Upacara Peringatan Hari Guru Nasional ke-80 TK, SD, SMP, dan SMK Laboratorium Jakarta
Sinar5News.com – Jakarta – Dalam suasana pagi yang cerah dan penuh haru, keluarga besar TK, SD, SMP, dan SMK Laboratorium Jakarta melaksanakan Upacara Peringatan Hari Guru Nasional ke-80 pada Selasa, 25 Desember 2025. Seluruh peserta didik, dewan guru, dan tenaga kependidikan memenuhi lapangan dengan tertib, menciptakan nuansa kebersamaan yang hangat dan penuh penghormatan.
Upacara diawali dengan pembacaan shalawat oleh Bu Faiqah, yang menjadi pembuka kegiatan sebelum rangkaian upacara dimulai. Lantunan shalawat yang merdu dan khusyuk menghadirkan suasana teduh, seolah mengundang keberkahan bagi seluruh rangkaian acara.
Pembukaan ini menjadi tanda penghormatan bahwa perjalanan ilmu dan pengabdian guru senantiasa berada dalam naungan doa dan cahaya keberkahan.
Para Petugas Upacara yaitu Pembina Upacara: dr. Satria Ghaibi Saputra, S.Ap, M.Si. Pemimpin Upacara: Pak Deden Sugiri, S.Pd. Pengibar Bendera Merah Putih: Pak Igo, Pak Faizal, Pak Tegar, Pak Dwi, Pak Momon, Pak Hendra, Bu Eri, Bu Leonny, Bu Wina, Bu Fanny, Bu Neni Dian, Bu Minat. Pembaca UUD 1945: Bu Neng Melyana. Pembaca Doa: Bu Rohmah. Pembawa Teks Pancasila: Maira. Doa untuk Prof Agustitin Setyobudi : Pak Yusmanto, SS, Dirigen: Bu Fajriaty Ayu, Pemimpin Barisan Kanan: Pak Erik Setiawan Qodri, dan MC: Bu Prima Sagita Setyowati dan Pembaca Shalawat: Bu Faiqah (pembuka kegiatan).

Sebagai Pembina Upacara, dr. Satria Ghaibi Saputra, S.Ap, M.Si, memberikan amanat yang menggugah hati seluruh peserta. Dengan penuh ketulusan, beliau menyampaikan rasa terima kasih setinggi-tingginya kepada seluruh dewan guru TK, SD, SMP, dan SMK Laboratorium Jakarta atas dedikasi dan pengabdian mereka dalam mendidik generasi bangsa.
Beliau menuturkan bahwa keberhasilan para siswa dan para alumni hari ini tidak lepas dari jasa para guru yang mengajar dengan kesabaran, keikhlasan, dan cinta yang tidak terukur.
Sebagai alumni SMP Laboratorium Jakarta, dr. Satria Ghaibi Saputra kembali mengenang masa lalunya yang dibentuk oleh para guru yang penuh kesabaran. Ia mengungkapkan bahwa perjalanan dirinya hingga menjadi seorang dokter di Jakarta merupakan buah dari pendidikan dan nilai-nilai yang ditanamkan di sekolah ini. Dengan suara yang sedikit bergetar, beliau menyampaikan rasa bangga dapat kembali ke sekolah yang membesarkan namanya:
“Saya berdiri di sini bukan hanya sebagai seorang dokter, tetapi sebagai anak didik para guru Laboratorium Jakarta. Apa pun kesuksesan yang saya capai hari ini adalah bagian dari amal jariyah ibu dan bapak guru.”

Beliau juga menyampaikan rasa bangga sekaligus tanggung jawab besar karena kini meneruskan amanah ayahandanya, Prof. Dr. H. Agustitin Setyobudi, MM, sebagai Ketua Yayasan Pendidikan Acprilesma.
“Saya bersyukur bisa meneruskan perjuangan ayahanda. Semua ini tidak akan berarti tanpa ketulusan guru-guru saya dahulu.” Pernyataan ini membuat suasana upacara terasa penuh keharuan dan penghormatan.
Di bagian akhir amanat, dr. Satria memberikan pesan penting kepada seluruh peserta didik. Hormati Gurumu, maka Ilmu Akan Berkah. Patuhilah arahan dan bimbingan mereka. Hargai ilmu yang diberikan. Sapa dan muliakan guru-guru kalian
“Guru bukan hanya mengajarkan pelajaran, tetapi membentuk masa depan. Hormati guru kalian agar ilmu yang kalian dapatkan menjadi cahaya dalam hidup.”
Rangkaian upacara berjalan dengan lancar, tertib, dan penuh makna. Pembukaan dengan lantunan shalawat, diikuti amanat yang menyentuh dari Pembina Upacara, menjadikan peringatan Hari Guru Nasional ke-80 ini sebagai momen yang membekas di hati seluruh keluarga besar sekolah Laboratorium Jakarta.
Upacara tahun ini bukan hanya peringatan, tetapi menjadi pengingat bahwa guru adalah cahaya peradaban, dan sekolah Laboratorium Jakarta akan terus menjaga tradisi penghormatan terhadap para pendidik. (Mar/Red)



