Sinar5news.com – Para pemuda yang tergabung dalam Commite van Actie mempersiapkan Rapat Raksasa Ikada pada 19 September 1945. Menurut pemuda, meski berita kemerdekaan sudah menyebar namun rakyat belum melihat perubahan. Pagi harinya, rakyat mendatangi Lapangan Ikada. Pihak Jepang tidak mau mengambil resiko dan mengirim tentaranya untuk berjaga, sementara Presiden Soekarno sedang melakukan rapat kabinet. Para pemuda mendesak Presiden Soekarno untuk hadir
Karena khawatir terjadi bentrokan dengan Jepang. Presiden Soekarno akhirnya berkenan hadir dan selama lima menit berpidato di hadapan rakyat:
“Percayalah rakyat kepada Pemerintah Republik Indonesia. Kalau saudara-saudara memang percaya kepada Pemerintah Republik yang akan mempertahankan Proklamasi Kemerdekaan itu, walaupun dada kami akan dirobek-robek, maka kami tetap akan mempertahankan Negara Republik Indonesia. Maka berilah kepercayaan itu kepada kami dengan cara tunduk kepada perintah-perintah dan tunduk kepada disiplin”
Setelah pidato selesai rakyat akhirnya bubar dengan teratur dan aman


