Sinar5news.com – Jakarta – Peringatan Nuzulul Qur’an merupakan sebuah kegiatan yang sudah tidak asing lagi bagi seluruh umat islam, terlebih lagi jika dalam ruang lingkup Pondok Pesantren.
Dalam hal ini, peringatan malam Nuzulul Qur’an terlaksana di Pondok Pesantren Nahdlatul Wathan Jakarta, Masjid Hamzanwadi pada Minggu (16/04/2023).

Acara tersebut yang berlangsung tahun ini diselenggarakan dengan sangat sederhana yang hanya dihadiri oleh para asatidz, santri dan Organisasi Santri (OS) Nahdlatul Wathan Jakarta.

Nuzulul Qur’an merupakan salah satu budaya yang ada di Pesantren Nahdlatul Wathan Jakarta. Oleh karena itu, walaupun dalam perayaannya diadakan secara sederhana, itu tidak menjadi masalah, karena yang menjadi sorotan dalam peringatan Nuzulul Qur’an adalah bagaimana santri mendapat pengetahuan tentang Nuzulul Qur’an dan lebih dekat dengan Al Qur’an.

Nuzulul Qur’an kali ini diisi oleh para santri dengan susunan acara dimulai dari pembawa acara, pembukaan, sambutan panitia, pembacaan ayat suci Al-Quran, pidato, dan do’a. Adapun penceramah disampaikan oleh salah satu pengasuh Pesantren yaitu Ust. Sugi.

Pesan penting yang disampaikan pada acara nuzulul Qur’an tersebut adalah bahwa Al Qur’an itu diturunkan dengan dua periode. Periode pertama dengan cara keseluruhan (jumlatan Wahidah) dari lauhil mahfudz ke langit dunia (baitul ‘izzah). Kedua dengan cara berangsur-angsur atau bertahap (najman najman) dari langit dunia kepada Nabi Muhammad Shallallahu Alaihi Wasallam.
“Kitab Suci Al-Quran itu diturunkan melalui dua periode. Pertama dengan cara Jumlatan Wahidah (keseluruhan) dan untuk yang kedua secara najman-najman (bertahap)” Ungkap Sugiatul Fathi pada ceramahnya tersebut.
Ust. Sugi melanjutkan paparannya dengan menyebutkan pelajaran penting yang diambil dari Nuzulul Quran adalah Alquran diturunkan kepada Nabi secara bertahap, maka demikian juga halnya dengan belajar, untuk memperoleh pengetahuan dilakukan dengan cara bertahap sedikit demi sedikit.
Di bagian akhir ceramahnya, Ust. Sugi menyebutkan tiga hadits keutamaan membaca qur’an yang isinya sangat luar biasa. Berikut tiga hadits tersebut :
Diriwayatkan oleh an-Nu’man ibn Basyir, Rasulullah SAW bersabda:
قَالَ رَسُولُ اللهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ: أَفْضَلُ عِبَادَةِ أُمَّتِي قِرَاءَةُ الْقُرْآنِ
Artinya: Rasulullah shallahu ‘alaihi wasallam bersabda, “Sebaik-baiknya ibadah umatku adalah membaca Al-Qur’an.” (HR. al-Baihaqi).
عن عَبْدَ اللَّهِ بْنَ مَسْعُودٍ، يَقُولُ: قَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ: مَنْ قَرَأَ حَرْفًا مِنْ كِتَابِ اللَّهِ فَلَهُ بِهِ حَسَنَةٌ، وَالحَسَنَةُ بِعَشْرِ أَمْثَالِهَا، لَا أَقُولُ الم حَرْفٌ، وَلَكِنْ أَلِفٌ حَرْفٌ وَلَامٌ حَرْفٌ وَمِيمٌ حَرْفٌ
Artinya: “Siapa saja yang membaca satu huruf dari Kitabullah (Alquran) maka dia akan mendapat satu kebaikan. Sedangkan satu kebaikan dilipatkan kepada sepuluh semisalnya. Aku tidak mengatakan alif lâm mîm satu huruf. Akan tetapi, alif satu huruf, lâm satu huruf, dan mîm satu huruf.” (HR At-Tirmidzi).
Diriwayatkan dari Abu Umamah al-Bahili, Rasulullah SAW bersabda:
عَنْ أَبِي أُمَامَةَ الْبَاهِلِيِّ قَالَ: قَالَ رَسُولُ اللهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ: اقْرَءُوا الْقُرْآنَ؛ فَإِنَّهُ يَأْتِي شَفِيعًا يَوْمَ الْقِيَامَةِ لِصَاحِبِهِ
Artinya : “Bacalah Alquran, maka sesungguhnya ia akan datang di hari kiamat memberi syafaat kepada pembacanya”.




