Khutbah Jum’at Edisi 8 Oktober 2026 Ujian Kebaikan dan Keburukan Dalam Kehidupan

Khutbah Jum’at Edisi 8 Oktober 2026 Ujian Kebaikan dan Keburukan Dalam Kehidupan

Khutbah Jum’at Edisi 8 Oktober 2026 Ujian Kebaikan dan Keburukan Dalam Kehidupan 

KHUTBAH PERTAMA

الحَمْدُ لِلّٰهِ، الحَمْدُ لِلّٰهِ الَّذِي بِنِعْمَتِهِ تَتِمُّ الصَّالِحَاتُ، وَبِطَاعَتِهِ تَنَالُ الدَّرَجَاتِ. أَشْهَدُ أَنْ لَا إِلٰهَ إِلَّا اللّٰهُ وَحْدَهُ لَا شَرِيْكَ لَهُ، وَأَشْهَدُ أَنَّ سَيِّدَنَا وَنَبِيَّنَا مُحَمَّدًا عَبْدُهُ وَرَسُوْلُهُ الدَّاعِي إِلَى الرِّضْوَانِ.

اللّٰهُمَّ صَلِّ وَسَلِّمْ وَبَارِكْ عَلَى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ، وَعَلَى آلِهِ وَأَصْحَابِهِ وَمَنْ تَبِعَهُمْ بِإِحْسَانٍ إِلَى يَوْمِ الدِّيْنِ.

أَمَّا بَعْدُ، فَيَا أَيُّهَا الحَاضِرُوْنَ رَحِمَكُمُ اللّٰهُ، أُوْصِيْكُمْ وَنَفْسِي بِتَقْوَى اللّٰهِ فَقَدْ فَازَ المُمَّقُوْنَ. قَالَ اللّٰهُ تَعَالَى فِي كِتَابِهِ الكَرِيْمِ:

يَا أَيُّهَا الَّذِيْنَ آمَنُوا اتَّقُوا اللّٰهَ حَقَّ تُقَاتِهِ وَلَا تَمُوْتُنَّ إِلَّا وَأَنْتُمْ مُسْلِمُوْنَ

Jamaah Shalat Jumat yang Dimuliakan Allah SWT,

Alhamdulillah, mari kita memanjatkan rasa syukur yang mendalam ke hadirat Allah SWT. Pada siang yang penuh keberkahan ini, kita kembali dihimpunkan untuk menunaikan kewajiban shalat Jumat secara berjamaah di masjid yang mulia dan kita cintai ini.

Shalawat beriring salam tak lupa kita curahkan kepada Baginda Nabi Besar Muhammad SAW, beserta segenap keluarga dan para sahabat beliau. Semoga kita yang hadir di rumah Allah ini berhak mendapatkan syafaat beliau kelak di yaumil akhir. Amin ya Rabbal ‘alamin.

Sebelum khatib menyampaikan materi khutbah, dari atas mimbar ini khatib berwasiat khusus untuk diri pribadi dan kepada jamaah sekalian: marilah kita senantiasa meningkatkan kualitas ketakwaan kita kepada Allah SWT, dengan istiqamah melaksanakan seluruh perintah-Nya serta istiqamah menjauhi segala larangan-Nya.

Kaum Muslimin yang Berbahagia Rahimakumullah,

Apabila kita berbicara tentang hakikat kehidupan di atas dunia ini, sesungguhnya dunia adalah medan ujian. Kehidupan tidak pernah statis; ia senantiasa berputar. Ada yang diuji dengan kebaikan, ada yang diuji dengan keburukan. Ada yang diuji dengan kekayaan, ada pula yang diuji dengan kemiskinan. Ada yang diuji dengan kelapangan, dan ada yang diuji dengan kesempitan. Semuanya ditujukan untuk menguji kualitas diri kita di hadapan Sang Maha Pencipta.

Banyak di antara kita menganggap bahwa ujian itu hanyalah kemiskinan, penyakit, atau kekurangan. Padahal, kenikmatan—seperti harta, jabatan, kesehatan, dan kekuatan—juga merupakan bentuk ujian yang sangat nyata.

Allah SWT memetakan hakikat ini dalam Al-Qur’an Surat Al-A’raf ayat 168:

وَقَطَّعْنَاهُمْ فِي الْأَرْضِ أُمَمًا ۖ مِنْهُمُ الصَّالِحُونَ وَمِنْهُمْ دُونَ ذٰلِكَ ۖ وَبَلَوْنَاهُمْ بِالْحَسَنَاتِ وَالسَّيِّئَاتِ لَعَلَّهُمْ يَرْجِعُونَ

Artinya: “Dan Kami bagi-bagi mereka di dunia ini menjadi beberapa golongan; di antaranya ada orang-orang yang saleh dan di antaranya ada yang tidak demikian. Dan Kami uji mereka dengan (nikmat) yang baik-baik dan (bencana) yang buruk-buruk, agar mereka kembali (kepada kebenaran).”

