Prof H Agustitin: Nilai Tukar Rupiah Masih Dapat Menguat Terhadap Dolar Amerika Serikat (AS)

Prof H Agustitin: Nilai Tukar Rupiah Masih Dapat Menguat Terhadap Dolar Amerika Serikat (AS)

Mood pelaku pasar yang sedang bagus membuat rupiah mengerikan bagi lawan lawannya.Begitu perdagangan hari ini dibuka, rupiah langsung melesat 0,65% ke Rp 14.480/US$. Apresiasi rupiah terus berlanjut hingga menutup perdagangan di Rp 14.380/US$, menguat 1,34% di pasar spot, melansir data Refinitiv. Rupiah saat ini berada di level terkuat.

Penguatan rupiah hari ini jauh di atas mata uang utama lainnya di Asia, sehingga sekali lagi Mata uang Garuda menjadi raja di Benua Kuning.

Berikut pergerakan dolar AS melawan mata uang utama Asia, Nilai tukar rupiah menguat tajam melawan dolar Amerika Serikat (AS) pada perdagangan.

Mood pelaku pasar yang sedang bagus membuat rupiah mengerikan bagi lawan-lawannya.

Begitu perdagangan hari ini dibuka, rupiah langsung melesat 0,65% ke Rp 14.480/US$. Apresiasi rupiah terus berlanjut hingga menutup perdagangan di Rp 14.380/US$, menguat 1,34% di pasar spot, melansir data Refinitiv.
Rupiah saat ini berada di level kua.

Penguatan rupiah hari inti jauh di atas mata uang utama lainnya di Asia, sehingga sekali lagi Mata uang Garuda menjadi raja di Benua Kuning.

Berikut pergerakan dolar AS melawan mata uang utama Asia hingga pukul 15:04 WIB.

New normal atau singkatnya menjalankan kehidupan dengan protokol kesehatan yang ketat di tengah pandemi penyakit virus corona (Covid-19) mulai dilakukan di seluruh belahan bumi ini.

Dengan demikian, roda bisnis perlahan kembali berputar sehingga berpeluang terlepas dari ancaman resesi global.

New normal tersebut membuat mood pelaku pasar membaik, sehingga mengalirkan investasinya ke aset-aset berisiko.

Rupiah menjadi salah satu yang diuntungkan, sehingga menjadi perkasa pada hari ini.

Salah satu sinyal derasnya aliran modal ke dalam negeri datang dari lelang obligasi atau Surat Berharga Negara (SBN) yang penawarannya mencapai 105,27 triliun. Ini adalah yang tertinggi sepanjang sejarah lelang SBN.

Target indikatif pemerintah sebesar US$ 20 triliun, bisa dinaikkan 2 kali lipat. Kabarnya, pemerintah akan menyerap Rp 24,3 triliun dari seluruh penawaran yang masuk.
Di atas target indikatif, tetapi tidak sampai Rp 40 triliun.

Rupiah Berpotensi Berjaya, tapi Rentan Dipukul Balik Dolar AS
Putu Agus Pransuamitra, CNBC IndonesiaMARKET

Nilai tukar rupiah menguat 0,68% melawan dolar Amerika Serikat (AS) ke Rp 14.575/US$ pada perdagangan , dan berada di level terkuat. Penguatan rupiah (USD/IDR) tersebut melewati target Rp 14.580/US$ pada analisis teknikal, sehingga kini rentan mengalami koreksi. Tetapi koreksi rupiah tersebut bisa menjadi bagus untuk berlanjutnya penguatan

Indikator stochastic pada grafik harian masih berada di level jenuh jual (oversold) dalam waktu yang cukup lama, yang berisiko membuat rupiah terkoreksi.

Stochastic merupakan leading indicator, atau indikator yang mengawali pergerakan harga. Ketika Stochastic mencapai wilayah oversold (di atas bawah 20), maka suatu harga suatu instrumen berpeluang berbalik naik. Dalam hal ini, USD/IDR berpeluang naik, yang artinya dolar AS berpeluang menguat setelah stochastic mencapai oversold. Jika kembali ke atas Rp 14.600/US$, rupiah berisiko melemah menuju Rp 14.730/US$ yang merupakan Fibonnaci Retracement 61,8%.

Fibonnaci Retracement tersebut ditarik dari level bawah 24 Januari (Rp 13.565/US$) lalu, hingga ke posisi tertinggi (Rp 16.620/US$). Selama bertahan di bawah di bawah Fib. Retracement 61,8%, ke depannya rupiah berpeluang menguat menuju Rp 13.615/US$ dalam jangka panjang.
Sementara untuk hari ini, rupiah memiliki peluang menguat ke Rp 14.410/US$.

Secara fundamental, rupiah mendapat angin segar dari Gubernur Bank Indonesia (BI),

.Dalam paparan Perkembangan Ekonomi Terkini, Perry mengatakan nilai tukar rupiah saat ini masih undervalue, dan ke depannya akan kembali menguat ke nilai fundamentalnya, kembali ke level sebelum pademi penyakit virus corona (Covid-19) terjadi di kisaran Rp 13.600-13.800/US$..”Ke depan nilai tukar rupiah akan menguat ke fundamentalnya.

Fundamental diukur dari inflasi yang rendah, current account deficit (CAD) yang lebih rendah, itu akan menopang penguatan rupiah. Aliran modal asing yang masuk ke SBN (Surat Berharga Negara) juga memperkuat nilai tukar rupiah.

Kami yakin nilai tukar rupiah masih undervalue, dan berpeluang terus menguat ke arah fundamentalnya”

Berbeda dengan sebelumnya yang mengatakan rupiah akan berada di kisaran Rp 15.000/US$ di akhir tahun. Rupiah kini disebut akan menguat ke nilai fundamentalnya, sehingga memberikan dampak psikologis ke pasar jika Mata Uang Garuda masih berpeluang menguat lebih jauh..

Selain itu, penguatan bursa saham global pada perdagangan , meski Amerika Serikat sedang dilanda kerusuhan menjadi indikasi mood pelaku pasar sedang bagus yang bisa menopang penguatan rupiah.

Baca Selanjutnya

DARI PENULIS

BERITA TERKAIT

IKLAN

TERBANYAK DIBACA

BACA JUGA