banner post atas
Sinar5news.com- jakarta- keluarga besar lembaga yang dibawah yayasan Al Musyarrofa Anawawi Jakarta Selatan mengadakan pengajian umum Isra Mi’raj Nabi Muhammad saw. Untuk penguatan peran lembaga menjaga tradisi Islam di tanah Nusantara yang sudah membudaya dan terus menguatkan solidaritas ukwah Islamiyah, wathoniyah, Insaniyah, Bashoriyah menebarkan Islam Rahmatan Lil Amien. secara off line dan online dalam rangka hari peringatan Isra Mi’raj 1443 H. Acara ini adalah kegiatan yang sudah merupakan agenda rutin Yayasan yang terus diadakan setiap tahun sekaligus dalam rangka penutupan pengajian bulanan menyonsong datangnya bulan suci ramadhan.
Kontekstualisasi kegiatan ini dengan kondisi kebangsaan yang sedang menghadapi cobaan wabah covid serta berbagai macam bencana alam menjadikan acara ini bertemakan “Optimalisasi Peran Lembaga Menjaga Tradisi Aswaja Serta Menguatkan Pendidikan Berbasis Pesntren. Alumni dan dewan guru sebagai pilar kekuatan menebarkan risalah Yayasan Annawawi sangatlah memiliki peran penting untuk memberikan informasi hal keberadaan pendidikan yang ada di Yayasan salah satunya Pesantren adalah model pendidikan budaya Nusantara yang sudah diadopsi oleh negara non muslim dengan sistem boarding school. Pendidikan pesantren sangat memberikan pengaruh kuat untuk lahirnya generasi berkarakter, berbudi kemuliaan. Sehingga pradaban yang maju, unggul, moderat sangat pas dengan model Indonesia yang majemuk dan beragam. Refleksi membangun mengembalikan fungsi pondok sebagai wadah membina ummat, melahirkan generasi cerdas bermoral dan pemimpin yang taqwa, ummat yang bersatu menjaga moderasi beragama dan lahirnya masyarakat yang di rithoi Allah SWT NKRI harga mati.
Dalam ceramah awal membuka acara Kh. Ahmad Nawawi selaku pimpinan pembina Yayasan dan pengasuh Pondok Pesntren memulai pembukaan dengan sangat inspiratif mengajak jamaah, santri karyawan dan dewan guru seluruhnya agar mampu merefleksikan makna isra Mi’raj dengan menumbuhkan rasa cinta terhadap taklim dan berbagai macam kegiatan Yayasan yang meningkatkan kualitas hidup dan kreatifitas. “Sebentar lagi akan kita dengar pelajaran penting pencerahan dari Prof. Kh.Said Almunawwar hal Isra Mi’raj untuk menambah khazanah pengetahuan kita”. Pesannya.
Dalam paparannya penceramah sampaikan,” Isra Mi’raj adalah Mukjizat sesuatu yg luar biasa berada di para tangan nabi dan rasul untuk membuktikan kebenaran kerasulannya sekaligus untuk menantang.inilah makna mukjizat, kemudian ayat yg dibacakan oleh qori kita, ayat tersebut diawali dengan mengagungkan. Sara – perjalanan diwaktu malam. Asra – dijalankan. Jarak antara Masjidil haram dengan Masjidil Aqsa sangatlah jauh ribuan km. logika tidak mungkin bisa sampai jika hanya ditempuh dengan jalan kaki dalam satu malam. Sebab itu, Rasulullah diperjalankan dibawa oleh yang Maha. Ini bisa terjadi karena adanya kedekatan dengan yang Maha dekat. Kemudian Aqsha bermakna jauh. Kemudian dari Aqsho naik ke langit menuju Arsy dengan membawa oleh-oleh perintah sholat. Yang tadinya sebanyak 50 rekat tetapi akibat adanya perjumpaannya dengan Nabi Musa. Nabi Musapun berusul agar Rasulullah Muhammad Saw meminta keringanan melihat ummat nabi Muhammad kecil². Nabi Muhammadpun bolak balik meminta dispensasi sehingga sampai pada bilangan ke 5 rekat. Dan sdh tdk boleh ditawar lagi. Begitu agungnya hal sholat yang lansung diterima dari Allah SWT itulah kemudian baik buruknya amal hamba tergantung dia menjaga kualitas sholatnya.” Demikian sang Prof. Uraikan karena beliau adalah pakar dalam masalah sholat.
Lanjut beliau.” Sholat harus menjadi barometer dalam segala kegiatan, pesantren wajib menjalankan kebiasaan sholat malam karena ini adalah tradisi para nabi dan ulama kita. Untuk mendapatkan ilmu Allah. Membudayakan membaca wajib terus dilestarikan karena yang butuh ilmu haruslah membaca”. Terangnya.
Kegiatan pengajian isra mi’raj nasional ini diselenggarakan secara ofline dan online pada hari Ahad, Tgl 6 Maret 2022 Pukul 08.00- 24.00 wib merupakan kontribusi bersama antara pengurus yayasan Almusyarrofah dengan semua kepala sekolah yang ada di bawah Yayasan dan para wali murid serta instansi terkait baik pengurus masjid dan MUI Jakarta Selatan.
” Pengajian bersama penting oleh tokoh yang ahli dibidangnya untuk menambah wawasan keislaman dan kebangsaan kita sebagai warga bangsa sehingga dapat memehami pentingnya makna sholat yang benar dan pembiasaan di dalam rumah tangga dan terutama di sekolah. Sehingga murid² terutama lembaga pendidikan di bawah Yayasan betul² paham dan terbiasa melakukan sholat 5 waktu dan belajar melakukan sholat malam dengan baik dan benar. Karena menuju khusu harus dilatih dan dibiasakan. Dengan demikian ummat akan kuat pondasinya dan paham agamanya”. Demikian ungkap salah satu wali murid yang mengikuti pengajian.
Bertindak sebagai Pembicara dalam pengajian isra mi’raj yang dilaksanakan secara offline dan online ini adalah Prof.KH Said Aqil Almunawwar Mantan Mentri agama, KH Ahmad Nawawi Pimpinan dan Pengasuh Yayasan. dan bertindak selaku sambutan mewakili panitia Kep. Sekolah SMK.
Para Peserta pengajian isra mi’raj adalah para pengurus Yayasan, kepala sekolah, dewan guru dan karyawan dibawah Yayasan, serta seluruh wali murid dan masyarakat sekitar Yayasan. Hadir juga secara offline ketua wilayah DKM, sekertaris MUI Jakarta Selatan, Mantan Polres Pesanggrahan, Alumni dari sekolah dibawah Yayasan Almusyarrofah Annawawi.
“Kami berharap Pengajian isra mi’raj offline maupun online ini memberi manfaat bagi banyak pihak terutama warga masyarakat, jamaah serta warga besar Almusyarrofah dan ummat Islam yang berada di garda terdepan dalam memakmurkan bumi dengan ajaran Rasulullah sebagai penerus tugas kenabian. Menjaga melestarikan budaya isra Mi’raj serta dapat menjadi budaya pondok melahirkan generasi yang unggul berbudi kemuliaan”. Ungkap Bilqis siswa kelas XI SMK Almusyarrofah.
Acara lancar sangat meriah semarak dengan diawali pembacaan barzanji, selawat oleh tim marawis/Hadroh Pondok. Acara berakhir dilanjutkan dengan makan siang bersama Jamaah dan santri dan sholat Zuhur. Sementara para tamu undangan melanjutkan ramah tamah dan jamuan makan siang di Kantor Yayasan bersama Pengasuh dan Pembina Lembaga. ( red)