Dari ayat ini kita belajar bahwa manusia terbagi menjadi dua kelompok besar: orang shaleh dan orang yang tidak shaleh. Dalam perjalanannya, kedua keadaan—kebaikan dan keburukan—diturunkan agar manusia senantiasa menyadari hakikat dirinya dan kembali ke jalan yang benar.

Jamaah Sekalian yang Rahmatullah Menerpanya,

Ketika kita menerima kebaikan, ingatlah bahwa itu bukan semata-mata karena kepintaran, kehebatan, atau pengalaman kita. Semua itu adalah pemberian Allah untuk menguji apakah kita menjadi hamba yang bersyukur atau justru kufur nikmat. Jika kita bersyukur dan menyalurkan nikmat tersebut pada jalan yang diridhai-Nya, itulah wujud kebenaran yang hakiki.

Jangan sampai kita lupa diri dan sombong. Sejarah telah mencatat betapa banyak penguasa gagah perkasa dan hartawan yang hancur karena kesombongannya:

  1. Firaun: Raja yang teramat sombong hingga mengaku sebagai tuhan. Namun saat azab Allah datang, ia mati secara hina di dalam gulungan Laut Merah. Seseorang yang mengaku tuhan ternyata tak berdaya menghadapi beberapa teguk air laut yang menyumbat tenggorokannya.

  2. Qarun: Kunci-kunci gudang kekayaannya saja harus dipikul oleh sekelompok orang yang kuat. Namun karena pelit, bakhil, dan enggan mengeluarkan zakat serta merasa kekayaannya adalah hasil kepintarannya sendiri, Allah membenamkan Qarun beserta seluruh hartanya ke dalam perut bumi tanpa tersisa.

Jatuhnya seseorang sering kali bukan terjadi saat berada dalam kesusahan, melainkan saat ia berada di puncak kenikmatan namun lupa mensyukurinya. Sebaliknya, ketika ditimpa kesusahan, banyak orang yang justru sanggup bertahan dan bersabar karena yakin bahwa di balik kesulitan pasti ada kemudahan. Allah SWT menegaskan dalam Surat Al-Insyirah ayat 5-6:

فَإِنَّ مَعَ الْعُسْرِ يُسْرًا – إِنَّ مَعَ الْعُسْرِ يُسْرًا

Artinya: “Maka sesungguhnya bersama kesulitan ada kemudahan. Sesungguhnya bersama kesulitan ada kemudahan.”

Sidang Jumat yang Berbahagia,

Kadang kala, ujian itu tidak datang dari jauh, melainkan dari sekeliling kita: dari anak-anak kita, pasangan hidup kita, atau tetangga di kiri dan kanan kita. Ujian ini menguji apakah kita semakin mendekatkan diri kepada Allah, memohon pertolongan dan berdoa kepada-Nya, atau justru menyelesaikan masalah dengan cara-cara yang dilarang agama—seperti meluapkan emosi tak terkendali, pergi ke dukun, atau membalas dendam.

Rasulullah SAW telah memberikan panduan yang indah dan tuntas bagi orang beriman dalam menghadapi dua roda kehidupan ini, sebagaimana diriwayatkan dalam Hadits Riwayat Muslim (No. 2999) dari Suhaib radhiyallahu ‘anhu:

عَجَبًا لِأَمْرِ الْمُؤْمِنِ إِنَّ أَمْرَهُ كُلَّهُ خَيْرٌ وَلَيْسَ ذَاكَ لِأَحَدٍ إِلَّا لِلْمُؤْمِنِ ، إِنْ أَصَابَتْهُ سَرَّاءُ شَكَرَ فَكَانَ خَيْرًا لَهُ ، وَإِنْ أَصَابَتْهُ ضَرَّاءُ صَبَرَ فَكَانَ خَيْرًا لَهُ

Artinya: “Sungguh menakjubkan urusan seorang mukmin, sungguh semua urusannya adalah baik baginya, dan hal itu tidak dimiliki oleh seorang pun kecuali orang mukmin: Jika ia mendapatkan kesenangan (kebaikan), ia bersyukur, maka itu baik baginya. Dan jika ia ditimpa kesusahan (keburukan), ia bersabar, maka itu pun baik baginya.”

Mari kita jadikan pribadi kita seperti yang digambarkan Rasulullah SAW: bersyukur saat menerima kelapangan dan bersabar saat diterpa kesempitan. Semoga Allah SWT senantiasa menguatkan kita dan mengaruniakan keselamatan dalam setiap helai kehidupan kita.

