PENJELASAN SYAIR 100 KARAKTER NW SEJATI 4. TERUS MENERUS MEMPERBAIKI DIRI Karya : Abu Akrom

PENJELASAN SYAIR 100 KARAKTER NW SEJATI 4. TERUS MENERUS MEMPERBAIKI DIRI Karya : Abu Akrom

 

NW sejati sangat peduli
Terus menerus memperbaiki diri
Demi mencapai ridha Ilahi
Agar selamat di akhirat nanti

NW sejati sangat peduli terhadap kekurangan diri sendiri, hampir-hampir tidak ada waktu untuk melihat kekurangan orang lain. Karena sesungguhnya kita adalah manusia biasa tidak luput dari berbagai kekurangan, kelemahan dan keterbatasan dalam berbagai hal, maka tindakan untuk selalu instrospeksi diri adalah hal yang mutlak untuk dilakukan. Setelah kita instospeksi diri, jangan ditunda-tunda segera perbaiki kekurangan yang ada.

Ketika kita terus memperbaiki diri dari segala kekurangan yang ada, maka mesti ada upaya untuk mencapai ridha Allah melalui pelaksanaan ibadah syariat secara kaffah (total). Karena apa artinya kita sudah berusaha memperbaiki diri tapi ridha Allah tidak kita dapatkan. Kalau kita sudah mendapatkan ridha Allah, maka secara otomatis kita akan selamat dan bahagia di akhirat nanti.

Setiap manusia pernah berdosa
Selama hidup di alam dunia
Segera taubat dengan nashuha
Mohon ampun pada Yang Kuasa

Karena manusia tidak luput dari kekurangan, maka peluang untuk melakukan dosa terbuka lebar. Itu sebabnya semua manusia yang hidup di dunia pasti pernah berdosa, kecuali Rasulullah SAW yang ma’shum (terpelihara) dari dosa. Maka solusi terbaik untuk mengapus semua dosa tersebut dengan bertaubat secara Nashua (sebenar-benar taubat). Rasulullah SAW bersabda;
كُلُّ ابْنِ آدَمَ خَطَّاءٌ، وَخَيْرُ الـْخَطَّائِيْنَ التَّوَّابُوْنَ
Artinya; “Setiap anak Adam pasti banyak bersalah, sebaik-baik orang yang bersalah adalah orang-orang bertaubat” (HR. Ahmad)

Taubat itu sendiri maknanya kembali kepada Allah dan memohon ampun kepada-Nya dengan membaca istigfar sebanyak-banyaknya disertai perasaan menyesal serta berjanji tidak akan mengulang kembali kesalahan (dosa) yang pernah diperbuat.

Jika bersalah harus segera
Memperbaiki jangan ditunda
Minta maaf kepada sesama
Itulah akhlak yang sangat mulia

Jika bersalah baik disengaja maupun tidak disengaja, maka segeralah memperbaikinya jangan suka menunda. Sebab jika menunda khawatir ajal datang menjemput, akhirnya kita meninggal membawa dosa dan tidak ada waktu lagi untuk memperbaiki diri.

Jika kita bersalah kepada Allah segeralah mohon ampun kepada-Nya, tapi jika kita bersalah kepada sesama manusia, tidak cukup dengan memohon ampun, kita mesti meminta maaf kepada yang bersangkutan. Inilah akhlak terbaik yang sangat mulia dalam Islam yang mesti diamalkan dalam kehidupan.

Tujuan akhir Ridha Ilahi
Dalam beramal setiap hari
Diantara amal yang terpuji
Sikap yang salah segera diperbaiki

Apapun yang kita lakukan tujuan akhirnya adalah ridha Allah. Sebanyak apapun amal yang kita lakukan, jika tidak mendapatkan ridha Allah, maka sia-sialah amal itu. Walaupn amal kita sedikit, tapi diridhai oleh Allah itu jauh lebih baik. Ridha Allah itu artinya mendapatkan restu dari-Nya, artinya amal kita diterima, dihargai dan diapresiasi dalam bentuk pahala yang akan mengantarkan kita ke surga nanti.

Memperbaiki sikap yang salah adalah bagian dari amal yang terpuji. Kalau kita terus membiarkan diri dalam kesalahan, maka kesalahan itu akan terus berlanjut dan akan menjadi noda hitam dalam hati kita. Kalau hati kita sudah penuh dengan noda hitam, maka cahaya iman akan sulit menembus hati tersebut. Kalau hati kita sudah tidak ada cahaya iman, maka mana mungkin mendapat hidayah dari Allah. Kalau tidak ada hidayah, maka berat rasanya untuk beramal salih dan meninggalkan hal-hal yang dilarang.

Semua itu kita lakukan
Agar mendapat keselamatan
Dari dunia sampai penghisaban
Masuk surga penuh kenikmatan

Kita berusaha memperbaiki diri dari segala kesalahan yang kita perbuat tujuan utamanya adalah agar kita selamat dari dunia sampai hari perhitungan nanti. Sehinga Allah SWT berkenan memasukkan kita ke dalam surga-Nya. Inilah yang menjadi tujuan akhir kita terus memperbaiki diri. Ketika Allah memasukkan kita ke dalam surga, maka kita akan mendapatkan hidup penuh kenikmatan tiada tara selama-lamanya. Semoga kita termasuk umat Rasulullah SAW yang diperkenankan masuk kedalam surga-Nya nanti. Aamiin (Amr)

Jakarta, 13 Rabiul Awal 1441 H/9 Desember 2019

Baca Selanjutnya

DARI PENULIS

BERITA TERKAIT

IKLAN

TERBANYAK DIBACA

BACA JUGA