Puasa enam hari pada bulan Syawal termasuk dari puasa yang dianjurkan, karena ganjaran pahalanya begitu besar.
Puasa ini juga masih memiliki hubungan dengan bulan suci Ramadhan. Mungkin itulah yang membuatnya menjadi istimewa.
Berikut kami tampilkan keutamaan bulan suci Ramadan yang kami ambil dari kumpulan hadits sunan Tirmidzi.
حَدَّثَنَا أَحْمَدُ بْنُ مَنِيعٍ حَدَّثَنَا أَبُو مُعَاوِيَةَ حَدَّثَنَا سَعْدُ بْنُ سَعِيدٍ عَنْ عُمَرَ بْنِ ثَابِتٍ عَنْ أَبِي أَيُّوبَ قَالَ قَالَ النَّبِيُّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ مَنْ صَامَ رَمَضَانَ ثُمَّ أَتْبَعَهُ سِتًّا مِنْ شَوَّالٍ فَذَلِكَ صِيَامُ الدَّهْرِ
- Ahmad bin Mani’ menceritakan kepada kami, Abu Muawiyah memberitahukan kepada kami, Sa’ad bin Sa’id memberitahukan kepada kami dari Umar bin Tsabit, dari Abu Ayub, ia berkata, “Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda,‘Barangsiapa berpuasa pada bulan Ramadhan kemudian mengikutinya enam hari dari bulan Syawal, maka sama seperti berpuasa selama satu tahun’. “Hasan Shahih: Ibnu Majah (1716) dan Shahih Muslim
Dalam bab ini terdapat hadits dari Jabir, Abu Hurairah, dan Tsauban. Abu Isa berkata, “Hadits Abu Ayyub itu adalah hadits hasan shahih.” Sebagian orang yang senang mengerjakan puasa enam hari pada bulan Syawal berdasarkan hadits tersebut. Ibnu Al Mubarak mengatakan bahwa puasa enam hari pada bulan syawal itu baik, seperti halnya puasa tiga hari pada setiap bulan (tanggal 13,14,15-ed).
Ibnu Al Mubarak berkata, “Diriwayatkan dalam sebagian hadits, puasa ini dihubungkan dengan bulan Ramadhan’. ” Ibnu Al Mubarak memilih agar enam hari itu adalah permulaan bulan. Diriwayatkan dari Ibnu Al Mubarak, ia berkata, “Apabila seseorang mengerjakan puasa enam hari pada bulan syawal secara terpisah, maka hal itu diperbolehkan.” Abu Isa berkata, “Abdul Aziz bin Muhammad meriwayatkan hadits ini dari Shafwan bin Sulaim dan Sa’ad bin Sa’id, dari Umar bin Tsabit, dari Abu Ayyub, dari Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam dengan hadits seperti di atas. Syu’bah meriwayatkan hadits ini dari Warqa’ bin Umar, dari Sa’ad bin Sa’id. Sa’ad bin Sa’id adalah saudara Yahya bin Sa’id Al Anshari.
Sebagian ahli hadits membicarakan tentang Sa’id dari segi hafalannya. Hannad menceritakan kepada kami bahwa Husain bin Ali Al Ju’fl mengabarkan kepada kami dari Israil kepada Abu Musa tentang Hasan Al Bashri, ia berkata, “Apabila disebutkan disisinya tentang puasa enam hari pada bulan Syawal, maka ia berkata, ‘Demi Allah, Allah telah ridha terhadap bulan ini sebanding (puasa) satu tahun’.”
Muhammad Fathi