بَارَكَ اللّٰهُ لِي وَلَكُمْ فِي القُرْآنِ العَظِيْمِ، وَنَفَعَنِي وَإِيَّاكُمْ بِمَا فِيْهِ مِنَ الآيَاتِ وَالذِّكْرِ الحَكِيْمِ. أَقُوْلُ قَوْلِي هٰذَا وَأَسْتَغْفِرُ اللّٰهَ العَظِيْمَ لِي وَلَكُمْ وَلِسَائِرِ المُسْلِمِيْنِ وَالمُسْلِمَاتِ، فَاسْتَغْفِرُوْهُ إِنَّهُ هُوَ الغَفُوْرُ الرَّحِيْمُ.

KHUTBAH KEDUA

الْحَمْدُ لِلّٰهِ حَمْدًا كَثِيرًا كَمَا أَمَرَ، وَأَشْهَدُ أَنْ لَا إِلٰهَ إِلَّا اللّٰهُ وَحْدَهُ لَا شَرِيكَ لَهُ إِرْغَامًا لِمَنْ جَحَدَ بِهِ وَكَفَرَ، وَأَشْهَدُ أَنَّ سَيِّدَنَا وَنَبِيَّنَا مُحَمَّدًا عَبْدُهُ وَرَسُولُهُ سَيِّدُ الْإِنْسِ وَالْبَشَرِ.

اللّٰهُمَّ صَلِّ وَسَلِّمْ وَبَارِكْ عَلَى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ وَعَلَى آلِهِ وَأَصْحَابِهِ وَمَنْ تَبِعَهُمْ بِإِحْسَانٍ مَا اتَّصَلَتْ عَيْنٌ بِنَظَرٍ وَأُذُنٌ بِخَبَرٍ.

أَمَّا بَعْدُ، فَيَا أَيُّهَا النَّاسُ، اتَّقُوا اللّٰهَ تَعَالَى فِيمَا أَمَرَ، وَانْتَهُوا عَمَّا نَهَى عَنْهُ وَزَجَرَ. وَاعْلَمُوا أَنَّ اللّٰهَ أَمَرَكُمْ بِأَمْرٍ بَدَأَ فِيهِ بِنَفْسِهِ، وَثَنَّى بِمَلَائِكَتِهِ الْمُسَبِّحَةِ بِقُدْسِهِ، فَقَالَ تَعَالَى فِي كِتَابِهِ الْكَرِيمِ:

إِنَّ اللّٰهَ وَمَلَائِكَتَهُ يُصَلُّونَ عَلَى النَّبِيِّ ۚ يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا صَلُّوا عَلَيْهِ وَسَلِّمُوا تَسْلِيمًا

اللّٰهُمَّ صَلِّ عَلَى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ وَعَلَى آلِ سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ، كَمَا صَلَّيْتَ عَلَى سَيِّدِنَا إِبْرَاهِيمَ وَعَلَى آلِ سَيِّدِنَا إِبْرَاهِيمَ، وَبَارِكْ عَلَى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ وَعَلَى آلِ سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ، كَمَا بَارَكْتَ عَلَى سَيِّدِنَا إِبْرَاهِيمَ وَعَلَى آلِ سَيِّدِنَا إِبْرَاهِيمَ، فِي الْعَالَمِينَ إِنَّكَ حَمِيدٌ مَجِيدٌ.

اللّٰهُمَّ اغْفِرْ لِلْمُسْلِمِينَ وَالْمُسْلِمَاتِ، وَالْمُؤْمِنِينَ وَالْمُؤْمِنَاتِ، الْأَحْيَاءِ مِنْهُمْ وَالْأَمْوَاتِ، إِنَّكَ سَمِيعٌ قَرِيبٌ مُجِيبُ الدَّعَوَاتِ، وَيَا قَاضِيَ الْحَاجَاتِ.

اللّٰهُمَّ أَعِزَّ الْإِسْلَامَ وَالْمُسْلِمِينَ، وَأَذِلَّ الشِّرْكَ وَالْمُشْرِكِينَ، وَانْصُرْ عِبَادَكَ الْمُوَحِّدِينَ، وَانْصُرْ مَنْ نَصَرَ الدِّينَ، وَاخْذُلْ مَنْ خَذَلَ الْمُسْلِمِينَ.

اللّٰهُمَّ ادْفَعْ عَنَّا الْبَلَاءَ وَالْوَبَاءَ وَالزَّلاَزِلَ وَالْمِحَنَ وَسُوءَ الْفِتَنِ، مَا ظَهَرَ مِنْهَا وَمَا بَطَنَ، عَنْ بَلَدِنَا هٰذَا خَاصَّةً وَسَائِرِ بُلْدَانِ الْمُسْلِمِينَ عَامَّةً، يَا رَبَّ الْعَالَمِينَ.

اللّٰهُمَّ اجْعَلْنَا مِنَ الشَّاكِرِينَ عِنْدَ النَّعْمَاءِ، وَمِنَ الصَّابِرِينَ عِنْدَ الْبَلَاءِ، وَلَا تَجْعَلْنَا مِنَ الْغَافِلِينَ.

