Perjalanan Karier Drs. Basri, MM (Mantan Kepala Seksi Pengawasan dan Konsultasi Perpajakan): Dari Medan Hingga Jakarta

Perjalanan Karier Drs. Basri, MM (Mantan Kepala Seksi Pengawasan dan Konsultasi Perpajakan): Dari Medan Hingga Jakarta

Wawancara Inspiratif

Bersama Drs. Basri, MM

(Mantan Kepala Seksi Pengawasan dan Konsultasi Perpajakan Penjaringan, Jakarta Utara)

📍 Kediaman: Perumahan Griya Bintara Indah, Bekasi Barat

📅 Jumat, 20 Maret 2026

Pembuka

Assalamu’alaikum warahmatullahi wabarakatuh.

Pada hari Jumat yang penuh berkah ini, kami berkesempatan bersilaturahmi dan berbincang hangat bersama Bapak Drs. Basri, MM, seorang purnabakti Pegawai Negeri Sipil yang telah mengabdikan hidupnya di dunia perpajakan sejak tahun 1974 hingga pensiun pada tahun 2009.

Dengan wajah yang tetap segar dan penuh ketenangan di usia yang matang, beliau membagikan kisah perjalanan hidup, pengalaman, serta pesan-pesan berharga untuk generasi masa depan bangsa.

Perjalanan Karier: Dari Medan Hingga Jakarta Utara

Bapak Basri lahir di Medan pada tahun 1954. Kariernya dimulai pada tahun 1974 sebagai pegawai di bidang perpajakan.

“Awal masuk tahun 1974 di Medan, kemudian seperti PNS pada umumnya, saya sering dipindah-pindah. Itu sudah biasa, bagian dari pengabdian,” ungkap beliau.

Perjalanan panjang tersebut membawanya ke berbagai wilayah hingga akhirnya mengakhiri tugas sebagai Kepala Seksi Pengawasan dan Konsultasi Perpajakan di Penjaringan, Jakarta Utara.

Dengan pengalaman lintas bidang, beliau mengakui bahwa tugas yang diemban tidak selalu mudah, namun dapat diselesaikan dengan baik.

“Alhamdulillah, semua tugas bisa dijalankan. Yang penting memahami pekerjaan dan bertanggung jawab.”

Tantangan di Dunia Perpajakan

Dalam praktiknya, beliau menyadari bahwa tingkat kepatuhan wajib pajak tidak selalu sama.

“Memang ada yang kurang patuh, tapi secara umum masyarakat kita sudah cukup baik. Pajak itu kan untuk negara, untuk kita semua.”

Menurutnya, kunci utama adalah kesadaran bahwa pajak merupakan bentuk kontribusi nyata bagi pembangunan.

Makna Pajak untuk Negara

Beliau menjelaskan bahwa pajak memiliki peran vital dalam kehidupan bernegara:

  • Membiayai operasional negara

  • Membayar gaji aparatur

  • Mendukung pembangunan infrastruktur

  • Mewujudkan pelayanan publik

“Pajak itu untuk biaya rutin dan pembangunan. Kita mungkin tidak merasakan langsung, tapi jalan, sekolah, rumah sakit—itu semua hasil dari pajak.”

Ia juga membedakan antara:

  • Manfaat tidak langsung: seperti jalan, fasilitas umum

  • Manfaat langsung: seperti retribusi layanan tertentu

Refleksi: Pajak, SDA, dan Tantangan Bangsa

Saat ditanya apakah Indonesia bisa mengandalkan sumber daya alam tanpa pajak, beliau menjawab dengan realistis:

“Sumber daya alam kita besar, tapi harus dikelola dengan baik dan jujur. Kalau korupsi masih ada, potensi sebesar apapun tidak akan maksimal.”

Beliau juga menyoroti pentingnya kebijakan yang berpihak kepada rakyat serta perlunya integritas dalam pengelolaan negara.

Pesan Kritis dan Harapan untuk Bangsa

Dengan tegas namun penuh harap, beliau menyampaikan:

“Kebijakan harus menyentuh rakyat, bukan hanya kelompok tertentu. Pembuat undang-undang harus benar-benar memahami tugasnya.”

Ia juga mengkritisi sistem yang dianggap kurang adil, seperti pemberian fasilitas berlebih tanpa kontribusi yang sepadan.

Pesan untuk Generasi Muda

Bagian paling menyentuh dari wawancara ini adalah pesan beliau kepada generasi muda:

“Anak-anak muda harus dididik dengan baik, jangan mencontoh hal yang buruk. Mereka harus kreatif, punya ilmu, dan punya integritas.”

Beliau menekankan tiga hal utama:

  1. Ilmu – kuasai bidang masing-masing

  2. Integritas – jangan menyimpang dari aturan

  3. Keberanian – berani meluruskan yang salah

Rahasia Hidup Sehat dan Bahagia

Di usia yang telah menginjak lebih dari 70 tahun, beliau tetap terlihat sehat dan bugar. Rahasianya sederhana namun dalam:

“Jaga keseimbangan hidup: ilmu, ibadah, dan hubungan dengan sesama.”

Beliau menekankan pentingnya:

  • Ibadah yang konsisten

  • Menjaga hubungan antar manusia (hablum minannas)

  • Doa yang tulus, terutama saat sujud

“Doa di saat sujud itu luar biasa. Kita benar-benar merasa dekat dengan Allah.”

Penutup

Wawancara ini bukan sekadar cerita perjalanan karier, tetapi juga pelajaran hidup yang penuh makna. Sosok Bapak Basri mengajarkan bahwa pengabdian, kejujuran, dan keseimbangan hidup adalah kunci keberkahan.

Semoga kisah dan nasihat beliau menjadi inspirasi bagi kita semua, khususnya generasi muda, untuk membangun bangsa dengan integritas dan keikhlasan.

Wassalamu’alaikum warahmatullahi wabarakatuh

Baca Selanjutnya

DARI PENULIS

BERITA TERKAIT

IKLAN

TERBANYAK DIBACA

BACA JUGA