Sinar5news.com – Senin pagi (15/11) Keluarga Besar Ponpes Darul Muhibbin NW Mispalah Praya menerima kunjungan Silaturahim 2 ulama. Pertama Sayyidil Habib Muhsin bin Muhammad Al Atthas dari Madinah. Kedua yaitu ulama muda Dr. KH. Zaenal Setiawan, Lc, MA.
Keduanya disambut oleh Drs. TGH. M. Natsir Abdullah, MA (Ketua Yayasan), TGH. M. Thahir Azhari, TGH Muhsin Syarifudin (Penasehat Yayasan), TGH. M. Sobri Azhari (Mudir Ponpes), Semua Kepala Madrasah Dewan Guru, para santri dan tokoh-tokoh sekitar.
Mengawali acara silaturahim yang berlokasi di Masjid Nurul Iman komplek Pesantren, TGH Habib Ziadi selaku MC mempersilahkan TGH. Damanhuri memimpin pembacaan Fatihah dan solawat Nahdlatain. Selanjutnya kalimat tarhib (selamat datang) oleh ketua yayasan, TGH. M. Natsir Abdullah, MA.
Tausyiah Pertama diisi oleh Dr.KH. Zaenal Setiawan,Lc, MA. Karena audiense mayoritas para santri putra putri beliau membahas tentang motivasi belajar serta mengaji. Dosen beberapa PTS di Batam ini menyampaikan beberapa keutamaan Tolabul Ilmi dalam nash.
Dalam riwayat Imam Muslim Rasul saw bersabda
إِنَّ الْعُلَمَاءَ وَرَثَةُ الأَنْبِيَاءِ وَإِنَّ الأَنْبِيَاءَ لَمْ يُوَرِّثُوا دِينَارًا وَلاَ دِرْهَمًا وَرَّثُوا الْعِلْمَ فَمَنْ أَخَذَهُ أَخَذَ بِحَظٍّ وَافِرٍ
Sesungguhnya ulama adalah pewaris para nabi. Sungguh para nabi tidak mewariskan dinar dan dirham. Sungguh mereka hanya mewariskan ilmu maka barangsiapa mengambil warisan tersebut ia telah mengambil bagian yang banyak (HR. Abu Dawud no. 3641).
Belajar dan mengaji ilmu agama adalah mengejar untuk memperoleh warisan berharga dari Nabi Saw. “Nabi kita disamping mewarisi keturunan beliau yang tidak ada putus-putusnya sampai hari kiamat (ahlul bait), beliau mewariskan ilmu yang tidak ada habisnya pula untuk dimiliki dan dinikmati.”
Baginda Nabi Muhammad Saw melanjutkan kabar gembiranya
من سلك طريقا يلتمس به علما يسر الله له به طريقا الى الجنة
Artinya: ‘Barangsiapa yang menempuh satu jalan untuk mencari atau, dengan ml Allah akan memudahkan baginya jalan menuju surga.’ (HR Muslim)
Jalan yang paling mudah meniti surga adalah dengan bersemangat mencari ilmu. Bila perlu hingga doktoral. Itupun belum boleh merasa cukup. Kejar dan datangi majelis para alim ulama dan Habaib. “Artinya yang rajin dan semangat, surga mah gampang. Kalau malas surga malah jauh.” Ujar dai asli Kota Bandung ini
Dalam hadisnya yang lain. Baginda Nabi Shalallahu ‘alaihi wa aalihi wa shahbihi wa salam bersabda:
إن الملائكة لتضع أجنحتها لطالب العلم رضا بما يصنع
Artinya: “Sesungguhnya para malaikat mengembangkan sayap mereka kepada penuntut ilmu sebagai tanda keridhaan atas apa yang ia perbuat”((HR Muslim)
Kata ulama makna hadits tadi adalah memang benar malaikat hadir dengan sayap yang dibentangkan. Mereka turun membawa rahmat dan selalu mendoakan ampunan bagi penuntut ilmu karena mereka hormat kepadanya. Doa yang dilantunkan malaikat “Ya Alloh ampuni dia sayangi dia”
Alumni Al Azhar Kairo ini berhasil membuat hadirin fokus karena penyapaian yang komunikatif, dialogis, dan simpel. Khususnya para santri sangat menikmati dan larut dalam keceriaan.
Di Sela-sela tausyiah dai muda ini, Al Habib Muhsin Al Atthas tiba dan beliau dipersilahkan untuk tausyiah singkat dan membaca doa.
Tausyiah singakt beliau dialihbahasakan oleh TGH. M. Sobri Azhari. Dalam penyampainya beliau menuturkan tujuan hidup manusia yang haqiqi adalah beribadah pada Alloh, memakmurkan bumi dan menjaganya, dan berkhidmat kepada sesama manusia lebih-lebih para ulama atau cendekiawan muslim.
Murid Sayyidil Habib Zain bin Smith dalam kesempatan ini mengijazahkan Ayat Kursi kepada para hadirin agar dilazimkan untuk dibaca. dari Ubay bin Ka’ab, Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,
إِذَا قَرَأَتْهَا غُدْوَةً أُجِرَتْ مِنَّا حَتَّى تُمْسِيَ ، وَإِذَا قَرَأَتْهَا حِيْنَ تُمْسِي أُجِرَتْ مِنَّا حَتَّى تُصْبِحَ
“Siapa yang membacanya ketika pagi, maka ia akan dilindungi (oleh Allah dari berbagai gangguan) hingga petang. Siapa yang membacanya ketika petang, maka ia akan dilindungi hingga pagi.” (HR. Al Hakim)
Para jamaah serempak menerima ijazah dengan mengucapkan Qobiltul Ijazah.
Terakhir beliau membaca beberapa qasidah Maulid Diyaul Lami’ untuk mengundang rahmat dan barokah dari Alloh. Doa ditutup oleh TGH. M. Tahir Azhari. Al Habib Muhsin hanya mengisi sebentar saja karena beliau perlu beristirahat sejenak sebelum menuju BIZAM untuk melanjutkan safari dakwah kedaerah lain.
Alhamdulillah, adapun Dr. KH. Zanal Arifin sempat berziarah ke makam Pendiri dan pengasuh Ponpes TGH Abdillah dan TGH Ahmad Izzuddin. Lalu berkunjung ke pembangunan asrama putri dan asrama putra.
Semoga kunjungan demi kunjungan para ulama ke Pesantren Darul Muhibbin NW ini menjadi spirit ilmiah dan ruhiyah menyambung transmisi ilmu (sanad) dengan para alim ulama hingga sampai kepada Rasulullah Saw.