رَبَّنَا آتِنَا فِي الدُّنْيَا حَسَنَةً وَفِي الْآخِرَةِ حَسَنَةً وَقِنَا عَذَابَ النَّارِ.

عِبَادَ اللّٰهِ، إِنَّ اللّٰهَ يَأْمُرُ بِالْعَدْلِ وَالْإِحْسَانِ وَإِيتَاءِ ذِي الْقُرْبَىٰ وَيَنْهَىٰ عَنِ الْفَحْشَاءِ وَالْمُنْكَرِ وَالْبَغْيِ، يَعِظُكُمْ لَعَلَّكُمْ تَذَكَّرُونَ. فَاذْكُرُوا اللّٰهَ الْعَظِيمَ يَذْكُرْكُمْ، وَاشْكُرُوهُ عَلَى نِعَمِهِ يَزِدْكُمْ، وَلَذِكْرُ اللّٰهِ أَكْبَرُ، وَاللّٰهُ يَعْلَمُ مَا تَصْنَعُونَ.

DATA PENULIS

  • Nama: Marolah Abu Akrom, S.Ag, MM (Ust. Amrullah)

  • Profesi: Jurnalis Sinar5News.com & Guru BK (SMP NW/Lab Jakarta)

  • Dakwah: Khatib Jum’at DKI Jakarta & Bekasi, Penulis Naskah Khutbah Nasional.

  • Spesialisasi: Penggagas Metode Al Akrom (5 Jam Bisa Baca Al-Qur’an) & Pengajar Tahsin/Tafsir.

  • Karya: Penulis 32 buku & Pencipta 13 album lagu religi.

  • Media: YouTube: Abu Akrom Channel & SinarLIMA TV

  • Kontak: 0878-8727-0732

Khutbah Ke-2

الحَمْدُ لِلّٰهِ حَمْدًا كَثِيْرًا كَمَا أَمَرَ. أَشْهَدُ أَنْ لَا إِلٰهَ إِلَّا اللّٰهُ وَحْدَهُ لَا شَرِيْكَ لَهُ إِرْغَامًا لِمَنْ جَحَدَ بِهِ وَكَفَرَ، وَأَشْهَدُ أَنَّ سَيِّدَنَا مُحَمَّدًا عَبْدُهُ وَرَسُوْلُهُ سَيِّدُ البَشَرِ.

اللّٰهُمَّ صَلِّ وَسَلِّمْ عَلَى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ وَعَلَى آلِهِ وَأَصْحَابِهِ مَا اتَّصَلَتْ عَيْنٌ بِنَظَرٍ وَأُذُنٌ بِخَبَرٍ.

أَمَّا بَعْدُ، فَيَا أَيُّهَا النَّاسُ، اِتَّقُوا اللّٰهَ تَعَالَى وَاعْلَمُوْا أَنَّ اللّٰهَ أَمَرَكُمْ بِأَمْرٍ بَدَأَ فِيْهِ بِنَفْسِهِ، وَثَنَّى بِمَلَائِكَتِهِ المُسَبِّحَةِ بِقُدْسِهِ، فَقَالَ تَعَالَى:

إِنَّ اللّٰهَ وَمَلَائِكَتَهُ يُصَلُّونَ عَلَى النَّبِيِّ ۚ يَا أَيُّهَا الَّذِيْنَ آمَنُوا صَلُّوا عَلَيْهِ وَسَلِّمُوا تَسْلِيمًا

اللّٰهُمَّ صَلِّ عَلَى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ وَعَلَى آلِ سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ، كَمَا صَلَّيْتَ عَلَى سَيِّدِنَا إِبْرَاهِيْمَ وَعَلَى آلِ سَيِّدِنَا إِبْرَاهِيْمَ، وَبَارِكْ عَلَى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ وَعَلَى آلِ سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ، كَمَا بَارَكْتَ عَلَى سَيِّدِنَا إِبْرَاهِيْمَ وَعَلَى آلِ سَيِّدِنَا إِبْرَاهِيْمَ، فِي العَالَمِيْنَ إِنَّكَ حَمِيْدٌ مَجِيْدٌ.

 

Jamaah Shalat Jumat yang Dirahmati Allah,

Marilah di khutbah kedua ini kita kembali menguatkan ikatan ketakwaan kita kepada Allah SWT. Dalam setiap hela napas dan ujian kehidupan yang kita jalani, ingatlah bahwa Allah tidak pernah meninggalkan hamba-Nya yang senantiasa bersabar dan bersyukur. Mari kita saling mendoakan agar kita dan keluarga kita diberikan keistiqamahan dan keselamatan di dunia dan di akhirat.

اللّٰهُمَّ اغْفِرْ لِلْمُسْلِمِيْنِ وَالمُسْلِمَاتِ، وَالمُؤْمِنِيْنَ وَالمُؤْمِنَاتِ، الأَحْيَاءِ مِنْهُمْ وَالأَمْوَاتِ.

