Wujudkan 100 Karya Literasi, Ust. Amrullah Serahkan Buku Ke-31 “Jejak Khidmat Hultah NWDI ke-91” kepada Direktur SinarLIMA
JAKARTA TIMUR — Rasa syukur menyelimuti perjalanan dakwah dan literasi Media SinarLIMA. Berkat izin dan pertolongan Allah SWT, penulis Marolah Abu Akrom, S.Ag, MM—yang akrab disapa Ust. Amrullah—resmi merampungkan dan menyerahkan buku terbarunya yang berjudul “Hultah NWDI ke-91 Jejak Khidmat: Tradisi, Inovasi, dan Perjuangan (Catatan Jurnalistik SinarLIMA dari Arena Pancor)”.
Buku ini merupakan karya ke-31 dari target besar 100 buku yang direncanakan penulis. Penyerahan dokumen sejarah ini dilakukan secara langsung kepada Direktur Media SinarLIMA, Dr. TGH. Muslihan Habib, MA, di kediaman beliau yang berlokasi di Kp. Pisangan, Penggilingan, Cakung, Jakarta Timur, pada Sabtu malam (4/10/2026) sekitar pukul 22.15 WIB.
Buku ke-31 ini merangkum secara utuh, teliti, dan terstruktur kesaksian jurnalistik reporter Media SinarLIMA dari arena Pancor, Lombok Timur, Nusa Tenggara Barat. Seluruh perhelatan perayaan Hultah NWDI ke-91—mulai dari persiapan pra-acara, puncak acara, hingga pasca-acara—terrekam dengan rapi sebagai pilar pengetahuan dan sumber sejarah yang sah. Momen ini sekaligus menegaskan keagungan syiar tahunan yang telah digagas selama 91 tahun oleh Pahlawan Nasional, Bpk. Maulana Syaikh TGKH. Muhammad Zainuddin Abdul Madjid (pendiri NWDI, NBDI, dan NW).
Dalam suasana yang penuh kehangatan dan kekhidmatan, Dr. TGH. Muslihan Habib, MA selaku sosok yang istiqomah menghidupkan warisan media Maulana Syaikh sejak tahun 1994 ini, menerima langsung naskah buku karya Ust. Amrullah tersebut.
Usai menerima karya tersebut, Dr. TGH. Muslihan Habib, MA memberikan komentar yang sangat menyentuh, menggetarkan, dan membanggakan. Beliau menyampaikan apresiasi yang mendalam atas konsistensi dan ruh perjuangan yang tertuang dalam karya literasi ini:
“Alhamdulillah, puji syukur kepada Allah SWT. Dokumentasi dan resume catatan jurnalistik dari Ustadz Amrullah ini sangat tepat, berharga, dan vital. Ini bukan sekadar deretan kata, melainkan dokumen syiar perjuangan kita. Sebesar apa pun sebuah perhelatan dan perjuangan, jika tidak dibukukan dan disebarluaskan, ia akan terpendam serta hilang ditelan zaman. Melalui dokumentasi yang rapi ini, generasi mendatang—anak cucu kita—akan mengetahui secara pasti bagaimana jejak, dinamika, dan tetesan keringat perjuangan para pendahulunya saat ini.
Sebagai Direktur Media SinarLIMA, saya memberikan apresiasi dan rasa bangga yang setinggi-tingginya. Melihat apa yang terus dilakukan oleh Ustadz Amrullah—menulis tanpa menanti perintah, bergerak tanpa menuntut honor, serta terus mengalir secara konsisten sepenuh jiwa—adalah sebuah teladan keikhlasan. Saya senantiasa berdoa kepada Allah SWT, semoga setiap goresan pena ini memancarkan keberkahan yang tak terputus.
Perjuangan di media ini harus terus kita jalankan dengan sepenuh jiwa. Seperti yang selalu saya tegaskan: jalani perjuangan ini dengan sepenuh jiwa. Sebab, jika kita melaksanakannya dengan sepenuh jiwa, insya-Allah waktu yang terasa sempit akan menjadi lapang, kesulitan akan dipermudah, dan segala ketulusan itu akan berbuah keindahan pada akhirnya. Mari kita jadikan karya ini sebagai khazanah ilmu dan edukasi yang membawa manfaat bagi jamaah NWDI di seluruh pelosok Nusantara hingga mancanegara.”
Melalui penyerahan buku ini, keberadaan Media SinarLIMA terbukti terus mengemban amanah sejarah sebagai wadah pencerahan, publikasi perjuangan sosial-keagamaan, serta pendokumentasian rekam jejak umat yang nyata dan berkesinambungan. (Amr/Red)





