PESANTREN DUNIA LITERASI

banner post atas

Oleh : Siska Robeah
Prodi : Komunikasi Penyiaran Islam Semester VII Stai Al- Aqidah Al-Hasyimiyyah

Pesantren merupakan jendela literasi bagi santri, kegiatan membaca dan menulis yang dilakukan setiap hari menjadi peluang besar bagi santri untuk masuk ke dunia literasi. Dalam satu riwayatnya Nabi mengatakan “Ikatlah ilmu dengan tulisan”, Imam Syafii juga mengatakan “Ilmu adalah hewan burun dan pena adalah pengikatnya. Oleh karena itu ikatlah hewan buruanmu dengan tali yang kuat..”

Dapat disimpulkan bahwa salah satu untuk menjaga eksistensi ilmu adalah dengan menuliskannya. Sudah saatnya santri melek literasi, banyak membaca dan mengabadikan keilmuannya dengan karya yang bisa  dinikmati oleh  banyak orang.

Iklan

Seperti yang kita ketahui pesantren adalah lembaga pendidikan tertua di Indonesia yang memiliki peran penting dalam mencerdaskan bangsa. Pesantren tak hanya melahirkan ulama tetapi juga banyak cendekiawan muslim, politikus, budayawan bahkan banyak pengusaha yang terlahir dari jebolan pesantren. Oleh sebab itu berkomitmen dalam literasi menjadi hal sangat penting bagi pesantren agar melahirkan lebih banyak lagi orang-orang yang hebat  serta  multi fungsi.

 

Pesantren harus menanamkan budaya literasi pada santri agar mereka dapat, melanjutkan tradisi ulama sehingga  menjadi santri yang tidak  hanya bisa berdakwah dengan  lisan tetapi mampu berdakwah dengan tulisan.

Perkembangan globalisasi juga perlau menjadi perhatian bagi para santri agar dapat bertahan, berkembang dan menyesuaikan diri dalam situasi zaman. Sudah seharusnya pesantren-pesantren untuk berkomitmen dalam pengembangan literasi santri. Tradisi membaca dan menulis tidak boleh hanya sekedar formalits, tetapi santri harus mampu memaknai hal-hal yang terjadi  dan berkembang terutama dalam hal yang menyoroti agama islam.

Santri yang melek literasi artinya santri yang kaya akan ilmu, karena prestasi santri terbaik bukan santri yang hanya fokus pada kajian islam saja tetapi santri yang juga bisa memaksimalkan jurnalistk agar dapat memfilterisasi dampak dari sesantnya dunia informasi saat ini.

BACA JUGA  Sekjend PBNW Pesankan ”NW Fil Khair NW Fastabiqul Khairat”

Dilansir dari nuonline. Hamidullah Ida mengatakan ”Santri harus melek literasi. Minimal bisa menulis berita, opini dan syukur syukur bisa menulis buku dan kitab. Jangan sampai santri ada yang menjadi korban korban hoax. karena saat ini  banyak ponpes memperkenalkn santrinya membawa gawai, para santri harus memegang teguh etika, logika dan juga prinsip muamalah medsosiyah sesuai fatwa MUI”

Di internet banyak situ-situs  berkonten agama islam yang bukan dikelola oleh orang-orang yang memiliki pengetahuan keilmuan islam. Bahkan banyak situs situs islam yang menyebarkan faham menyimapang seperti terorisme dan radikalisme. Hal ini menunjukan akan pentingnya kenapa santri harus melek literasi agar tidak menjadi korban hoax dan tidak mudah terpengaruh dengan informasi yang didapatkannya. Sehingga santri yang berliterasi menjadi antri yang sangat bijaksana dengan mengedepankan tabayun dalam menyimulkan sesuatu.

Jika komiten berliteasi dalam pesantren terus dilakukan dan dikembangkan maka hal inilah yang akan terjadi :

  1. Pesantren akan meghasilkan santri yang ideal sebagai geneasi di masa depan.
  2. Santri yang memiliki keampuan literasi sangat baik akan berpengaruh dalam kemajuan negri
  3. Santri yang literat akan menjadi solusi dan mampu memiliki daya kritis terhadap permasalahan sosial.
  4. Santri-santri literat akan menjadi agen perubahan yang memeperkuat kesatuan dan kebinekaan akan mudah digapai dan dipertahannkan.