اللّٰهُمَّ أَعِزَّ الإِسْلَامَ وَالمُسْلِمِيْنِ، وَأَذِلَّ الشِّرْكَ وَالمُشْرِكِيْنِ، وَانْصُرْ عِبَادَكَ الموَحِّدِيْنَ.

اللّٰهُمَّ ادْفَعْ عَنَّا البَلَاءَ وَالوَبَاءَ وَالزَّلَازِلَ وَالمِحَنَ وَسُوْءَ الفِتَنِ، مَا ظَهَرَ مِنْهَا وَمَا بَطَنَ، عَنْ بَلَدِنَا هٰذَا خَاصَّةً وَسَائِرِ بُلْدَانِ المُسْلِمِيْنَ عَامَّةً، يَا رَبَّ العَالَمِيْن.

رَبَّنَا آتِنَا فِي الدُّنْيَا حَسَنَةً وَفِي الآخِرَةِ حَسَنَةً وَقِنَا عَذَابَ النَّارِ.

عِبَادَ اللّٰهِ، إِنَّ اللّٰهَ يَأْمُرُ بِالعَدْلِ وَالإِحْسَانِ وَإِيْتَاءِ ذِي القُرْبَىٰ وَيَنْهَىٰ عَنِ الفَحْشَاءِ وَالمُنْكَرِ وَالبَغْيِ، يَعِظُكُمْ لَعَلَّكُمْ تَذَكَّرُوْنَ. فَاذْكُرُوا اللّٰهَ العَظِيْمَ يَذْكُرْكُمْ، وَاشْكُرُوْهُ عَلَى نِعَمِهِ يَزِدْكُمْ، وَلَذِكْرُ اللّٰهِ أَكْبَرُ. وَاللّٰهُ يَعْلَمُ مَا تَصْنَعُوْنَ.

KHUTBAH PERTAMA

الحَمْدُ لِلّٰهِ، الحَمْدُ لِلّٰهِ الَّذِي بِنِعْمَتِهِ تَتِمُّ الصَّالِحَاتُ، وَبِطَاعَتِهِ تَنَالُ الدَّرَجَاتِ. أَشْهَدُ أَنْ لَا إِلٰهَ إِلَّا اللّٰهُ وَحْدَهُ لَا شَرِيْكَ لَهُ، وَأَشْهَدُ أَنَّ سَيِّدَنَا وَنَبِيَّنَا مُحَمَّدًا عَبْدُهُ وَرَسُوْلُهُ الدَّاعِي إِلَى الرِّضْوَانِ.

اللّٰهُمَّ صَلِّ وَسَلِّمْ وَبَارِكْ عَلَى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ، وَعَلَى آلِهِ وَأَصْحَابِهِ وَمَنْ تَبِعَهُمْ بِإِحْسَانٍ إِلَى يَوْمِ الدِّيْنِ.

أَمَّا بَعْدُ، فَيَا أَيُّهَا الحَاضِرُوْنَ رَحِمَكُمُ اللّٰهُ، أُوْصِيْكُمْ وَنَفْسِي بِتَقْوَى اللّٰهِ فَقَدْ فَازَ المُمَّقُوْنَ. قَالَ اللّٰهُ تَعَالَى فِي كِتَابِهِ الكَرِيْمِ:

يَا أَيُّهَا الَّذِيْنَ آمَنُوا اتَّقُوا اللّٰهَ حَقَّ تُقَاتِهِ وَلَا تَمُوْتُنَّ إِلَّا وَأَنْتُمْ مُسْلِمُوْنَ

Jamaah Shalat Jumat yang Dimuliakan Allah SWT,

Alhamdulillah, kita bersyukur kepada Allah SWT pada siang ini kita kembali dapat bersua dalam rangka melaksanakan kewajiban kita, yaitu shalat Jumat secara berjamaah di masjid yang kita cintai dan mulia ini.

Shalawat dan salam tak lupa kita sampaikan kepada Baginda Nabi Besar Muhammad SAW, demikian juga kepada segenap keluarga dan para sahabatnya. Semoga kita semua yang hadir di masjid ini, kelak di akhirat berhak mendapatkan syafaat dari beliau. Amin ya Rabbal ‘alamin.

Yang berbahagia rahimakumullah, sebelum khatib menyampaikan materi khutbah pada kesempatan Jumat ini, khatib berwasiat kepada kita semuanya untuk senantiasa meningkatkan kualitas ketakwaan kita kepada Allah SWT, dengan istiqamah melaksanakan semua perintah-Nya dan istiqamah pula menjauhi larangan-Nya.

Kaum Muslimin yang Berbahagia Rahimakumullah,

Apabila kita berbicara tentang hakikat kehidupan di atas dunia ini, sesungguhnya hidup di dunia ini adalah ujian. Ada yang diuji dengan kebaikan dan ada yang diuji dengan keburukan. Ada yang diuji dengan kekayaan dan ada pula yang diuji dengan kemiskinan. Ada yang diuji dengan kelapangan dan ada juga yang diuji dengan kesempitan. Demikianlah seterusnya kehidupan senantiasa berputar, dan semua itu merupakan ujian untuk mengetahui sejauh mana tingkat kualitas diri kita di hadapan Sang Maha Pencipta.

