Soal : Bagaimanakah hukum tidur satu hari penuh dalam bulan suci Ramadhan ?
Jawab : Tidur tidak membatalkan puasa walaupun dalam sehari penuh. Akan tetapi perbuatan tersebut termasuk perbuatan membuang – buang waktu yang sejatinya bisa dimanfaatkan untuk taqarrub dan banyak berdzikir kepada Allah SWT.
Soal : Bagaimana hukum puasa orang yang meninggalkan shalat di bulan suci Ramadhan ?
Jawab : Tidak ada kaitannya antara meninggalkan shalat dengan batalnya puasa, karena shalat bukan merupakan bagian dari syarat sah puasa. Akan tetapi jika seseorang dengan sengaja meninggalkan shalat di bulan suci Ramadhan, maka tak ubahnya seperti dalam pribahasa “kantong bocor” yaitu dari sisi lain kantong tersebut terisi dengan pahala puasa, dan di sisi lain pahala ibadah terkikis dengan dosa meninggalkan shalat dengan sengaja. Kalau begini keadaannya kantong tidak akan pernah bisa terisi penuh.
Soal : Bagaimana hukum puasa orang yang mabuk ?
Jika dia mabuk (misalnya seperti mabuk dalam perjalanan) selama satu hari penuh, maka puasanya tidak sah (batal). Tapi jika dia sempat sadar walaupun hanya sebentar, maka puasanya sah.
Soal : Bagaimana hukum puasa yang ditinggalkan oleh orang yang mabuk dalam satu hari penuh ?
Jawab : Wajib baginya mengganti puasa tersebut di hari yang lain dan tidak ada baginya fidyah.
Soal : Bagaimana hukum puasa orang yang memasukkan jarinya ke kemaluannya ketika sedang beristinjak dengan air ?
Jawab : Hendaklah berhati – hati ketika beristinjak di siang hari bulan suci Ramadhan, jangan sampai ujung jari masuk ke dalam kemaluan, utamanya ketika beristinjak dari buang air besar bagi laki – laki dan perempuan, atau dari buang air kecil bagi wanita. Hendaklah ketika membersihkan bekas qodho’ hajat menggunakan perut jari tangan supaya tidak masuk ke dalam batas kemaluan.



