Kenapa, selidik saya.
Kan katanya dunia tidak butuh anak yang jago menghafal, imbuh dia.
Oh itu rupanya.
Saya bilang, jangan dengarkan, apalagi percaya.
Menghafal itu penting. Terlebih Alquran. Jauh sebelum terkumpul sebagai satu mushaf, Alquran tersimpan dalam ribuan dada para penghafalnya. Dari generasi ke generasi. Dan itulah unsur utama yang menjaga otentisitas Alquran.
Belajar itu totalitas. Menghafal, menganalisa, menemukan ide baru adalah rangkaian belajar
Menghafal itu melatih otak, mengasah kecerdasan. Tentu saja tak semua hal harus dihafal. Yang penting dan bermanfaat saja.
Di Pesantren ada ungkapan,
العلم في الصدور لا في السطور
Ilmu di dalam dada, bukan di atas kertas.
Hingga kini, santri di Pesantren diharuskan menghafal naskah-naskah induk, kumpulan referensi utama. Tak hanya untuk menguasai substansi namun juga mengasah kecerdasan berbahasa dan kecermatan berlogika.