Banyak anggapan bahwa ujian itu bentuknya selalu keburukan, kemiskinan, atau kekurangan. Ini pandangan umum. Padahal sesungguhnya ujian itu mencakup juga kebaikan-kebaikan yang kita terima. Kekayaan, harta benda, kendaraan, kesehatan, dan kekuatan—semua itu adalah bentuk ujian dari Allah.

Dalam salah satu surah, yaitu Surah Al-A’raf ayat 168, Allah SWT berfirman:

وَقَطَّعْنَاهُمْ فِي الْأَرْضِ أُمَمًا ۖ مِنْهُمُ الصَّالِحُونَ وَمِنْهُمْ دُونَ ذٰلِكَ ۖ وَبَلَوْنَاهُمْ بِالْحَسَنَاتِ وَالسَّيِّئَاتِ لَعَلَّهُمْ يَرْجِعُونَ

Artinya: “Dan Kami bagi-bagi mereka di dunia ini menjadi beberapa golongan; di antaranya ada orang-orang yang saleh dan di antaranya ada yang tidak demikian. Dan Kami uji mereka dengan (nikmat) yang baik-baik dan (bencana) yang buruk-buruk, agar mereka kembali (kepada kebenaran).”

Dalam ayat tersebut kita dapat mengambil pelajaran bahwa Allah SWT memetakan atau menggolongkan umat manusia ke dalam dua golongan besar, yaitu golongan orang-orang yang saleh dan golongan orang yang tidak saleh. Kemudian dalam perjalanan kehidupan, manusia senantiasa diuji dengan dua keadaan, yaitu kebaikan dan keburukan, agar kita kembali kepada jalan yang benar.

Jamaah Sekalian yang Berbahagia Rahimakumullah,

Ketika kita diuji dengan kebaikan, hendaklah kita menyadari bahwa sesungguhnya itu datang dari Allah SWT. Bukan karena hasil kepintaran kita, bukan karena pengetahuan dan pengalaman kita, tetapi semua diberikan oleh Allah SWT untuk mengetahui apakah kita bersyukur atau kita ingkar terhadap nikmat-nikmat tersebut.

Jika kita bersyukur dan menyalurkan nikmat tersebut pada jalan yang dibenarkan, maka itulah sesungguhnya yang diinginkan oleh Sang Maha Pencipta. Itulah wujud kebenaran yang mesti kita perjuangkan.

Demikian juga ketika kita ditimpa oleh keburukan demi keburukan, hendaknya kita mampu menghadapi, melewati, dan menyelesaikan keadaan buruk tersebut dengan bersabar. Kita mengharapkan pertolongan dari Allah SWT agar kita diberikan kekuatan menghadapinya dan diberikan jalan keluar dari keburukan-keburukan yang menimpa kita. Sebab, kalau bukan Allah yang menolong kita, siapa lagi?

Termasuk dalam hal kebaikan-kebaikan yang kita terima, ingatlah bahwa itu datang dari Allah. Jangan sampai kita lupa diri, berbangga-bangga, dan sombong merasa itu adalah hasil jerih payahnya sendiri tanpa ada hubungannya dengan pemberian dari Allah SWT.

Dalam sejarah sudah banyak dicontohkan mereka yang awal mulanya gagah perkasa, kuat, hebat, kaya raya, serta menjadi raja dan penguasa. Namun ketika lupa diri, tidak bersyukur, bahkan sombong atas apa yang diberikan oleh Allah, maka azab-Nya akan turun dan mereka mendapatkan kemurkaan dari Allah SWT:

  1. Firaun: Raja besar yang gagah perkasa dan kaya raya, tetapi ujungnya dia mati secara hina di Laut Merah. Dia mengaku sebagai tuhan, tetapi anehnya tidak mampu menghadapi gelombang dan tidak mampu menyelamatkan diri dari beberapa teguk air yang masuk ke dalam leher dan perutnya, sehingga menyebabkan dia mati secara hina. Kalau dia tuhan, tentu dia akan mampu melawan gelombang yang menghantamnya bersama bala tentaranya.

  2. Qarun: Nasib yang sama dialami oleh Qarun yang diberikan kekayaan yang sangat banyak. Bahkan pada saat itu banyak orang iri dan ingin seperti Qarun saking kaya rayanya. Kunci-kunci gudang kekayaannya amat sangat banyak dan berat, hingga dipikul oleh sekelompok orang yang berbadan kuat. Tetapi apa yang terjadi? Oleh karena pelit, bakhil, dan tidak mau berzakat, akhirnya Allah SWT membenamkan dirinya ke dalam dasar bumi beserta harta bendanya tanpa ada yang tersisa sedikit pun.

