Raudatul Atfal Terpilih Nakodai HIMMAH NWDI Kota Mataram. Wanita Pertama Pendobrak Tradisi Patriarki HIMMAH Sejak Tahun 1966.

Raudatul Atfal Terpilih Nakodai HIMMAH NWDI Kota Mataram. Wanita Pertama Pendobrak Tradisi Patriarki HIMMAH Sejak Tahun 1966.

Sinar5news.com – Mataram – Tradisi Patriarki atau tradisi yang lebih mengutamakan laki-laki daripada perempuan acap kali dilawan secara keras oleh para perempuan itu sendiri. Pasalnya, tradisi ini sangat memarjinalkan peran dan fungsi perempuan di semua sektor kehidupan. 

Secara praktis, perlawanan terhadap tradisi patriarki terus dibuktikan oleh para perempuan, mulai dari merebut peran di bidang politik, sosial, ekonomi dan lainnya. 

Peran di dalam Organisasi Kepemudaan (OKP), salah satunya juga tidak kalah penting. Seperti yang berani dilakukan oleh salah satu mahasiswi cantik bernama lengkap Raudatul Atfal. Ia telah berhasil mendobrak sejarah HIMMAH NWDI (Himpunan Mahasiswa Nahdlatul Wathan Diniyah Islamiyah) sejak pertama didirikan pada tahun 1966. Ia berani mencalonkan diri di forum Konferensi Cabang (Konfercab) ke-Vlll dan akhirnya berhasil terpilih menjadi Ketua Umum perempuan pertama HIMMAH NWDI Kota Mataram.

“Menjadi pemimpin tidak berbicara tentang jenis kelamin, tapi tanggung jawab,” katanya, dihadapan peserta Konfercab usai terpilih, pada Ahad, (02/04/2023)

Mantan sekjend BEM Fakultas Hukum Unram periode 2021-2022 ini mengungkapkan bahwa menjadi perempuan adalah kodrat, tetapi itu tidak boleh menghalangi perempuan untuk belajar dan memberikan kontribusi di mana pun, termasuk di HIMMAH NWDI.

“Kita (perempuan) tidak bermaksud menandingi laki-laki, tapi perempuan juga harus berupaya memberikan kontribusinya di tengah masyarakat. Selama itu baik, kita lakukan” jelas gadis kelahiran Lombok Timur ini.

Dirinya mengaku siap untuk mengemban amanah Ketua Umum hingga dua tahun ke depan. Karena menurutnya, HIMMAH NWDI punya SDM yang mumpuni untuk saling menguatkan.

Konfercab ini sendiri dilaksanakan selama 3 hari, dari tanggal 31 Maret – 2 April 2023 di BPSDM NTB, di Mataram. Dibuka langsung oleh perwakilan Walikota Mataram dan ditutup oleh Bendahara Umum PB NWDI, H. M. Khairul Rizal. 

Dalam sambutannya, H. M. Khairul Rizal mengungkapkan saat ini masyarakat NTB perlahan memberi kepercayaan terhadap kepemimpinan perempuan.

“Sejak tahun 2018, masyarakat menginginkan perempuan menjadi Gubernur hanya 20 persen. Berbeda dengan Jawa Timur yang menginginkan perempuan menjadi Gubernur sebanyak 80 persen. Tapi tahun ini, sekarang kepercayaan terhadap perempuan menjadi 60 persen,” ungkapnya.

Suami Wakil Gubernur NTB ini kemudian mengapresiasi seluruh gerakan yang telah diinisiasi oleh perempuan, termasuk di lingkup internal organisasi. Ia mengaku siap untuk mendukung seluruh program yang dilakukan HIMMAH NWDI Kota Mataram.(red)

Baca Selanjutnya

DARI PENULIS

BERITA TERKAIT

IKLAN

TERBANYAK DIBACA

BACA JUGA