Prof H Agustitin: MEMA’NAI MALAM LAILATUL QODAR

Prof H Agustitin: MEMA’NAI MALAM LAILATUL QODAR

Yang di maksud dengan malam lailatul qadar adalah sebuah malam di bulan Ramadhan yang di dalamnya dipenuhi dengan keberkahan dan kemuliaan.

Pada malam itu Allah Swt. menurunkan manifestasi utuh al-Qur’an dari Lauhul Mahfudz di langit ke tujuh ke langit pertama.

Allah Swt. berfirman:
إِنَّا أَنزلْنَاهُ فِي لَيْلَةٍ مُبَارَكَةٍ
“Sungguh telah kami turunkan al-Qur’an pada malam yang diberkahi.
“(QS. Addukhan: 3).”

Dalam ayat lain Allah Swt. berfirman:

*إِنَّا أَنزلْنَاهُ فِي لَيْلَةِ الْقَدْرِ*

“Sungguh telah kami turunkan al-Qur’an pada malam lailatul Qadr (QS.Al-Qadr:1).”

“Adapun manifestasi utuh al-Qur’an diturunkan dalam satu tahap dari baitul Izzah ke langit pertama pada bulan Ramadhan bertepatan dengan malam lailatul Qadar seperti yang telah Allah Swt. firmankan. Kemudian ia diturunkan kepada Nabi Muhammad Saw. secara bertahap sesuai dengan kejadian-kejadian yang berlaku padanya.”Sementara itu umat manusia berlomba-lomba untuk mencari kebaikan dan keberkahan yang terkandung di dalamnya.

Di malam ini pula Malaikat Jibril As. atas perintah Allah Swt. turun ke bumi dengan membawa ketenangan bagi semesta alam. Hal itu yang membuat   langit, binatang, angin dan segenap mahkluk Tuhan seakan tertunduk sunyi menikmati pancaran energi ilahiyah yang ada pada malam lailatul Qadar itu.

Diceritakan juga, pada malam itu Nabi Ibrahim As. Bermimpi menyemblih putra yang dicintainya sebagai bentuk ketundukan kepada Tuhannya.

Makna Lailatul qadar adalah karunia yang hanya diberikan kepada umat Nabi Muhammad Saw, sesuai dengan sabdanya yang diriwayatkan dari sahabat Anas Ra., Rasulullah Saw. bersabda,

“Lailatul qadar telah dikaruniakan kepada umat ini yang tidak diberikan kepada umat-umat sebelumnya.”

Pendapat tentang alasan diberikannya lailatul qadar kepada umat ini banyak yang berbeda antara ulama yang satu dengan yang lain. Dalam sebuah kisah diceritakan bahwa Rasulullah Saw. pernah “merenung” mengenai usia umat-umat terdahulu yang lebih panjang dari pada usia umatnya.
Dari hal ini Beliau Saw. merasa sedih karena sepertinya mustahil menandingi ibadah umat-umat terdahulu. Akhirnya, dengan kasih sayang-Nya, Allah Swt. mengaruniakan lailatul qadar terhadap umat ini. Dalam artian, ketika ada seorang hamba yang beribadah pada malam ini, sama nilainya dengan 1000 bulan atau setara dengan 83 tahun 4 bulan bahkan lebih. Walaupun ada banyak riwayat lain yang menerangkan hal ini.

Para kaum ‘arifbillah mempunyai definisi tersendiri terhadap malam yang sering diumpamakan sebagai malam yang lebih mulia dari seribu malam ini.

Syekh Abu Thalib al-Makki (W. 368 H) dalam kitab Qutub al-Qulub bi Mu’amalati al-Mahbub mengatakan, “Sebagian ulama mengatakan bahwa bagi seorang arif semua malam-malam adalah malam lailatul Qadar”
Syekh Abdul Karim al-Jily ( W.826 H) mengatakan, “Substansi lailatul qadar pada seorang hamba adalah kebersihan dan kemurnian jiwa yang ia miliki.”