Justru kenyataan di dunia ini, banyak orang jatuh karena kebaikan-kebaikan yang diterima dan kekayaan-kekayaan yang dimiliki. Namun tidak sebanyak itu korban orang yang hancur ketika dalam kesusahan. Biasanya, orang yang sedang berada dalam kesusahan justru akan sanggup menghadapi, bersabar, dan terus berupaya untuk keluar dari masalah tersebut. Mereka yakin bahwa di balik kesulitan itu pasti ada kemudahan dan harapan.

Hal ini ditegaskan dalam Surah Al-Insyirah ayat 5–6:

فَإِنَّ مَعَ الْعُسْرِ يُسْرًا – إِنَّ مَعَ الْعُسْرِ يُسْرًا

Artinya: “Maka sesungguhnya bersama kesulitan ada kemudahan. Sesungguhnya bersama kesulitan ada kemudahan.”

Hadirin Jamaah Sekalian yang Berbahagia Rahimakumullah,

Kadang ujian itu datang dari sekeliling kita: datang dari anak kita, dari pasangan hidup kita, atau dari tetangga di kiri dan kanan kita. Ujian ini diberikan untuk mengetahui apakah kita sanggup menghadapinya, apakah kita makin mendekatkan diri kepada Allah, memohon pertolongan, mengadu, dan berdoa; atau malah kita menyelesaikannya dengan cara-cara yang tidak islami—seperti emosi yang tak terkendali, datang ke dukun untuk minta tolong, atau menggunakan segala cara untuk membalaskan rasa sakit hati. Kita jangan sampai seperti itu!

Yang jelas, bila terjadi dua keadaan tersebut, Nabi Muhammad SAW memberikan panduan kepada kita: jika kebaikan yang kita terima, bersyukurlah (Alhamdulillah); jika keburukan yang kita terima, bersabarlah. Dan itulah watak pribadi yang sangat ajaib dan luar biasa bagi orang-orang yang beriman.

Hal ini sebagaimana tercantum dalam Hadits Riwayat Muslim (No. 2999) dari sahabat Suhaib RA, Rasulullah SAW bersabda:

عَجَبًا لِأَمْرِ الْمُؤْمِنِ إِنَّ أَمْرَهُ كُلَّهُ خَيْرٌ وَلَيْسَ ذَاكَ لِأَحَدٍ إِلَّا لِلْمُؤْمِنِ ، إِنْ أَصَابَتْهُ سَرَّاءُ شَكَرَ فَكَانَ خَيْرًا لَهُ ، وَإِنْ أَصَابَتْهُ ضَرَّاءُ صَبَرَ فَكَانَ خَيْرًا لَهُ

Artinya: “Sungguh menakjubkan urusan seorang mukmin, sungguh semua urusannya adalah baik baginya, dan hal itu tidak dimiliki oleh seorang pun kecuali orang mukmin: Jika ia mendapatkan kesenangan (kebaikan), ia bersyukur, maka itu baik baginya. Dan jika ia ditimpa kesusahan (keburukan), ia bersabar, maka itu pun baik baginya.”

Akhirnya, mari kita berdoa: apapun kondisi kita, semoga kita senantiasa sanggup, kuat, dan mampu menghadapinya. Dan semoga Allah SWT selalu menyertai kita dalam keadaan apapun, sehingga kita bisa selamat dari hal-hal yang tidak diinginkan dalam kehidupan kita. Amin ya Rabbal ‘alamin.

بَارَكَ اللّٰهُ لِي وَلَكُمْ فِي القُرْآنِ العَظِيْمِ، وَنَفَعَنِي وَإِيَّاكُمْ بِمَا فِيْهِ مِنَ الآيَاتِ وَالذِّكْرِ الحَكِيْمِ. أَقُوْلُ قَوْلِي هٰذَا وَأَسْتَغْفِرُ اللّٰهَ العَظِيْمَ لِي وَلَكُمْ وَلِسَائِرِ المُسْلِمِيْنِ وَالمُسْلِمَاتِ، فَاسْتَغْفِرُوْهُ إِنَّهُ هُوَ الغَفُوْرُ الرَّحِيْمُ.

KHUTBAH KEDUA (Seluruhnya Bahasa Arab)

الْحَمْدُ لِلّٰهِ حَمْدًا كَثِيرًا كَمَا أَمَرَ، وَأَشْهَدُ أَنْ لَا إِلٰهَ إِلَّا اللّٰهُ وَحْدَهُ لَا شَرِيكَ لَهُ إِرْغَامًا لِمَنْ جَحَدَ بِهِ وَكَفَرَ، وَأَشْهَدُ أَنَّ سَيِّدَنَا وَنَبِيَّنَا مُحَمَّدًا عَبْدُهُ وَرَسُولُهُ سَيِّدُ الْإِنْسِ وَالْبَشَرِ.

