Oleh : Harapandi Dahri
قَوۡلٞ مَّعۡرُوفٞ وَمَغۡفِرَةٌ خَيۡرٞ مِّن صَدَقَةٖ يَتۡبَعُهَآ أَذٗىۗ وَٱللَّهُ غَنِيٌّ حَلِيمٞ
Perkataan yang baik dan pemberiaan maaf (jauh) lebih baik daripada sedekah yang diiringi dengan sesuatu (ucapan) yang menyakitkan (perasaan si penerima), Allah Maha Kaya lagi Maha Penyantun (Al-Baqarah/2:263).
Ayat ini menjelaskan bahwa ucapan yang baik ialah ucapan yang tidak membuat orang lain sakit (tersinggung), tidak menjadikan orang yang mendengarkan merasa sedih dan terpinggirkan, tidak juga menjadikan orang lain kehilangan semangat menjalani kehidupannya.
Perkataan yang baik ialah perkataan yang dapat memberi semangat hidup dan mencari ridla Allah semakin kuat, perkataan yang baik ialah ucapan yang dapat membangkitkan semangat jihad di jalan Allah, perkataan yang baik ialah ucapan yang dapat menjauhkan dan mendakatkan pelaku maksiat kepada pemberi hidayah Azza Wa Jalla.
Perkataan yang baik merupakan perbuatan yang baik pula karena di dalam perkataan tersimpan motivasi untuk berbuat yang baik sesuai dengan tuntunan Allah melalui NabiNya. Rasulullah sallallahu ‘Alaihi wasallam bersabda: “Seorang muslim adalah seseorang yang orang muslim lainnya selamat dari ganguan lisan dan tangannya.”
Dalam redaksi yang berbeda Rasulullah bersabda;“Ada seorang laki-laki yang bertanya kepada Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam, ‘Siapakah orang muslim yang paling baik’ Beliau menjawab, ‘Seseorang yang orang-orang muslim yang lain selamat dari gangguan lisan dan tangannya.”
Dari hadits-hadits tersebut di atas dapat dikatakan bahwa perbuatan baik dapat memberikan keutamaan bagi setiap pelakukanya, perbuatan baik tidak hanya terlihat oleh kasat mata, namun yang terselip dalam hati (niat) juga masih terhitung perbuatan baik.



