Sinar5news.com – Lombok Timur – Progres kemajuan SMK Negeri 1 Selong selama kepemimpinan Zul-Rohmi menunjukkan tren perkembangan yang cukup pesat dengan diluncurkannya 11 Strategi SMK Gemilang Karya yang merupakan sebuah pengembangan arah kebijakan Pemprov NTB dalam dunia pendidikan yang tertumpu pada 11 Strategi yang ada di dalamnya.
Ke sebelas strategi SMK Gemilang Karya itu diantaranya Badan Umum Layanan Daerah ( BLUD), Refocusing SMK, Teaching Factory (TEFA), PJBL (Kelas Wirausaha, Kelas Start Up), Link and Match, Bursa Kerja Khusus, Guru Tamu, Magang Guru, LSP P1, Sabtu Budaya/ P5 dan Wisata Belajar (Kunjungan Industri).
“SMK Negeri 1 Selong telah memiliki izin resmi pengelolaan Badan Umum Layanan Daerah ( BLUD) sehingga melalui BLUD sekolah tersebut, SMK Negeri 1 Selong memiliki produk-produk unggulan serta dapat mengelola proses produksi di teaching factory secara lebih fleksibel tanpa melanggar peraturan,”ungkap Abdul Wahid.
Pemerintah mendorong agar Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) membentuk badan layanan umum daerah (BLUD) untuk melayani jual-beli produk hasil karya pelajarnya kepada publik.
“Produk unggulan hasil karya siswa SMKN 1 Selong adalah Kitcen Set, Lemari Hias, Meja Biro, Mesin Prontok Padi, Mesin Pemipil Jagung, Sepeda Motor Listrik dan berbagai jenis perwatan baik Sepeda Motor maupun perawatan berkala Mobil,”terangnya.
Disamping itu juga SMK Negeri 1 Selong sukses melaksanakan Refocusing SMK yang dibuktikan dengan peningkatan jumlah siswa dari 500 siswa pada tahun ajaran 2022 menjadi 608 siswa pada tahun ajaran 2023.
“Program refocusing SMK dari dinas Dikbud NTB juga memberikan dampak penangangan jurusan yang lebih baik, hal ini terbukti dengan peningkatan jumlah keterwakilan sekolah dalam mewakili Provinsi Nusa Tenggara Barat melalui Lomba Kompetensi Siswa (LKS) tingkat nasional sebanyak 14 Mata Lomba pada bidang Cor Teknik,”beber Abdul Wahid.
Untuk pelaksanakan Pembelajaran Teaching Factory (TEFA) yaitu model pembelajaran di SMK berbasis produksi/jasa yang mengacu pada standar dan prosedur yang berlaku di industri dan dilaksanakan dalam suasana seperti yang terjadi di industri. Implementasi teaching factory di SMK dapat menjembatani kesenjangan kompetensi antara kebutuhan industri, dan kompetensi yang dihasilkan oleh SMK.
“SMK Negeri 1 Selong melaksanakan TEFA dengan penjadwalan pembelajaran berbasis Blok yang mana penjadwalan pelajaran umum (adaptif Normatif) di pisahkan dengan penjadwalan pelajaran kejuruan. Jadwal system Blok mingguan yaitu satu minggu belajar umum, satu minggu belajar kejuruan, hal ini membawa dampak pada tuntasnya Job atau pekerjaan pada masing-masing jurusan,”ungkapnya.
Pembelajaran TEFA dengan berbasis Blok pada jurusan pemesinan melahirkan produk unggulan berupa mesin prondok padi yang dipesan oleh Dinas Pertanian Lombok Timur, sedangkan pada jurusan Desain Furniture menghasilkan tempat tidur yang dipesan oleh guru-guru SMKN 1 Selong. Produk-produk TEFA para siswa distandarkan dengan produk Industri, dalam ini menggandeng rekanan seperti PT. Mahkota Cipta, Karya Lombok HPL dan PT. Pinta Jaya.
Sedangkan untuk Program kewirausahaan yang dilaksanakan di SMK Negeri 1 Selong bertujuan untuk penanaman nilai kewirausahaan melalui pembiasaan, penanaman sikap, dan pemeliharaan perilaku wirausaha.
“Kewirausahaan (entrepreneurship) pada hakikatnya merupakan suatu kemampuan dalam berpikir kreatif dan berperilaku inovatif yang dijadikan dasar, sumber daya, tenaga penggerak, tujuan, siasat, dan kiat dalam menghadapi tantangan hidup,”katanya.
Adapun siswa siswi SMKN 1 selong yang dibina menjadi wira usahawan adalah Sachya Nova Pratiwi bidang usaha hiasan furniture, Anggun Yulia Agustina bidang usaha Desain Furniture, Fery Juliandi bidang usaha Perawatan Sepeda Motor dan Ali Rahman bidang usaha Logam dan Permesinan.
Pengembangan kelas kewirausahaaan sangat penting karena kelas kewirausahaan merupakan wahana paling tepat untuk menyiapkan lulusan yang kompeten di bidangnya, yang diharapkan dapat ikut bersaing di pasar kerja. kelas wirausaha yang telah diikuti peserta didik yaitu dari Dunia Usaha Dunia Industri antara lain, Samurai Paint NTB, CV. One Reforma, PT. Mahkota Cipta, PT. Indomobil Cahaya Prima (Dealer HINO) dan lain lain.
Program Link and Match yang dilaksanakan di SMK Negeri 1 Selong bertujuan untuk menyinergikan antara pendidikan vokasi dengan dunia industri guna meningkatkan penyerapan lulusan sekolah vokasi agar dapat menjadi tenaga kerja handal sekaligus menghemat pengeluaran untuk menjadi sumber daya manusia baru yang sesuai dengan kebutuhan industri.
