Sinar5news.com – Lombok Timur – Pemerintah Daerah Kabupaten Lombok Timur menggelar Pengajian Peringatan Isra’ Mi’raj Nabi Muhammad SAW Tahun 1447 H/2026 Tingkat Kabupaten Lombok Timur yang berlangsung di Masjid Agung Al-Mujahidin Selong. Rabu Malam (14/01/2026)
Acara Isra’ Mi’raj dihadiri jajaran Kodim 1615/Lotim, Polres Lombok Timur, jajaran OPD lingkup Pemerintah Daerah Kabupaten Lombok Timur serta jajaran Takmir Masjid Agung Al-Mujahidin.
Dalam sambutannya, Sekertaris Daerah H. Muhammad Juaini Taofik, selain menyampaikan salam takzim dari Bupati dan Wakil Bupati yang berhalangan hadir, Sekda juga menyampaikan rencana pengembangan Masjid Agung Al-Mujahidin sebagai pusat peribadatan di ibu kota kabupaten.
“Alhamdulillah, Bapak Bupati memutuskan untuk mengalokasikan anggaran dari APBD 2026 kurang lebih sebesar Rp 10 Miliar untuk memperindah Masjid Agung Al-Mujahidin Selong. Sebagai kabupaten dengan jumlah masjid terbanyak di wilayah Bali-Nusra, sudah sepatutnya masjid di ibu kota ini tampil lebih indah, nyaman, dan menjadi kebanggaan kita semua,” ujar Sekda.
Ia mengajak seluruh elemen masyarakat dan para dermawan untuk ikut serta dalam pembangunan ini, demikian pula saran dan masukannya.
“Kami memohon saran dari masyarakat luas agar hasil pembangunannya nanti benar-benar mencerminkan identitas dan kenyamanan bagi seluruh jamaah,” tambahnya.
Terakhir, Sekda mengajak para ASN yang hadir untuk memetik hikmah dari perjalanan suci Rasulullah SAW. Ia menekankan pentingnya penguatan semangat pengabdian dan integritas dalam menjalankan tugas sosial sebagai pelayan masyarakat.
Sementara itu dalam pengajian yang dibawakan oleh TGH. Muzayyin Shobri mengingatkan pesan mendalam mengenai kemuliaan bulan Rajab sebagai momentum perjalanan spiritual Rasulullah SAW. Isra’ Mi’raj menjadi bukti kecintaan Allah kepada Nabi Muhammad SAW, di mana melalui peristiwa luar biasa ini, Rasulullah mendapatkan nikmat yang paling mulia, yakni bertemu langsung dengan Allah SWT.
Kemuliaan bertemu dengan Lailatul Qadar tentu tidak dapat dibandingkan dengan nikmatnya bertemu dengan Pemilik Lailatul Qadar, yaitu Allah SWT. Bulan Rajab adalah bulannya Allah, di mana hanya pada bulan inilah Rasulullah diperjalankan untuk bertemu dengan Allah SWT,” jelasnya.
Ia melanjutkan bahwa peringatan ini menjadi pengingat bagi umat akan kedudukan istimewa bulan-bulan mulia: Rajab sebagai bulannya Allah, Sya’ban sebagai bulannya Nabi di mana perintah shalawat diturunkan, serta Ramadhan sebagai bulan bagi umat Nabi Muhammad SAW karena setiap amal ibadah dilipatgandakan.
Melalui momen Isra’ Mi’raj ini, tuan guru mengajak untuk meningkatkan kualitas ibadah agar tidak sekadar menjadi gerakan jasad, namun juga melibatkan hati seutuhnya. Kedekatan kepada Allah harus ditunjukkan dengan kedisiplinan dan rasa syukur atas dua nikmat yang sering kali diabaikan manusia, yaitu nikmat sehat dan waktu luang.(red)

