Kampung di Jakarta Utara ini Sudah 42 Tahun Tidak Pernah Merasakan Air Bersih

Kampung di Jakarta Utara ini Sudah 42 Tahun Tidak Pernah Merasakan Air Bersih

Sinar5news.com -Jakarta – Sejumlah warga beraktivitas di kawasan Blok Eceng RW 22, Muara Angke, Jakarta Utara. Menurut keterangan warga sekitar, pemukiman tersebut kesulitan pasokan air bersih. Hal tersebut terjadi sejak kampung itu dibangun pada tahun 1980.

Sejumlah kampung di Muara Angke kesulitan mendapatkan air bersih. Fasilitas air bersih tak kunjung didapatkan dari Pemerintah setempat sehingga warga sekitar harus melakukan upaya dengan membeli air pikul setiap harinya.

Air pikul tersebut dijual dengan harga Rp 4.000 hingga Rp 5.000 per dua derigen. Biasanya air derigen itu digunakan kebutuhan mencuci dan mandi. Untuk air minum isi ulang Rp. 6.000 per galon yang biasanya digunakan untuk memasak. Bahkan salah satu pemilik usaha air isi ulang galon mengaku dapat menjual sebanyak 150 per harinya.

Tetapi ada juga beberapa warga yang menyelang air dari sumur bor mushola dan masjid setempat dengan membayar uang Rp 100.000 – Rp 150.000 per bulan.

Pada tahun 2020, PAM Jaya sempat memberikan bantuan kepada warga dengan menyediakan 3 torrent air bersih. Bantuan tersebut diberikan kepada warga guna dijadikan tempat mencuci tangan bagi warga di pemukiman tersebut. Tetapi menurut salah satu tokoh masyarakat setempat, pemberian air bersih tersebut hanya bertahan sampai 2 bulan saja.

Saat ini warga Blok Eceng tengah menagih janji Gubernur DKI Jakarta Anies Rasyid Baswedan mengenai janjinya pada saat kampanye,ia menjanjikan akan menyediakan fasilitas air bersih di kawasan tersebut.

Baca Selanjutnya

DARI PENULIS

BERITA TERKAIT

IKLAN

TERBANYAK DIBACA

BACA JUGA