“Lewat program Link and Match semoga tidak ada lagi stigma bahwa lulusan sekolah vokasi akan menjadi pengangguran melainkan dapat menjadi tenaga ahli dan memiliki kompetensi yang dibutuhkan oleh dunia industri,”harap Abdul Wahid.
Untuk Bursa Kerja Khusus (BKK) adalah sebuah lembaga yang dibentuk di SMK Negeri 1 Selong berguna untuk melayani dan memberikan informasi lowongan pekerjaan, pemasaran, penyaluran dan penempatan tenaga kerja. BKK merupakan mitra dari Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi sebagai wadah yang mempertemukan alumni dengan pencari tenaga kerja.
“Kegiatan yang dilakukan BKK SMK Negeri 1 Selong antara lain merencanakan program kerja hubungan industri pada setiap program studi yang berkaitan dengan penempatan siswa-siswi prakerin dan guru pendamping serta melakukan negosiasi dengan DU/DI sebagai mitra dalam penempatan siswa-siswi prakerin,”jelasnya.
Sedangkan untuk Pelaksanaan Guru Tamu/Praktisi Dunia Kerja yang Mengajar di SMK Negeri 1 Selong salah satunya adalah dari CV. One Reforma oleh Bapak Abdul Haris, ST sebagai Pimpinan CV. One Reforma dan dari PT. Indomobil Cahaya Prima (Dealer HINO) oleh Bapak Riza Armizal sebagai HRD Section Head PT. Indomobil Cahaya Prima dan beberapa Industri lainnya.
“Praktisi Mengajar adalah program inisiasi Kemendikbudristek untuk mendorong kolaborasi aktif dari praktisi ahli dengan para pendidik /guru produktif yang disampaikan di kelas. Kegiatan Praktisi Mengajar dimaksudkan untuk menjembatani kesenjangan antara Sekolah Menengah Kejuruan dengan Dunia Kerja dan Dunia Industri (DUDI),”ujarnya.
SMK Negeri 1 Selong juga memiliki Lembaga Sertifikasi Profesi – P1 yang dirancang untuk meningkatkan Sumber Daya Manusia baik bagi guru produktif sebagai assessor yang mengikuti uji kompetensi secara langsung dari BNSP Pusat ataupun peserta didik yang mengikuti uji kompetensi keahlian untuk 11 skema oleh assessor dari Industri dan sekolah lain secara silang, serta memfasilitasi sekolah – sekolah jejaring dalam pelaksanaan Uji Kompetensi Keahlian.
“Sejak tahun ajaran 2021 sampai dengan 2022 LSP P1 SMKN 1 selong berhasil mencetak 45 orang asesosr kompetensi pada 11 konsentrasi keahlian. Selain itu juga telah mengasesi atau menguji lebih dari 1000 orang siswa baik dari kalangan siswa SMK Negeri 1 Selong maupun sekolah-sekolah jejaring di wialayah Nusa Tenggara Barat,”terang Abdul Wahid.
SMK Negeri 1 Selong juga melaksanakan kegiatan Sabtu Budaya yang dirangkaikan dengan pelaksanaan Project Penguatan Profil Pelajar Pancasila yang berisi praktek-praktek baik tentang, gotong royong, permainan rakyat, olahraga traditional dan penguatan pengembangan organisasi sekolah dan lingkungan.
Pemahaman tentang lingkungan, tidak sekedar dimaknai bersih dan tidak ada sampah. Tapi lebih luas lagi, bersih itu keseluruhan, termasuk bersih dari dalam hati.
“Seperti Program Zero Waste di SMK Negeri 1 Selong yang bekerjasama dengan Dharma Wanita Persatuan SMK Negeri 1 Selong dalam Pembuatan Pupuk Kompos dari sampah organik yang dikumpulkan dari lingkungan sekolah, merupakan hal baik. Karenanya, praktek dan kegiatan seperti ini, disamping pembiasaan bagi warga sekolah harus menyasar juga di masyarakat,”pungkasnya.
Sampah itu menjadi berkah yang mendatangkan nilai ekonomi pada masyarakat sekitarnya dan kehadiran sekolah itu mampu merubah perilaku terhadap pandangan masyarakat untuk menjaga lingkungannya dari sampah.
SMKN 1 Selong juga memiliki program Sabtu Budaya yang dapat menguatkan karakter bangsa, seperti budaya gotong royong yang sesuai dan sejalan dalam mendukung program NTB Zero Waste.
Abdul Wahid menambahkan Program Keahlian di SMK Negeri 1 Selong telah melaksanakan Program kunjungan industri yang merupakan salah satu program pendidikan yang berusaha membentuk generasi masa depan untuk mengenal budaya industri (industrial culture), melaksanakan disiplin kerja sekaligus mengenal industri manufaktur.
Pihak yang mengikuti kegiatan kunjungan industri memiliki kemampuan analitik dan rekayasa yang kreatif, inovatif, dan mandiri, memiliki integritas kepribadian dan keilmuan yang tinggi serta memiliki motivasi untuk mengikuti perkembangan teknologi dan ilmu pengetahuan.
“Manfaat dari kunjungan Industri adalah dapat mengetahui kedisiplinan dan tata tertib yang tegas dalam dunia kerja, melihat secara langsung cara kerja produksi, mendapat gambaran saat akan bekerja di industri. Salah satu wisata belajar atau kunjungan industri yang sudah dilaksanakan oleh jurusan otomotif yaitu study industry pada PT. Cahaya Berlian Mandiri Nusa Tenggara Barat, PT. Cahaya Agung Mataram oleh jurusan Konstruksi dan industri lainnya,”pungkasnya.(bul)