اللّٰهُمَّ صَلِّ وَسَلِّمْ وَبَارِكْ عَلَى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ وَعَلَى آلِهِ وَأَصْحَابِهِ وَمَنْ تَبِعَهُمْ بِإِحْسَانٍ مَا اتَّصَلَتْ عَيْنٌ بِنَظَرٍ وَأُذُنٌ بِخَبَرٍ.

أَمَّا بَعْدُ، فَيَا أَيُّهَا النَّاسُ، اتَّقُوا اللّٰهَ تَعَالَى فِيمَا أَمَرَ، وَانْتَهُوا عَمَّا نَهَى عَنْهُ وَزَجَرَ. وَاعْلَمُوا أَنَّ اللّٰهَ أَمَرَكُمْ بِأَمْرٍ بَدَأَ فِيهِ بِنَفْسِهِ، وَثَنَّى بِمَلَائِكَتِهِ الْمُسَبِّحَةِ بِقُدْسِهِ، فَقَالَ تَعَالَى فِي كِتَابِهِ الْكَرِيمِ:

إِنَّ اللّٰهَ وَمَلَائِكَتَهُ يُصَلُّونَ عَلَى النَّبِيِّ ۚ يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا صَلُّوا عَلَيْهِ وَسَلِّمُوا تَسْلِيمًا

اللّٰهُمَّ صَلِّ عَلَى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ وَعَلَى آلِ سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ، كَمَا صَلَّيْتَ عَلَى سَيِّدِنَا إِبْرَاهِيمَ وَعَلَى آلِ سَيِّدِنَا إِبْرَاهِيمَ، وَبَارِكْ عَلَى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ وَعَلَى آلِ سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ، كَمَا بَارَكْتَ عَلَى سَيِّدِنَا إِبْرَاهِيمَ وَعَلَى آلِ سَيِّدِنَا إِبْرَاهِيمَ، فِي الْعَالَمِينَ إِنَّكَ حَمِيدٌ مَجِيدٌ.

اللّٰهُمَّ اغْفِرْ لِلْمُسْلِمِينَ وَالْمُسْلِمَاتِ، وَالْمُؤْمِنِينَ وَالْمُؤْمِنَاتِ، الْأَحْيَاءِ مِنْهُمْ وَالْأَمْوَاتِ، إِنَّكَ سَمِيعٌ قَرِيبٌ مُجِيبُ الدَّعَوَاتِ، وَيَا قَاضِيَ الْحَاجَاتِ.

اللّٰهُمَّ أَعِزَّ الْإِسْلَامَ وَالْمُسْلِمِينَ، وَأَذِلَّ الشِّرْكَ وَالْمُشْرِكِينَ، وَانْصُرْ عِبَادَكَ الْمُوَحِّدِينَ، وَانْصُرْ مَنْ نَصَرَ الدِّينَ، وَاخْذُلْ مَنْ خَذَلَ الْمُسْلِمِينَ.

اللّٰهُمَّ ادْفَعْ عَنَّا الْبَلَاءَ وَالْوَبَاءَ وَالزَّلاَزِلَ وَالْمِحَنَ وَسُوءَ الْفِتَنِ، مَا ظَهَرَ مِنْهَا وَمَا بَطَنَ، عَنْ بَلَدِنَا هٰذَا خَاصَّةً وَسَائِرِ بُلْدَانِ الْمُسْلِمِينَ عَامَّةً، يَا رَبَّ الْعَالَمِينَ.

اللّٰهُمَّ اجْعَلْنَا مِنَ الشَّاكِرِينَ عِنْدَ النَّعْمَاءِ، وَمِنَ الصَّابِرِينَ عِنْدَ الْبَلَاءِ، وَلَا تَجْعَلْنَا مِنَ الْغَافِلِينَ.

رَبَّنَا آتِنَا فِي الدُّنْيَا حَسَنَةً وَفِي الْآخِرَةِ حَسَنَةً وَقِنَا عَذَابَ النَّارِ.

عِبَادَ اللّٰهِ، إِنَّ اللّٰهَ يَأْمُرُ بِالْعَدْلِ وَالْإِحْسَانِ وَإِيتَاءِ ذِي الْقُرْبَىٰ وَيَنْهَىٰ عَنِ الْفَحْشَاءِ وَالْمُنْكَرِ وَالْبَغْيِ، يَعِظُكُمْ لَعَلَّكُمْ تَذَكَّرُونَ. فَاذْكُرُوا اللّٰهَ الْعَظِيمَ يَذْكُرْكُمْ، وَاشْكُرُوهُ عَلَى نِعَمِهِ يَزِدْكُمْ، وَلَذِكْرُ اللّٰهِ أَكْبَرُ، وَاللّٰهُ يَعْلَمُ مَا تَصْنَعُونَ.

Baca Selanjutnya

DARI PENULIS

BERITA TERKAIT

IKLAN

TERBANYAK DIBACA

BACA JUGA