Syekh Jamaluddin al-Khalwati (W. 1162 H) dalam kitabnya ta’wilat mengatakan, “Lailatul qadar adalah malam pencapaian, dimana ia lebih baik dari seribu derajat dan kedudukan. Maka barang siapa yang telah sampai dan menemukan malam ini, jiwanya akan fana (melebur) secara keseluruhan sebagai tanda terbukanya penghalang antara dia dan Tuhannya.”

Tentang pengertian lailatul mubarakah (malam keberkahan), “adalah malam dimana hati seorang hamba hadir dan menyaksikan ‘pancaran’ Tuhannya. Di dalamnya ia merasakan kenikmatan dari cahaya pencapaian  dan kedekatan -kepada Allah Swt-.”

Mengejar peristiwa lailatul qadar tidak terlalu penting karena bagaimanapun lailatul qadar hanya bagian dari makhluk, sama dengan surga yang juga makhluk. Yang paling penting bagi kita ialah mencari Tuhan Sang Pencipta lailatul qadar dan surga. Apakah masih perlu lailatul qadar dan surga bila telah berada di dalam ‘pelukan’ Sang Pencipta.

Malam luar biasa yang tak seorang pun tahu tepatnya,yang hanya dianjurkan bagi siapa yang berharap kebaikan dan kemuliaannya.

Itulah malam Lailatur Qadr, yang menrut Syekh Abdul Qadir Al-Jilani keutamaan malam itu sudah dimulai ketika membuka tafsir bismillahirrah manirrahim: “Dengan nama Allah yang telah menentukan berbagai takdir makhluk di dalam hadirat ilmu-Nya dan lembaran ketetapan-Nya dengan diturunkannya Alquran kepada hamba-Nya. Juga sebagai pemberi peringatan bagi mereka ke jalan makrifat dan keimanan,”.

Pemahaman tentang keajaiban lailatul qadr setelah bahwa pada malam itu diturunkan Alquran dari tempat yang agung, dengan kalimat “inna anzalnahu fi lailatil qadr” menyiratkan turunnya Alquran dengan cara penuh kelembutan kepada seluruh hamba Allah SWT. Diturunkannya kitab ini pun sebagai pemberi penjelasan perihal jalan keselamatan dari kebodohan,sedangkan
bagi, orang-orang biasa biasa saja tidak akan menyambut malam agung itu, kecuali mereka yang memahami hakikat alam gaib.

Wahai Muhammad, sekiranya Allah tidak memberitahumu perihal keagungan malam itu, niscaya tak ada yang mengetahui rahasia-rahasianya, hingga Allah memberitahukan nya, bahwa malam yang penuh keagungan dan hikmah, malam yang berlimpah keberkahan, di mana amal saleh pada malam itu lebih baik dari seribu bulan.

Para sahabat tidak pernah merasakan puncak kegembiraan sebagaimana ketika disebutkan firman-Nya, “malam itu lebih baik dari seribu bulan.” Para malaikat turun sejak terbenamnya matahari sampai terbitnya. Turunnya para malaikat ini disertai oleh Jibril, sebagai jelmaan dari ar-Ruh al-Amin.

Ruh yang menjelma rupa manusia dan makhluk teragung. Dialah malaikat paling mulia. Ada yang mengatakan, turunnya Jibril dengan rupa manusia, namun dengan jasad malaikat. Pada malam itu, mereka turun dengan berbaris-baris dan dipimpin oleh Jibril as.
(QS an-Naba [78]: 36)
Dan atas izin Tuhan untuk menyelesaikan berbagai perkara kebaikan dan keberkahan. Mereka turun ke langit dunia hingga fajar menjelang dengan penuh kesejahteraan dan kedamaian, tanpa keburukan.

Dan para malaikat menghaturkan salam kedamaian kepada orang-orang mukmin hingga terbitnya fajar.

Baca Selanjutnya

DARI PENULIS

BERITA TERKAIT

IKLAN

TERBANYAK DIBACA

BACA JUGA