Sinar5news.com – Akhir-akhir ini sering kita dengar tentang pergantian nama bandara entah itu melalui sosial media, koran atau bahkan tempat tongkrongan kopi. Ada yang setuju ada pula yang tidak setuju. Jadi intinya pergantian nama bandara ini ada yang pro dan kontra.
Kali ini saya ingin fokus menyoroti orang-orang yang tidak setuju dengan pergantian nama Bandara Internasional Lombok (BIL) menjadi Bandara International Zainuddin Abdul Madjid (BIZAM). Pertama, Saya memdengar alasan bahwa bandara ini bukan hanya milik satu organisasi tertentu. Loh, ini bukan masalah organisasi, ini masalah pahlawan nasional. Artinya bukan hanya milik satu organisasi bahkan ini bisa dikatakan milik orang NTB dan Indonesia secara umum.
Kedua, Saya mendengar alasan bahwa masyakat Lombok Tengah tidak setuju, loh masyarakat Lombok Tengah yang mana? Bahwa banyak aliansi pemuda dan tokoh masyakat yang sangat setuju akan pergantian nama bandara. Lalu masyakat yang mana? Atau masyarakat yang hanya segelintir orang demo didepan DPRD, itupun masa dari PNS bahkan melakukan demo. Ketika jam kantor sehingga pelayanan masyarakat tidak maksimal dihari itu. Ketiga, saya mendengar alasan bahwa pergantian ini berdasarkan inisiatif satu pihak, loh pihak yang mana? Kan semua ini atas persetujuan DPRD yang mana DPRD terdiri dari berbagai perwakilan dari Kabupaten/Kota. Itu artinya semua dari perwakilan rakyat setuju termasuk perwakilan dari Lombok Tengah. Artinya bahwa alasan-alasan diatas tidak masuk akal dan dengan mudah untuk mematahkan argumentasinya.
Pergantian nama bandara ini mestinya disyukuri oleh semua masyarakat NTB. Karena merupakan balas bakti kita terhadap pahlawan yang satu-satunya di NTB yakni TGKH. Muhammad Zainuddin Abdul Madjid.



