Mengapa Jatuh Cinta Harus Pintar?

Mengapa Jatuh Cinta Harus Pintar?

Sinar5news.com – Jakarta – Jatuh cinta menjadi salah satu momentum paling bahagia dalam kehidupan. Tetapi juga bisa menjadi momen paling menyedihkan dalam hidup. Ini karena cinta menjadi sebuah objek yang cukup kompleks untuk diartikan dan direalisasikan. Mengutip dari buku yang berjudul “Jatuh Cinta Harus Pintar” karya Febri Ramadhan, menjelaskan bahwasanya fase jatuh cinta itu ada dua. Yakni kesakitan dan kesembuhan.

Tak jarang kita menemui baik di dunia nyata ataupun di dunia maya mengenai kisah muda-mudi yang sedang jatuh cinta. Ada yang berhasil membawa hubungan asmara yang baru satu tahun terbentuk ke jenjang pernikahan. Namun, adapula yang gagal untuk meyakinkan diri dalam hubungan yang bahkan sudah bersama puluhan tahun. Tentunya, ada beberapa faktor mengapa hal ini bisa terjadi.

Sebelum mengambil keputusan untuk mencintai orang lain, pastikan bahwa kamu benar-benar mengenali dirimu sendiri. Dan kamu tahu apa yang kamu inginkan dari hubungan yang sedang berjalan itu. Ini bisa membantu kamu dalam memilih sosok pasangan seperti apa yang cocok dengan kepribadianmu dan bisa menemanimu dalam meraih tujuan hidup. Misalnya seorang pasangan yang mau melewati sebuah pagi bersama-sama walau untuk sekedar meneguk secangkir kopi atau teh.

Dalam menentukan hal yang paling krusial di kehidupan ini, yakni perihal pendamping hidup. Usahakan agar tidak terlalu terburu-buru. Cinta sejati membutuhkan waktu untuk tumbuh dan berkembang. Beri dirimu waktu untuk saling mengenal dan menerima. Karena, carilah pasangan hidup yang kekurangannya paling bisa kamu terima, bisa diajak kerjasama, dan bisa tetap bersama dikala suka dan duka. Bukan mencari yang paling sempurna. Karena sampai ke ujung dunia pun, tidak akan ada wanita atau laki-laki sempurna untuk dijadikan pendamping hidup.

Dalam menjalin sebuah hubungan asmara, terkadang kita perlu memperhatikan hal-hal kecil yang mungkin bisa menjadi pertanda atau bahasa gaulnya sekarang “red flags” yang menunjukan adanya potensi permasalahan di masa depan. Mulai dari ketidakjujuran, ketidaksetiaan, atau ketidakpedulian.

Salah satu kunci berhasil sebuah hubungan adalah menjalin komunikasi yang baik. Bukan berarti harus komunikasi selama 24 jam penuh. Melainkan dapat menyampaikan hal-hal secara baik yang dapat dipahami satu sama lain. Sehingga tidak terjadi kekosongan atau merasa diabaikan dalam sebuah hubungan. Kamu bisa membicarakan mengenai perasaan, hingga rencana masa depan. Dari sebuah hubungan, kita dapat belajar menjadi pendengar dan pencerita yang baik. Serta belajar untuk saling memahami.

Ketika kamu sedang menjalin hubungan dengan seseorang. Tetaplah untuk menjadi mandiri dan berdiri di kaki sendiri. Jangan menggantungkan diri dan harapan kepada pasangan. Karena sejatinya hati manusia itu mudah berubah-ubah. Menghargai privasi pasangan juga tak kalah pentingnya dalam kewarasan sebuah hubungan. Terapkan prinsip-prinsip agar hubungan tetap langgeng. Sejatinya cinta yang sehat akan membawa kebahagiaan tanpa harus ada yang terbebani.

Adakalanya kamu juga harus berani untuk melepaskan apa yang sudah tak bisa digenggam. Karena menggenggam sesuatu yang ingin melepaskan diri hanya akan melukai diri sendiri dan meninggalkan jejak yang membuat hati parau. Jangan menjadikan alasan lamanya sebuah hubungan untuk tetap bertahan. Kebanyakan orang memilih bertahan dihubungan yang toxic ketimbang memulai dengan orang yang baru. Padahal, cinta baru bisa dikatakan pintar jika ia tahu kapan harus berakhir dan berpisah demi kebaikan kedua belah pihak.

Jika kamu merasa berat sebelah dalam menjalin sebuah hubungan, boleh jadi memang kalian yang tak layak bersama. Kamu juga harus paham, bahwa: ada rumah yang tak selalu bisa dihuni, ada jemari yang tak bisa selalu ditauti, ada hati yang tak bisa selalu ditinggali, pun ada juang yang tak selalu sanggup dimenangi.
Percayalah, akan datang suatu saat dimana kamu akan dipertemukan dengan sosok yang tepat. Yang hadirnya, untuk menetap. Bukan hanya lewat sesaat. Tetaplah perbaiki diri, hingga Allah berkata bahwa sekarang adalah waktumu. Dan kamu pantas untuk mendapatkan semua ini.

Baca Selanjutnya

DARI PENULIS

BERITA TERKAIT

IKLAN

TERBANYAK DIBACA

BACA JUGA