Pesan Menyentuh TGKH. Muhammad Suhaidi di Malam Terakhir Takziah H. Rahman Wilaatmaja: “Kematian adalah Tamu yang Paling Dekat”
JAKARTA, Sinar5News.com – Suasana syahdu dan penuh khidmat menyelimuti kediaman almarhum H. Rahman Wilaatmaja bin Atmaja di Kp. Pisangan RT 001/RW 003, Kelurahan Penggilingan, Kecamatan Cakung, Jakarta Timur, pada Jumat malam (3/4/2026). Ratusan jamaah tampak memadati lokasi untuk menghadiri takziah malam ketujuh, yang menjadi puncak rangkaian doa bagi sosok yang dikenal sebagai teladan masyarakat tersebut.
Pantauan jurnalis Sinar5News.com di lokasi menunjukkan antusiasme jamaah yang luar biasa. Tak hanya warga sekitar, pelayat juga datang dari berbagai wilayah, termasuk rombongan dari Bekasi. Kehadiran ratusan jamaah ini membuat kediaman almarhum tak mampu menampung seluruh hadirin, sehingga jamaah meluber hingga ke pelataran rumah dan jalanan di depan rumah.
Kehadiran Ulama dan Puncak Ibadah
Acara ini dihadiri oleh jajaran asatidz dari Pondok Pesantren Nahdlatul Wathan Jakarta. Hadir secara khusus memimpin doa dan memberikan tausiyah adalah pimpinan pondok pesantren, Al-Mukarram Drs. TGKH. Muhammad Suhaidi, SQ.
Rangkaian ibadah malam puncak ini diisi dengan pembacaan Yasin, Tahlil, serta Khotmil Quran yang telah diselesaikan secara bergilir oleh jamaah yang mengaji setiap malam di kediaman almarhum selama tujuh hari terakhir. Selain itu, dilaksanakan pula prosesi Fidyah 300 liter sebagai pengganti ibadah puasa almarhum yang terhambat karena sakit serius selama satu bulan terakhir sebelum wafat.
Tausiyah Menyentuh: Hakikat Kematian
Dalam ceramahnya, TGKH. Muhammad Suhaidi mengutip sebuah kaidah tentang hakikat waktu dan kematian:
“Kullu maa huwa aatin qariibun” (Setiap yang akan datang itu sebenarnya dekat).
Beliau menegaskan bahwa kematian adalah rahasia sekaligus kepastian yang paling dekat dengan manusia. Mengacu pada pandangan para ulama dalam kitab Ihya Ulumuddin, beliau menjelaskan bahwa Allah seringkali memberikan “isyarat” atau tanda kepada hamba-Nya, baik 40 hari atau beberapa hari sebelum ajal tiba. Namun, detik terakhir terlepasnya nyawa tetap menjadi rahasia absolut Sang Khalik.
Beliau juga mengisahkan doa Rasulullah SAW saat menyalati jenazah sahabat Abu Salamah, sebagaimana diriwayatkan dalam Hadits Riwayat Muslim (No. 920):
“Ya Allah, ampunilah Abu Salamah, tinggikanlah derajatnya di kalangan orang-orang yang terpimpin, berilah pengganti bagi keluarga yang ditinggalkannya, ampunilah kami dan dia, wahai Tuhan semesta alam. Lapangkanlah kuburnya dan terangilah ia di dalamnya.”
Kepada 8 anak, menantu, dan 16 cucu almarhum, beliau berpesan agar terus menjaga kerukunan dan kekompakan. “Doa dari anak cucu adalah kebahagiaan sejati bagi almarhum di alam barzakh,” tuturnya.
Sosok Pemimpin yang Dicintai Rakyat
Almarhum H. Rahman Wilaatmaja dikenal sebagai hamba Allah yang taat dan peduli lingkungan. Selama 15 tahun, beliau mengabdi sebagai Ketua RT 001/RW 003. Di mata warga, beliau adalah sosok pemimpin yang lembut hatinya dan penuh kasih sayang.
Hasbi Romambi, salah satu putra almarhum, dalam sambutannya menyampaikan rasa terima kasih yang sedalam-dalamnya atas kehadiran ratusan jamaah sejak hari pertama wafat (Jumat, 27 Maret 2026).
“Kami sangat terharu melihat jamaah yang meluber hingga ke jalanan. Jika semasa hidup ayahanda memiliki kekhilafan atau hutang piutang, sekecil apa pun, mohon hubungi kami. Pihak keluarga siap bertanggung jawab sepenuhnya,” ujar Hasbi.
Salah seorang menantu almarhum juga bercerita bahwa almarhum adalah pribadi yang tidak pernah marah dan selalu tersenyum. “Beliau sangat memperhatikan hal-hal kecil pada anak cucunya. Kami sangat kehilangan sosok yang luar biasa ini,” ungkapnya.
Penghormatan Terakhir
Segenap jajaran Direksi, Pimpinan, dan Jurnalis media SinarLIMA (Sinar5News.com) turut menyampaikan belasungkawa yang mendalam atas wafatnya H. Rahman Wilaatmaja.
Kini, sosok bersahaja itu telah berpulang ke Rahmatullah pada hari yang mulia, Jumat 27 Maret 2026. Mari kita doakan semoga almarhum mendapatkan ampunan, diterima segala amal ibadahnya, dan kuburnya dijadikan sebagai Raudhah min Riyadhil Jannah (Taman dari Taman Surga). Amin ya Rabbal Alamin.
Diliput oleh : Ust. Amrullah/Marolah Abu Akrom (Jurnalis media SinarLIMA (Sinar5News.com), Pengajar Ponpes Nahdlatul Wathan Jakarta, Guru BK SMP Nahdlatul Wathan Jakarta, guru BK SMP Laboratorium Jakarta, penulis Khutbah Jumat, penulis syair, penulis buku inspiratif dan aktivis NWDI DKI Jakarta)



