Momentum HUT Kemerdekaan RI ke-75 pd tgl 17 Agustus 2020 hari ini tentu akan selalu bertepatan juga dg HULTAH NWDI Ke-83.
Tulisan sederhana ini hanya untuk tetap mengingat sejarah tentang kelahiran NWDI pada 17 Agustus bertepatan dengan lahirnya bangsa Indonesia.
NWDI (Nahdlatul Wathan Diniyyah Islamiyyah) adalah sebuah nama madrasah legendaris yang lahir di Desa Pancor Lombok Timur. Madrasah ini didirikan langsung oleh Pahlawan Nasional asal Lombok, Maulana Syaikh TGKH. Muhammad Zainuddin Abdul Madjid pada tanggal 17 Agustus tahun 1936.
Sisi penamaan madrasah dengan nama NWDI tersebut tentu sangat merefleksikan suasana psikoligis dan kondisi sosial pd saat itu, terutama yg berkaitan dg jargon-jargon jihad utk menggelorakan semangat petriotisme dlm melakukan perlawanan terhadap penetrasi kolonialisme Belanda dan Jepang. Selain itu, nama tsb utk memberikan semangat juang mencerdaskn masyarakat yg terpuruk dan terbelakang dalam berbagai aspek kehidupan dan trmasuk pendidikan di Lombok NTB.
Kelahiran NW sbg organisasi pada tanggal 1 Maret 1953, tidak pernah terlepaskan dari dua madrasah induk yang terlahir jauh sebelumnya, yaitu madrasah Nahdlatul Wathan Diniyyah Islamiyyah (NWDI) sbg madrasah/sekolah khusus kaum Pria yg lahir th 1936 dan madrasah Nahdlatul Banat Diniyyah Islamiyyah (NBDI) sbg sekolah khusus kaum Wanita yg lahir di th 1943.
Dlm catatan sejarahnya, ketika almaghfuuru lahu Maulana Syaikh TGKH. Muhammad Zainuddin Abd Madjid (Maulana Syaikh) diperintahkan segera pulang ke Indonesia oleh maha gurunya (Maulana Syaikh Hasan Muhammad al Massyath), maka sbg langkah awal dlm gerakannya membangun agama dan negara di Lombok, NTB yg saat itu sgt terbelakang dlm sgl aspek kehidupannya adalah mendirikan lembaga pendidikan.
Di awal kedatangannya, sbg lembaga pendidikan pertama yg didirikan Maulana Syaikh adalah Pesantren al-Mujahidin pd th 1934 M dg sistem atau metode pembelajran halaqah.
Meski demikian, dlm perkembangannya ternyata Sistem halaqah ini dinilai sgt kurang efektif, krn sulit mengukur prestasi santrinya, sehingga beralih dg menerapkan sistem Semi Klasikal.
Sistem semi klasikal ini ternyata menarik prhatian masyarakat yg ditandai dg meningkat drastisnya jumlah santri yg daftar dlm wkt singkat sejumlah 200 orang yg tdk hanya dtg dr Desa Pancor tempat kelahiran al Mujahidin ini, tp jg dtg berbagai pelosok kampung di Pulau Lombok khususnya.
Kondisi inilah yg kemudian yg menginsfirasi dan memotivasi Maulana Syaikh mendirikan madrasah NWDI sbg pengembangan Psantren Al Mujahidin, yg kemudian mendapat izin akte pendiriannya yg dikeluarkan langsung oleh pihak pemerintah Hindia Belanda Controlier Oost yg bermarkas di Selong Lombok Timur pd tgl 17 Agustus 1936. Dan satu tahun kemudian, tepatnya tgl 22 Agustus 1937, Madrasah NWDI diresmikan.
Kelahiran NWDI pd tgl 17 Agustus yg bertepatan dg Hari Kelahiran Bangsa Indonesia, tentu sgt istimewa. Oleh sebab itu, kami ingin mengingatkan masyarakat Nahdlyyin NW ttg hari yg bersejarah ini bhw di hari HUT RI 17 Agustus 2020 ini, secara bersamaan kita merayakan dan memperingati serta Mengenang Hari Ulang Tahun (HULTAH) NWDI yg ke 83.
Kelahiran NWDI yg bertepatan dg HUT RI ini, bagi sang pendiri NWDI, NBDI dan Organisasi NW (Maulana Syaikh) pun memiliki makna yg sgt signifikan dan monumental, karena sembilan tahun kemudian, bangsa Indonesia memproklamirkan kemerdekaannya. Kondisi inipun, menurutnya merupakan hikmah tersendiri dlm perjalanan Madrasah NWDI tersebut.
DIRGAHAYU RI DAN NWDI.
MERDEKA!!! MERDEKA!!!


