Di dunia, iman memiliki peran yang sangat besar dalam menyikapi kehidupan. Dengan adanya iman di dalam hati, membuat orang menjadi bertambah semangat dalam melakukan aktivitasnya.
Orang yang beriman seharusnya akan lebih semangat apabila melakukan berbagai aktivitas di dunia bila dibandingkan dengan orang yang tidak beriman. Kenapa demikian?. Karena ketika dia bekerja mencari nafkah dan dibarengi dengan niat yang baik, maka pekerjaan tersebut sudah pasti dihitung sebagai amal ibadah di sisi Allah SWT. Keadaan ini sudah tentu akan menambah semangatnya dalam bekerja.
Peran iman yang tidak kalah pentingnya pada kehidupan dunia adalah iman akan menyirami hati seseorang sehingga semakin menikmati indahnya kehidupan duniawi. Bagaimana tidak demikian, ketika dia menyaksikan keindahan duniawi, dimana dia menginjakkan kakinya di bumi, maka disitulah dia melihat kebesaran Allah dengan mata iman yang dimiliki.
Pada kehidupan dunia yang singkat ini saja iman memiliki peran yang begitu besar, lalu bagaimana dengan kehidupan ukhrowi yang begitu berat dan jangka waktunya begitu panjang dan tidak berujung, tentu peran iman di akhirat akan lebih besar dan sangat menentukan bagi keselamatan manusia.
Tentang begitu besarnya peran iman bagi manusia kelak diakhirat, Allah gambarkan dalam sebuah hadits dengan penyebutan iman yang sangat kecil akan bisa menyelamatkan seseorang dari dahsyatnya kobaran api neraka. Penjelasan ini dapat kita temukan pada kumpulan hadits Sahih Bukhari pada No. Hadist: 21. Berikut teks haditsnya :
حَدَّثَنَا إِسْمَاعِيلُ قَالَ حَدَّثَنِي مَالِكٌ عَنْ عَمْرِو بْنِ يَحْيَى الْمَازِنِيِّ عَنْ أَبِيهِ عَنْ أَبِي سَعِيدٍ الْخُدْرِيِّ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُ عَنْ النَّبِيِّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَ يَدْخُلُ أَهْلُ الْجَنَّةِ الْجَنَّةَ وَأَهْلُ النَّارِ النَّارَ ثُمَّ يَقُولُ اللَّهُ تَعَالَى أَخْرِجُوا مِنْ النَّارِ مَنْ كَانَ فِي قَلْبِهِ مِثْقَالُ حَبَّةٍ مِنْ خَرْدَلٍ مِنْ إِيمَانٍ فَيُخْرَجُونَ مِنْهَا قَدْ اسْوَدُّوا فَيُلْقَوْنَ فِي نَهَرِ الْحَيَا أَوْ الْحَيَاةِ شَكَّ مَالِكٌ فَيَنْبُتُونَ كَمَا تَنْبُتُ الْحِبَّةُ فِي جَانِبِ السَّيْلِ أَلَمْ تَرَ أَنَّهَا تَخْرُجُ صَفْرَاءَ مُلْتَوِيَةً قَالَ وُهَيْبٌ حَدَّثَنَا عَمْرٌو الْحَيَاةِ وَقَالَ خَرْدَلٍ مِنْ خَيْرٍ
Telah menceritakan kepada kami Isma’il berkata, telah menceritakan kepada kami Malik dari ‘Amru bin Yahya Al Mazani dari bapaknya dari Abu Sa’id Al Khudri dari Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam, beliau bersabda: “Ahlu surga telah masuk ke surga dan Ahlu neraka telah masuk neraka. Lalu Allah Ta’ala berfirman: “Keluarkan dari neraka siapa yang didalam hatinya ada iman sebesar biji sawi”. Maka mereka keluar dari neraka dalam kondisi yang telah menghitam gosong kemudian dimasukkan kedalam sungai hidup atau kehidupan. -Malik ragu. – Lalu mereka tumbuh bersemi seperti tumbuhnya benih di tepi aliran sungai. Tidakkah kamu perhatikan bagaimana dia keluar dengan warna kekuningan. “Berkata Wuhaib Telah menceritakan kepada kami ‘Amru: “Kehidupan”. Dan berkata: “Sedikit dari kebaikan”.




