Dikisahkan, Seorang lelaki miskin dari pelosok desa, menjual gula jawa yang dibuat oleh isterinya.

Isterinya selalu membuat gula jawa dengan bentuk bulat dan beratnya 1 kg. Dia selalu menjual gula jawa itu ke salah satu toko sembako di pinggiran pasar dan jadi kebiasaan, setelah menjual gula jawa ia membeli kebutuhan-kebutuhan harian mereka, sekadar buat makan sekeluarga, diantaranya adalah membeli BERAS.

Suatu hari ada pembeli yang komplain kepada pemilik toko tentang berat timbangan gula jawa yang kurang pas. Pemilik toko itu curiga lantas dia pun mencoba menimbangnya.
Ternyata benar beratnya tidak sampai 1 Kg, hanya 900 Gram.
Tangannya gemetar, darahnya mendidih dan dadanya terasa sesak seperti ingin meledak.

Seketika itu pikiranya penuh tuduhan pada penjual gula jawa.
Jadi selama ini dia membohongiku. Berapa banyak kerugian yang aku alami, Penipu!!! teriaknya dalam hati.

Beberapa hari kemudian pemilik toko mendatangi lelaki miskin itu dengan membawa gula jawanya. Dan seketika dia berteriak keras pada lelaki miskin itu :

“Kamu telah menipu saya !!!
Kamu bilang gula jawa ini 1 Kg ternyata hanya 900 Gram saja” !!!

Lelaki miskin itu menundukkan kepalanya dan berkata dengan nada ketakutan : “Ma’af pak, Kami ini orang miskin. Kami tidak punya timbangan di rumah.
Kami membeli BERAS di toko Bapak seberat 1 Kg dan itulah yang kami jadikan timbangan untuk menimbang GULA JAWA buatan istri saya.”

Mendengar jawaban lelaki miskin itu,
Pemilik toko terdiam seribu bahasa dan hanya bisa menunduk malu.

 Dari cerita singkat diatas kita balajar bahwa terkadang kita melihat orang lain berbuat salah, tapi kita tidak menyadari ternyata sumbernya justru dari kita sendiri.

BACA JUGA  Panglima TNI Pimpin Sertijab Pangkogabwilhan I dan III serta Danpaspampres

Baca Selanjutnya

DARI PENULIS

BERITA TERKAIT

IKLAN

TERBANYAK DIBACA

BACA JUGA

BACA JUGA  PAGIKU CERAHKU MATAHARI BERSINAR