Sesampainya di parkiran, langkah saya terhenti. Ada pemandangan yang membuat hati terkejut. Motor Supra X milik saya tampak ambruk. Posisi motornya berubah dari semula, dan yang paling mencolok, kaca spion kanan tidak terpasang.

Saya mendekat dan memperhatikan dengan saksama. Motor itu rupanya sempat dipindahkan. Standarnya terbuka, tetapi ujung standar tersebut tajam karena bagian tapaknya tampak terputus. Standar itu memang pernah bermasalah—pernah saya perbaiki dan dilas di bengkel. Namun entah di bagian mana, sambungan itu tampaknya kembali terlepas.

Kondisi aspal parkiran yang belum padat, masih bercampur pasir, membuat standar yang tajam itu tidak mampu menopang motor dengan baik. Biasanya, saya selalu menambahkan ganjalan bata agar motor tetap stabil. Sayangnya, orang yang memindahkan motor tersebut tampaknya tidak mengetahui kondisi itu. Akibatnya, motor pun ambruk dengan sendirinya.

Saya memeriksa kondisi motor lebih lanjut. Alhamdulillah, baterai atau aki masih utuh, mesin tidak bermasalah. Namun kaca spion kanan terlepas. Saya pun mencarinya dan menemukannya tergeletak di depan mushala. Saya mencoba memasangnya kembali, tetapi tidak bisa karena masih ada baut yang memerlukan obeng.

Spion itu dibiarkan begitu saja, tanpa ada upaya untuk mengembalikan atau memperbaikinya. Di situlah muncul rasa kecewa—bukan semata karena spion copot, tetapi karena tidak adanya tanggung jawab setelah memindahkan motor milik orang lain.

Peristiwa sederhana ini memberi saya pelajaran berharga. Bagi saya pribadi, ini menjadi pengingat agar segera memperbaiki standar motor supaya lebih aman dan tidak menimbulkan kejadian serupa. Sementara bagi siapa pun yang memindahkan barang milik orang lain, tanggung jawab tidak cukup hanya memindahkan, tetapi juga memastikan barang tersebut tetap aman dan kembali seperti semula.

Hari itu, sebuah spion yang copot mengajarkan makna tanggung jawab. Bahwa sekecil apa pun kelalaian, jika dibiarkan, bisa menimbulkan kerugian. Dan bahwa tanggung jawab, seperti spion pada kendaraan, mungkin tampak sederhana, tetapi sangat penting keberadaannya.

Penulis: Marolah Abu Akrom 

 

Baca Selanjutnya

DARI PENULIS

BERITA TERKAIT

IKLAN

TERBANYAK DIBACA

BACA JUGA